Tidak Ada Ijin Edar Atau Karena Berbahaya

si kelinci putih 

Dua  tahun yang lalu, hampir dua kali seminggu saya pergi ke Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) di bilangan Percetakan Negara, berhadapan persis dengan Rumah Tahanan Salemba.

Waktu itu saya masih sebagai legal officer sebuah perusahaan industri makanan kecil yang Corporate Office-nya  menclok dekat pekuburan Tanah Kusir. 

Politik Para Mantri Suntik  

Konon katanya, dahulu Badan yang mengurusi perijinan obat, makanan, kosmetik dan jamu tradisional ini masih di bawah institusi Departemen Kesehatan. Namun, entah kenapa, Badan ini berdiri sendiri dan eksis sebagai otoritas peredaran barang dalam jagad food & beverages, consumer good, cosmetics, jamu di tanah air. 

Mungkin masalah politik ada, bahkan cerita mengenai pergantian pimpinan yang saat ini adalah “restu” Menkes yang menjabat pernah mencuat. Begitu pula saling lempar isu kesehatan antara Depkes dan BPOM beberapa waktu lalu. 

Apakah bom yang pernah meledak ada urusannya dengan perpolitikan ini? Aih, entahlah..saya tak pandai hitung-menghitung peta persikutan para pejabat di lingkungan kesehatan. 

Good Bye… Permen Yang Kertasnya Bisa Dimakan 

Namun yang ada di masyarakat awam, bukanlah masalah begituan. Saya tahunya, permen favorit saya sudah tidak layak makan gara-gara pengumuman dari Badan ini. Permen kelinci yang biasa saya beli duaribu rupiah untuk enam butir, saya bagikan buat ponakan dan si kecil ternyata bisa membuat lambung, usus dan jeroan kita diperlakukan bak jasad kaku di salah satu ruangan RSCM, Salemba. Waduh … 

Odol Tiongkok itu … 

Ada juga pasta gigi buatan negeri tiongkok, yang anehnya tidak boleh beredar, namun produk yang sama dengan nama brand yang persis namun buatan lokal, dinyatakan tidak ada masalah bagi si Badan Otoritas Perodolan ini. 

Upil Cina Itu … 

Saya pahamnya nama buah ini adalah Upil Cina. Karena rasanya asin, sedikit manis dan bentuknya tak beraturan persis seperti upil yang lama tak diangkat. Celakanya, karena dijual oleh Engkoh-dan Encim beretnis Cina, maka Orang Tua saya menyebut penganan ringan ini sebagai Upil Cina. Bahasa Resminya sih Kiam Boy, Kiam Hwe atau Manisan Buah Plum.  Rupanya ini pun tidak baik untuk kesehatan. Berbahaya. Mengendung Formalin. Ah, hewan apakah formalin itu? 

Jeroan BPOM 

Sudah saya sampaikan di awal, kalau saya dahulu seringkali menyambangi Kantor ini. Di sana saya membantu menguruskan Ijin ML buat perusahaan. ML. Bukan Make Love. Tetapi Makanan Luar. Alias impor dari negeri antah-berantah selain Indonesia. Padanannya Ijin MD. Inilah ijin untuk makanan dari dalam negeri. 

Tahu sendiri kan mengurus perijinan di Indonesia seperti apa. Untuk BPOM pun tak jauh berbeda. Pengurusan yang sedianya hanya berlangsung  dua minggu, dapat ditempuh menjadi hanya empat bulan saja. Berapa kali lipat itu, wahai Tuan dan Puan? 

Oleh karenanya dahulu Primkopad bermain jasa bantuan perijinan ML ini. Begitu pun dengan makelar kelas teri hingga pesut yang berseliweran di lantai 3 gedung BPOM. 

Ada saja yang kurang untuk dimintakan ulang. Lisence untuk berjualan di Indonesia lah, GMO Free lah, Bukti Analisa Logam Berat lah. Dan anehnya untuk yang satu ini harus diklarifikasi juga dengan hasil uji laboratorium milik SUCOFINDO sebagai independen surveillance. Masalah Packaging yang ruwet bin njlimet lah. Dan bermacam-macam tetek bengek lainnya. …Silahkan Bengek-nya buat elu. Teteknya Buat Ane’… 

Prinsipal Dari Luar Negeri yang heran karena belum kelar juga akan terus menteror saya. Bila telah mentok, akhirnya disposisi saya semi-kembalikan kepada atasan. Maka jalan pintas bin ajaib pun terkuak. 

Banyak dari pejabat BPOM yang menjadi konsultan di berbagai perusahaan sekelas Unilever, Wings Food, Garudafood. Mereka lah yang atasan saya kontak. Bukan sulap-bukan sihir, sim salabim. Hanya dalam jangka waktu hitungan jemari tangan ijin ML telah keluar. Entahlah berapa rupiah yang berlarian dari Tanah Kusir menuju Percetakan Negara. 

Jadi saya tak heran dengan masalah pelarangan tiba-tiba makanan semacam ini. Mungkin makanannya tidak seberbahaya yang disampaikan. Namun ijinnya saja yang tidak ada. No Ijin, No beredar. Atau kurang upeti?

Saya malah kuatirnya begini:

BPOM melarang si kelinci, upil cina dan odol untuk tak beredar karena tak berijin yang disebabkan karena tak “berusaha” dengan “cara lain” mendapatkan nomor ML tersebut. Jangan-jangan banyak makanan yang “boleh” dan “bernomor ML” padahal mengandung bahan yang jauh lebih berbahaya namun “sukses” melakukan “pendekatan”, sehingga masih berseliweran di antara toko kecil dan swalayan kudapan di negeri ini.  

Yang saat ini, mungkin sedang Anda kunyah..Nyam..nyam..nyam..

[+] gambar diambil dari sini   

About these ads

8 pemikiran pada “Tidak Ada Ijin Edar Atau Karena Berbahaya

  1. Namun ijinnya saja yang tidak ada. No Ijin, No beredar. Atau kurang upeti?

    Mas, kalo masalah UPETI, sebenernya ada fakta yang lebih mengerikan yang bersumber dari golongan “dewa”. Aku jujur aja ga (atau belum) berniat membuka secara terang-terangan proses pengambilan UPETI ini dari mana ke mana, hanya karena aku seorang birokrat yang masih mencari makan dari negara. Takutnya, kalo ada salah seorang dari golongan “dewa” ini tahu bobroknya terbongkar, maka tamatlah riwayatku…hehehe (Kecuali mau japri ceritanya dan sumpah di bawah kitab suci ga bakal nyebarin ke orang lain..huehehehehe)

  2. Yup, emang bahaya..tapi karena enak, bahayanya lupa :D

    *yang suka makan manisan yang bulet2 pipih tapi ternyata berformalin*

    Mas Kopdang, yang sabar ya menunggu cerita dari saya..bener2 japri dan menunggu saat (dan mood) yang tepat :)

  3. papabonbon minggu lalu ikutan daftar fitnes. abis itu di tempat training, hari seninnya ditawarin obat. namanya ripped fuel. selasa sore kemarin checking ke internet, ternyata itu obat pernah di ban oleh FDA karena mengandung ephedrine. sekarang doi bikin formula baru bebas ephedrine, tapi FDA belum approve.

    sialnya ketika papabonbon longak longok ke toko toko medical yg jual berbagai supplement, itu obat juga ada di sana. dari toko bergengse macam guardian, century, mereka majang obat itu.

    ada beberapa jenis obat lain jg bikinan amerika yg juga belum dapat lisensi FDA, herannya BP POM kita justru sudah kasih lisensi. hebat bener, BP POM kita ini yah …

  4. OOT

    Mas, berhubung ditempatku emailnya disadap ama Puskom, dengan sangat berat hati cerita dewa dewa di-suspend. Kalopun ada, berarti sudah memakai kata kiasan yang ruarr biasa.

    *yang lagi nyari software encryption buat email kalo ada :D *

  5. Ping-balik: Paling Cuma Bikin Bayi Mencret « Mas Kopdang

  6. Ping-balik: MUI, Sertifikasi Halal & Menembak Industri Tertentu « bebek goreng ala madura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s