Seimbang

Hidup itu seperti sekotak coklat, kata emaknya Forrest Gump.

“Life’s a box of chocolates, Forrest. You never know what you’re gonna get.”

Ada juga yang bilang kalau hidup itu sekadar rehat minum. Lain lagi yang berpendapat bahwa hidup itu adalah perjuangan. Bagi saya hidup itu seperti balon. Mengkilat, menarik namun getas. Terlalu kencang bisa bahaya, terlalu lembek malah tidak menarik. Harus pas. Proporsional. Seimbang.

Bicara soal seimbang, balon itu volume udara yang terkandung di dalamnya selalu tetap, kecuali balon karbitan dan balon yang bocor. Bila kita pencet satu sisi, maka akan mengelembung di sisi lainnya. Tekan sana, muncul sini. Pletot sini, mumbul sana. Volume yang tetap, hanya bentuknya yang akan acakadut.

Sama halnya dengan permainan jungkat-jungkit anak TK. Satu naik-maka yang satu turun. Kecuali ada anak TK yang obesitas, hanya mampu menikmati jungkat-jungkit dengan lawan dua temannya lain yang berbadan ceking. Ada lawan yang sepadan. Itu yang dibutuhkan.

Merokok pun harus ada lawannya, yaitu api. Rokok tak nikmat tujuh turunan bila di ujungnya tak tersulut api, mau sampai kempot pun. Rokok rupanya perlu api, walau itu mengahabisinya. Demonstran butuh lawan yang mendengarkan. Mana ada mahasiswa yang nekat teriak-teriak hingga turun berok, bila dia berdiri menghadap laut, kecuali menurutnya ratu kidul telah menaikkan BBM semena-mena.

Bila ada kawan, maka biar hidup kita seimbang  carilah lawan. Dengan catatan lawan kita sepadan. 

Begitu pun situasi pri kehidupan manusia Indonesia, dengan segala gundah-gulananya. Bila memang harga-harga harus naik tanpa kecuali dan susah diturunkan, maka sebaiknya kita mencari sesuatu yang memang bisa diturunkan.

Maka dengan prinsip seimbang, maka kenaikan harga harus diimbangi dengan penurunan Bapak-bapak itu. Tak usah saya tunjuk siapa dia.

Makan bakso sama emak di pinggir kali
kok rasanya pedas khas sambal melayu?
Ah Bapak kalau memang minyak naik lagi
Apa boleh buat ane’ ajak Bapak turun yuk.. 
:D

11 Tanggapan to “Seimbang”

  1. Ada yang bilang BLT kali ini sekali turun langsung dirapel Rp. sejuta..
    Lha, itu BLT apa sogokkan Pemilu 2009? :shock:

  2. demo menghadap laut bwakakakkakakkak, ide bagus mas buat materi pendidikan calon orator :D

  3. SBY rugi lah namanya hancur gara gara naikin BBM. Eh, jadi naik gak sih ..:p

  4. Hehehe. Empet sama bpk2 itu sih ok. Tapi klo disuruh turun, atau turun sendiri seenaknya spt bpk itu kemarin, apa gak saru, yak? Lalu, klo mreka yg semangatnya ngemplang itu yg kemudian naik, apa gak bakal lebih serem lagi yak?

  5. BLT?? saya rasa ini konyol, kayak tukang obat yang nyebarin penyakit, lalu ngejual obat penawarnya (eh bukan ngejual ding, memberi… biar dikira pahlawan, oh kacau!!!).

  6. dulu ada iklan (obat nyamuk?) yang bilang, “kingkong elu lawan!” :D

  7. duh forest gum .. nice movie tuh ! bikin kesan yang mendalam ..

  8. kalo Bapak udah turun, trus apa?

  9. ayo ganti presiden sekolah…

  10. maksudnya ngajak turun (berok)????

  11. @ rx

    rx? Rasanya Xemriwing..? :P

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 491 pengikut lainnya.