Jakarta, siang hari yang puanasss!
Sebenernya masalah sengketa tanah antara masyarakat dan militer beberapa hari belakangan ini tidak hanya terjadi di Pasuruan, namun juga terjadi di Bogor, yakni antara Angkatan Hawa Udara dan Masyarakat.
Namun ada bedanya antara Pasuruan dan Bogor dan bedanya sangat jauh..! Pasuruan di Jawa Timur, Bogor di Jawa Barat, mungkin karena Bogor deket puncak berhawa dingin sedangkan Pasuruan dekat Pantai sehingga berhawa panas? Ah buka itu!
Bedanya Pasuruan menyelesaikan masalah dengan menambah masalah, sedangkan Angkatan Udara (AU) di Bogor, mengikuti gaya Perum Pegadaian, yakni menyelesaikan masalah tanpa masalah. Silahkan baca baik-baik ini.
Masyarakat diberlakukan sesuai dengan derajat kemanusiaannya. Rp 1,6 Milyar bukanlah nilai yang besar bagi 54 keluarga yang telah menggarap lahan tidur di Kecamatan Lumpin, Bogor. Namun penghargaan, yang disebut uang kerohiman, sangat membantu dan menunjukkan bahwa Angkatan Udara cq. Pasukan Khas AU lebih membumi dibanding Angkatan Air Laut, cq. Marinir.
Uang ini dikeluarkan atas kebijakan Mabes AU, KASU Marsekal TNI Herman Prayitno.
Sip…lah Laksamana! Uupss, Marsekal..maksudnya! Bravo Angkatan Udara…!
Bilip-bilip terbanggg..terbanggg..!
*NGueeeeeeenng!