Arsip

Arsip untuk April, 2008

Nasionalisasi Kopidangdut

April 30, 2008 Mas Kopdang 11 komentar

Nasionalisasi. Mantra putus asa bangsa tak berdaya.

 

Nasionalisasi ExxonMobil

Nasionalisasi Chevron

Nasionalisasi Royal Dutch Shell

Keuntungannya untuk Subsidi BBM

 

Saya melihat tulisan itu pada potongan kardus yang dijadikan alas poster. Pada kertas yang ditempel pada jerigen kosong yang terikat pada karet. Situasi yang menggambarkan sebuah unjuk rasa. Kesemuanya itu saya lihat pada halaman pertama Koran Jakarta (yang hingga 28 Juli masih Rp1000 itu).

  Read more…

Tari Pusar Kopidangdut

April 29, 2008 Mas Kopdang 10 komentar

Maka, mengapa Sadie, sang penari perut asal Winconsin itu jauh lebih baik dari pada penari yang lahir dan besar di Timur Tengah? Tarian lenggak-lenggok yang ditiru di Indonesia namun dicekal di mana-mana.

 

Sadie emang jagonya. Itu yang bikin aku terus latihan belly dance sepulang ngantor…masalah artis yang dicekal karena liukannya, ah, itu tiruan yang aneh, Kop. Yang asli gak gitu. Ada hal prinsip yang kudu dijaga. Bila bagian atas tubuh kita gerak, maka bawah harus “still”. Diam pada porosnya. Begitu pun bila bawah yang sedang main, maka atas harus sabar untuk diam. Inilah prinsip yang harus dijaga..”

 

Telpon yang tadi kuangkat sudah pada tahap liukan senja. Entah mengapa, aku dan dirinya tiba pada pembicaraan mengenai liukan tubuh. Obrolan seperti apa sih yang pantas di kala senja sedang meradang. Menciptakan romantisme dadakan dan hati yang rawan.

Read more…

Obat Favorit Kopidangdut: Salep Kulit Cap 88

April 27, 2008 Mas Kopdang 15 komentar

Jaman dulu, ketika sinetron belum merajalela dan radio masih duduk terhormat di singgasana hiburan warga, iklan yang sering muncul di antara sandiwara radio dan berita RRI Nusantara adalah salep kulit cap 88, yang berkoar-koar dapat mengatasi panu, kadas dan kurap Ente’…

Read more…

Keluarga Kopidangdut

April 18, 2008 Mas Kopdang 21 komentar

William Forrester, peraih Pulitzer Prize dalam film Finding Forrester yang diperankan Sean Connery, selalu mengenakan kaus kaki terbalik. Alasannya: kesalahan mendasar pembuat kaus kaki adalah jahitannya yang di dalam, membuat kaki saya terasa sakit..”.

Ya. Kaus kaki indah di luar, semrawut di dalam. Seperti buah kedondong.

Read more…

Jin Beringin Kopidangdut

April 17, 2008 Mas Kopdang 10 komentar

Dalam momen hening,… suasana meditatif,… djroning alam palimunan ing pasaban saben sepi,… Goenawan Mohamad bertutur bahwa dalam suasana solitude itulah Ratu Kidul menghampiri sang pertapa, Panembahan Senapati.

 

Karena, dalam keadaan itu empati berbicara.

 

Begitu pun mungkin yang sedang dialami seorang Sri Baginda Burhanuddin Abdullah beberapa hari ini di tahanan Mabes Polri. Jika perlu sembari menyalakan cerutu, dirinya bertatap wicara dengan sang Khalik :

“Apalagi gerangan yang Engkau anugerahkan kepada hambaMu ini?”

 

Read more…

Demokrasi Kopidangdut

April 16, 2008 Mas Kopdang 8 komentar

dari warna-warni dot net

 

Demokrasi itu “menopause masyarakat barat”. Sebuah idea yang ditawarkan selepas revolusi. Sebuah istilah yang dinasbihkan Baudrillard.

 

Lalu apakah kita mau menjalankan masa-masa menopause itu? Gairah yang hilang dimakan usia?

Read more…

Dia Kopidangdut

April 15, 2008 Mas Kopdang 14 komentar

Senja yang membiru datang lagi. Bukan senja keemasan seperti biasanya yang kusaksikan lewat jendela kantorku. Awan berarak, layang-layang terbang di sekitar Monas, dan lampu taman berpendar, membuat efek-entah apa namanya-yang membikin aku sendu.

 

Padamu.

 

Senja yang sepi. Hanya deru mobil, tawa klakson dan suasana kantor yang menyeramkan. Senyap.

 

Aku di sini mengingatmu.

Read more…

Gegar Budaya Kopidangdut

April 14, 2008 Mas Kopdang 6 komentar

sajian musik dari ring1 dan brantas...

Di manakah- di jaman kayak gini- -ente semua bisa bicara budaya sampai jam empat pagi, ngudad-ngudud, ngombe kopi, dan ngomong tentang negeri kopidangdut sak penakmu..? Yang saya maksud adalah di Jakarta sini. Ya. Di kota simbol menara gading kapitalisme global ini.

Mungkin BHI bisa memberi tempat, nongkrong beralaskan marmer Italia tapi akan lebih asyik bila yang ente sambangi adalah kehidupan malam dalam Kenduri Cinta. (soalnya ane belum pernah kongkow bareng di BHI jumat malem.)

Berlangsung tiap jumat malam di Taman Ismail Marzuki. Seperti 11 April kemarin. Digawangi oleh Cak Nun. Bah Surip dan Ndang sebagai aikon. Namanya: Kenduri Cinta.

Read more…