Kembang Setaman This entry was posted on Mei 22, 2008, in Budaya, indonesia, negeri cinta, selingan, tanah air and tagged bapak baru, ibu baru, kembang setaman. Bookmark the permalink. 10 Komentar Kembang meranggas tanda kemarau berharap mati layu di musim salju Badan kami lemas suara makin parau berharap o Bapak o Ibu yang baru (pojok monas 22 Mei 2008 07.49 WIB) Bila berminat silahkan diteruskan. Rate this:Share this:TwitterFacebookSurat elektronikCetakLike this:SukaBe the first to like this post.
Tentang Mas-mas Mahasiswa yang dari kemaren bolak-balik bundaran BI hingga Istana Negara, mereka teriak-teriak dan katanya sih boleh saja BBM NAIK, asal ada yang TURUN.. “Biar seimbang gitu Lohhh..” Balas
Oh ibu dan bapak, Jika minyak jadi engkau naikkan Sudah saatnya kuda di kandang dipanaskan Taman kota dihijaukan Mungkin bisa bikin Jakarta lebih dingin dan nyaman Toh, di jaman Majapahit pun demikian Kuda kuda berseliweran Tlepong kuda bertebaran Tinggal baunya yang gak karuan!! Balas
sik..sik… ini negeri mana dulu…musimnya kok pake kemarau, tapi juga salju. prpaduan tropis dan subtropis? Balas
ntar siang mo nylametin ga? kopdar yuk **halah**
Ya, Om..
ngasih selamat buat BA..!
dan bikin wanti-wanti buat Pakde Boed..supaya gak kepleset
tentang apa nih pantun nya???
mampir ah………..
Tentang Mas-mas Mahasiswa yang dari kemaren bolak-balik bundaran BI hingga Istana Negara, mereka teriak-teriak dan katanya sih boleh saja BBM NAIK, asal ada yang TURUN..
“Biar seimbang gitu Lohhh..”
Oh ibu dan bapak,
Jika minyak jadi engkau naikkan
Sudah saatnya kuda di kandang dipanaskan
Taman kota dihijaukan
Mungkin bisa bikin Jakarta lebih dingin dan nyaman
Toh, di jaman Majapahit pun demikian
Kuda kuda berseliweran
Tlepong kuda bertebaran
Tinggal baunya yang gak karuan!!
itu ibu sama bapak nya siapa ya ?
@ Putradi
Anak bangsa…
sik..sik… ini negeri mana dulu…musimnya kok pake kemarau, tapi juga salju. prpaduan tropis dan subtropis?
bukan..!
perpaduan negeri ceringis dan menangis..
yang penting…
gag nyerah…!!!