“Kita ngumpul lagi yuk…” surat menyurat singkat (sms) itu saya baca. Segera saya meneruskan (forwarding) kepada teman-teman seangkatan jaman kuliah dulu. Salah satu yang dikirimi segera membalas sms saya:
“Ngajak Mr BlackBerry jg? Males! Pasti ngmong gdget mulu n’ cbuk imel2an..”.
Ya. Ada teman saya, yang terkenal sebagai Mister BlackBerry karena setiap ditemui, sengaja-tidak sengaja, dalam setiap kesempatan, dirinya sibuk sendiri memandangi dan memeluk erat disertai pijit-pijitan dengan berbagai tombol qwerty BlackBerry.
Parahnya selain jarang memandang ke arah kita, Ia sekalinya mengajukan obrolan, selalu masalah henpon teranyar, PDA terbaru kumplit dengan harga dan speknya.
Saya sendiri terkadang bingung, Ia berkerja di lawfirm atau roxy?
![]()
BlackBerry adalah perangkat telekomunikasi dari RIM (Research In Motion) asal Kanada. Produk ini menjadikan akses email semudah sms.
Saking mudahnya, dengan penggunaan “tanpa batas” (unlimited) pengguna akan kecanduan pesan singkat, akses pelayanan Yahoo messenger, GoogleTalk, serta BlackBerry Messenger yang mengakibatkan penggunanya chatting tiada henti selama 24 jam.
Maka berlomba-lombalah pengguna mendaftar pada milis-milis dan mengumpulkan alamat email sebanyak-banyaknya untuk melakukan percakapan tiada henti. Pengguna BlackBerry akan keranjingan dan tanpa mengenal waktu terus menerus berkomunikasi dengan counterpart-nya di belahan BlackBerry lain.
Tahap inilah yang disebut CrackBerry.
Di Prancis, menurut Harian Bisnis Indonesia, Pemerintah secara resmi melarang jajaran menteri da aparatnya untuk menggunakan BlackBerry sebagai sarana komunikasi dikarenakan risiko intelejen.
Sikap yang lebih tegas dilakukan oleh Pemerintah Kanada, negara asal muasal BlackBerry yang mengatur secara khusus untuk membatasi penggunaan BlackBerry bagi warga negaranya.
Dalam artkel tersebut juga diceritakan bahwa seorang Bos berandai-andai bahwa bila ada anak buahnya yang meminta fasilitas BlackBerry, maka bos tersebut akan serta-merta segera mengabulkan permintaan itu. Alasannya adalah, menurut bos tersebut, karyawannya dengan meminta BlackBerry berarti siap untuk berkerja dan dihubungi selama 24 jam tanpa jeda.
Kalau saya ditanya: “Mas Kopdang sendiri gimana, pakai BlackBerry-nya udah kebangetan?”
Saya balik tanya: “ Lha,… memang saya punya?”

hualah kang, padahal sekarang ini saya lagi nyari nyari blackberry huehehehehe
hihihi…kynya emang namanya new gadget *selalu* bikin addicted klo ga gengsi klo ga up-2-date..cuma…klo mang ga perlu2 amat..ngapain dipaksain..???
kalo di milis namanya autisberry… hihihihi
saya pake tuh, disuruh bos sih emang… awalnya sebel, tapi lama-lama nagih. kalo ngga bawa bb kemana-mana kayak orang bingung.
tapi kalo lagi kumpul ma temen-temen sih si bb ngga nongol. jadi saya ngga masuk kategori “autis” seperti temen Mas itu… hehehehe
temen oom kopdang payah sih, kagak bisa ngebedain antara waktu berkumpul dgn manusia dan kapan berautis ria. btw, blackberry ini kalau dibandingkan pda biasa, payah banget. karena dia cuman handal buat milisan yg seabrek abrek dan chatting non stop 7 x 24. lha cuman 200 rb je pakai xl
untungnya saya cuman masih naksir dan belon punya duit buwat bli…
seconnya 2 juta dapat lho mas, buat yg tipe 8700. kalau langganannya apn blackberry sekitar 200 rb an di indosat atau xl. udah bebas ngenet, chatting, 7×24, dan digebrak ratusan email dari berbagai milis tiap hari. itu sebabnya penggunanya pada jadi autis [crackberry]
Ping-balik: Dilema Blackberry « besar pasak, DARIPADA KENTANG
Ping-balik: kopdang.com: Blackberry Storm « Mas Kopdang
Asik lho mas pake blackberry kalau udah coba pasti suka. Lagi mau ganti BB Bold,
saya mau jual blackberry 8310 Merah baru pake 3 bulan mau dijual Rp 3.950Jt kalau minat dan liat photonya ada di www. blackberryku.co.cc Thanks mas numpang iklannya.
Gimana Kalau Ud Punya