Di Balik Kelambu Pemilu 2009

sby.jpgBA 

Bila anda merasa bahwa opini yang dibawa oleh media massa terkait Burhanuddin Abdullah (BA) sebagai tersangka adalah semata-mata politik jenaka, maka anda benar! 

Namun apakah itu semata-mata untuk menjegal dirinya untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (GBI) untuk kali kedua?  

Bila itu jawaban Anda, maka Anda salah TOTAL! 

Ikutilah teori konspirasi berikut ini yang Mas Kopdang susun dengan penuh semangat membabi buta.

Indikasi pertama

Seorang peraih penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden SBY beberapa waktu yang lalu, Burhanuddin Abdullah (BA), diperlukan upaya terkoordinasi berbulan-bulan untuk menggiringnya menjadi TERSANGKA. Harus menjadi berita sebuh berita yang heboh, fokus utama dan dipergunjingkan semua pihak. 

Maka, ketika Tersangka dilekatkan pada diri BA diperlukan waktu yang tepat. Jumat, 25 Januari 2008 sebetulnya BA sudah menjadi tersangka, namun belum dikeluarkan statusnya kepada publik dikarenakan pemberitaan yang tidak akan maksimal. Jumat adalah week end.  

Padahal untuk melakukan penggiringan opini massa diperlukan penguatan isu terus menerus dan mendapatkan perbesaran volume seiring perbincangan di antara masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu dilakukanlah “penundaan pengumuman”. 

Sialnya, Soeharto meninggal dunia tanpa meberikan pengumuman terlebih dahulu. Dan itu pasti akan meneggelamkan berita hangat yang lama telah disusun KPK dengan “pihak misterius”. 

Oleh karenanya praktis hingga Senin sore, berita ini masih aman tersimpan dalam freezer KPK. Dan ketika kemudian Senin sore diumumkan, maka masyarakat yang sudah tak lagi melihat Soeharto sakit, karena telah dikebumikan, maka topik bahasan yang dapat menggantikannya adalah Gubernur Bank Indonesia menjadi TERSANGKA!  

Heboh, kaget, marah, bersyukur, bingung dan memang itulah yang diharapkan.  

Indikasi Kedua

Penetapan status tersangka yang dilakukan pada Senin sore, 28 Januari 2008 hanya berselang 3 minggu dari batas akhir SBY menyerahkan 3 nama calon Gubernur Bank Indonesia yang baru.  Mengapa? Apakah ini adalah salah satu cara menjegal BA menjadi GBI kembali? Inilah pengarahan opini yang lumayan ciamik dan keren. Justru para pihak misterius menginginkan kita mengarah pada pendapat seperti itu.  Namun sejatinya bukan itu. Karena masalah ini hanya merupakan tujuan antara dari sebuah grand design yang lebih dahsyat. 

Teori Konspirasi ala Kopidangdut

Pertama

Pemilu 2009 merupakan sebuah langkah awal menapaki Pemilihan Presiden Republik Indonesia. Siapa yang tidak ingin menjadi presiden? Mas Kopdang saja mau, namun nanti di tahun 2024!  

Calon kuat bermunculan dan masih merupakan muka-muka lama. Megawati, Wiranto, Akbar Tanjung, dan Jusuf Kalla. Sedangkan muka baru muncul bak meteor: Bang Yos. Bukan Mas Yos atau Bang Joss! 

SBY berlatar belakang militer, begitu pun dengan Wiranto dan Bang Yos. Oleh karenanya, untuk menghadapi para sesepuh militer, SBY akan mencari pendamping sipil namun yang tidak ngeyelan dan tidak banyak tingkah seperti pendampingnya saat ini. JK sudah terlalu membuat lelah untuk dijadikan pendamping SBY. 

Maka SBY dan Partai Demokrat mencari figur sipil yang kuat, berintegritas, praktis berpotensi membawa massa banyak atau setidaknya tidak dibenci massa serta paling penting adalah dapat diterima oleh masyarakat Internasional.  

Maka, bukanlah Bakrie atau Dien Syamsudin yang akan dijadikan RI-2, namun siapa seorang sipil yang ahli ekonomi dan telah berkelindan dalam hiruk pikuk konstelasi perekonomian kapitalistik global saat ini.  

Ya! Dialah Burhanuddin Abdullah, Gubernur Bank Indonesia, peraih Bintang Maha Putra Utama, peraih Cntral Banker of The Year, berkawan luas dari komunitas Nahdiyin hingga ICMI. Akademisi maupu praktisi. Singkat kata, SBY menginginkan BA-lah sang RI-2 nantinya! 

Kedua

Lalu, mengapa BA dijegal dalam pemilihan GBI nanti….? 

……………bersambung….

tulisan terkait:

+ pledoi BA

+ 4 manusia Indonesia

+ Three Musketeers and Batak Conflict

7 pemikiran pada “Di Balik Kelambu Pemilu 2009

  1. besok saya sambung… Insya Allah.
    Bukan masalah skandal Bank Sentral apalagi sekadar skandal jepit.
    Namun, ada pembelajaranpolitik bahwa etika dalam memperjuangkan “kepentingan dan kekuasaan” juga tetap harus dipegang teguh.

    Bila tidak, kita sekadar kroco murahan yang membingungkan kawan maupun lawan.. :D

  2. Ping-balik: Gosip Lurah Kopidangdut « Mas Kopdang

  3. Ping-balik: Antara SBY, Burhanuddin, Soeharto dan Aulia Pohan dan Konferensi Anti-Korupsi di Bali. « kopidangdut

  4. Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!

    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam

    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)

    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad

    CP: Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555

    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya. (^_^)
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s