Dalam momen hening,… suasana meditatif,… djroning alam palimunan ing pasaban saben sepi,… Goenawan Mohamad bertutur bahwa dalam suasana solitude itulah Ratu Kidul menghampiri sang pertapa, Panembahan Senapati.
Karena, dalam keadaan itu empati berbicara.
Begitu pun mungkin yang sedang dialami seorang Sri Baginda Burhanuddin Abdullah beberapa hari ini di tahanan Mabes Polri. Jika perlu sembari menyalakan cerutu, dirinya bertatap wicara dengan sang Khalik :
“Apalagi gerangan yang Engkau anugerahkan kepada hambaMu ini?”
***
Seorang Achmad Deni Danuri, President Director Center for Banking Crisis, hari ini menunjukkan sesuatu kepada kita, lewat Media Indonesia:
“Ketika pertama kali kabinet SBY dibentuk, maka clash antara Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk pertama kalinya mencuat secara nyata. Pada saat itu, Menteri Keuangan bersama rombongannya mendatangi dan memberikan pelajaran tentang moneter kepada Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah.”
Lanjutnya: “Menarik mencermati pertemuan itu karena pada akhirnya justru Burhanuddin-lah yang lebih tepat dalam memproyeksikan inflasi yang bakal terjadi dengan mengajari kepada Menteri Keuangan dan rombongannya tentang realitas moneter yang ada di Indonesia.
“Jelas bahwa kejadian itu bukan kejadian yang pertama dan bukan juga kejadian yang tidak penting karena terbukti doktor lulusan ekonomi Amerika Serikat ternyata belum tentu paham dengan fenomena ekonomi Indonesia.”
***
Entahlah, apakah Gedung Koperasi Kopidangdut, yang memang semenjak dulu berdekatan dengan dan dinaungi pohon beringin tua yang lebat, mulai kembali diusili setan penunggu pohon itu?
Semenjak pohon itu, – konon katanya– banyak ditunggui arwah gentayangan dan jin dari Tanah Sulawesi, telepon di Koperasi sering berdering sendiri. Ketika diangkat tak ada suara terdengar, yang ada hanya keluar asap putih membungbung ke udara dan membentuk tanda panah: ke atas atau ke bawah.
Bila tidak dituruti dengan kenaikkan atau penurunan bunga pinjaman koperasi sesuai tanda yang digambarkan asap, Jin made in Sulawesi itu akan merasuki salah satu pegawai koperasi — hingga kejang-kejang dan kesurupan – lalu berteriak dengan lantang:
“ GRUP KAMI MAU EKSPORRRRR, TURUNIN DONK NILAI RUPIAHNYA…..!”
Pertanyaannya: “Siapakah Jin itu?”…
jin dan jun kali…
sebagai kuncen kopicangcut, tentunya sampeyan sudah mengantongi jawabannya
tunggu aja tahun depan mas kopdang, tahun 2009 nanti kabarnya pohon beringin bakal digusur, ga tau ntar kalo nantinya malah ada banteng gila yang ngamuk disitu. mudah-mudahan aja ntar mesjid yang didiriin di ya. oya mas kpdang smunda crb jg ya?, ntar kasih info ya kalo ada bukaan gaweaan di tempat mas kopdang.
ntar dulu mas…tanya ma pakde GOOGLE dulu…siapa yah jin itu?
ekspor bukannya rutin tiap hari. bukan kejadian yg hanya terjadi setahun tiga kali, kan ? jadi ingat waktu kerja di pabrik yg ngurusi 1200 kontainer tiap bulan …
oh jin itu toh
huahahaha….
awas mengko kena sp…
Saya Burhanudin Abdullah menyatakan bahwa… sehubungan anda sudah mengritik pimpinan Anda sendiri, maka dengan ini saya jatuhkan SP 3 kepada Anda…!!!… (modar kowe…)
Karakter rupiah kita itu seperti karakter hujan. Selalu turun. Jadi ya maklum saja. Kalau saja berkarakter air mancur, ya lumayan. Naik dulu kemudian turun.