Selamat pagi..Bagaimana wik-en kemarin? Berapa banyak kerusakan dompet yg diderita? Hehehe…
Beberapa waktu belakangan ini, kata : Teloris (Orang yang suka bikin kerak telor), Abu Nawas, Abu Jahal, Abu Dhabi dan Abu-abu, menghias berbagi tajuk surat kabar.Oleh karenanya saya coba karang tulisan mengenai fenomena ini…(Jangan terlalu dianggap serius, atau boleh juga di-Skip).
Selamat menikmati…
#
[29.6] Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. ( Alquran, Surat Al-Ankabut: ayat 6)
Apa arti derita bagi banyak orang?Apakah kita memang benar-benar sudah memastikan diri sendiri bahwa ini semua bukanlah sebuah kelatahan kolektif untuk ikut merasakan atas sebuah penderitaan?
Bertahun-tahun dalam tekanan, skeptis yang luar biasa, pesimis yang sulit dikikis…Penderitaan yang meraung-raung-Hidup yang menggelapar dalam ketidakberdayaan..Bukankah penderitaan adalah kesusahan yang ditanggung dalam hati?
Tanpa sanggup dikeluarkan. Itulah derita.Tak berujung.
Bertemulah Penderitaan dan Kebenaran, Dalam simpang simpul jalan yang bertemu dalam kanal agama.Inilah Jihad. Lalu ada kebenaran yang tersimpul dalam bentang Patriotisme seorang pejuang. Inilah Kamikaze.Kebenaran, tidak hanya untuk dilihat, dirasakan namun juga untuk dinyatakan.Hayat dalam hati, ucap dalam tutur dan laku dalam tindak.
Di manakah kita?Ketika tetangga menderita, lemas perlahan. Lapar permanen yang tak kuasa dilenyapkan dari ingatan. Tak usahlah tetangga. Dimanakah ”aku”, ketika ”aku” merasa menderita oleh ”aku” maupun lingkungan ”aku”? Apakah yang ”aku” lakukan?
Ketika Kebenaran dan Penderitaan yang bertemu tersulut oleh api keputusasaan maka terjadilah pengakhiran keberwujudan dan eksistensi dalam tataran materi. Pembunuhan ”aku” secara fisik adalah bunuh diri. Pembunuhan ”aku” dalam jiwa adalah kepasrahan, yang akan mengadu pada sesuatu yang memiliki seluruh kekuatan di dalam aku dan seluruhnya,…Tuhan.
Lalu, dimanakah jihad berlaku dalam simpul lingkaran derita-benar-dan putus asa?Apakah jihad dalam bentuk bom bunuh diri adalah sebuah bentuk lain dari masochistic sabotage,sebagai pemuas motif-motif yang tanpa disadari untuk menghukum diri sendiri? Apakah jihad macam ini adalah sebuah persembahan terakhir dari sebuah kesetiaan penuh seorang hamba pada Yang memilikinya? Ataukah jihad versi ini adalah sebuah maksud bentuk balas dendam yang paling sederhana, tuntas, singkat dan tepat sasaran? Ketika penderitaan telah dengan sempurna dibagikan jumput demi jumput pada (media) korban lainnya, pada keluarga lainnya, pada lawan-lawannya. Derita,Layaknya energi, muskil dimusnahkan namun mudah ditularkan.
Sumber:Gambar diambil dari sini
hasil bantuan mBah Google
Pengertian “masochistic sabotage” dipersilahkan untuk mencari sendiri, hehehe…
