Kembang Setaman

Kembang meranggas tanda kemarau
berharap mati layu di musim salju
Badan kami lemas suara makin parau
berharap o Bapak o Ibu yang baru

(pojok monas 22 Mei 2008 07.49 WIB)

Bila berminat silahkan diteruskan.

10 Tanggapan to “Kembang Setaman”

  1. ntar siang mo nylametin ga? kopdar yuk **halah**

  2. Ya, Om..
    ngasih selamat buat BA..!
    dan bikin wanti-wanti buat Pakde Boed..supaya gak kepleset

  3. tentang apa nih pantun nya???
    mampir ah………..

  4. Tentang Mas-mas Mahasiswa yang dari kemaren bolak-balik bundaran BI hingga Istana Negara, mereka teriak-teriak dan katanya sih boleh saja BBM NAIK, asal ada yang TURUN..
    “Biar seimbang gitu Lohhh..” :lol:

  5. SlempitanJempolKaki™ Balas Mei 22, 2008 pada 1:33 pm

    Oh ibu dan bapak,

    Jika minyak jadi engkau naikkan
    Sudah saatnya kuda di kandang dipanaskan
    Taman kota dihijaukan
    Mungkin bisa bikin Jakarta lebih dingin dan nyaman

    Toh, di jaman Majapahit pun demikian
    Kuda kuda berseliweran
    Tlepong kuda bertebaran
    Tinggal baunya yang gak karuan!!

  6. itu ibu sama bapak nya siapa ya ?

  7. @ Putradi

    Anak bangsa…

  8. sik..sik… ini negeri mana dulu…musimnya kok pake kemarau, tapi juga salju. prpaduan tropis dan subtropis?

  9. bukan..!
    perpaduan negeri ceringis dan menangis.. :lol:

  10. yang penting…
    gag nyerah…!!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 491 pengikut lainnya.