Kerja

 

Kerja keras. Kerja tuntas dan Kerja Ikhlas.

Salah satu pimpinan di kantor ane pernah ngomong begitu.

 

Lha bukannya sekarang lebih ngetrend kerja cerdas. Not work hard, but Work Smart.

 

Gombal !…

Bagi ane kerja keras itu jauh lebih manfaat. Dengan kerja keras tubuh, jiwa, pikiran bisa konsentrasi pada satu pekerjaan. Jalinan konvergen dalam tubuh. Ndak terpencar-pencar. Ndak disambi-sambi. Ada usaha. Ada keringat. Ada upaya naik kelas.

 

Lha kerja cerdas juga kan asyik..!

 

Lebih asyik kerja tuntas. Kerja yang menyiratkan hasil. Selain orientasi proses dengan kerja keras, tentunya juga kita kudu nikmatin hasilnya. Tuntas. Tuntas atau tidak sama sekali. Setengah-setengah, ke laut aje… Berbeda makna namun spiritnya sama dengan jargon anak-anak MBA Harvard Business School. Kita menjadi buldoser atau jalan raya. Yang berkuasa atau yang tertindas!

 

Lalu kerja ikhlas? Itu mah klise. Ente gantian yang gombal!

 

Bukan!  Bukan itu..! Ikhlas itu berarti tulus. Pasrah. Bukan semata-mata latar-belakang ibadah. Justru latar belakang “kewajiban yang harus dituntaskan” diterima dengan sebaik-baiknya. Mendarah-daging. Bahwa kewajiba adalah sebuah keniscayaan manusia dewasa. Persis apa yang dikatakan Nicolas Cage di film “Weather Man”.

 

Mudah itu tak ada dalam dunia orang dewasa.”

 

Lalu ikhlas itu untuk apa? Ikhlas itu ya untuk keihlasan itu sendiri. Kondite bagus? Bukan urusanku. Dianggap pandai? Hanyalah bonus. Karir melesat? Kalau terganjal, apa gak stress..?

 

Ah, ngomong doang…! mana buktinya..?

 

Hahahaha. Lumayan. Langkah pertama itu ya baru bisa ngomong. Urusan pelaksanaan itu urusan masa depan.

:lol:

 

 

3 Tanggapan to “Kerja”

  1. sekarang jaman kerja pintar.. karena sudah terlalu banyak tenaga kerja nganggur yang siap kerja keras dengan bayaran secukupnya.. sehingga kompetisi di bidang ini bisa menghilangkan nyawa pekerja itu sendiri… namun kerja pintar pun bukan hanya milik orang pintar saja, banyak pekerja keras yang sekarang menjadi pekerja pintar..

    jadi untuk sukses di masa kini.. tidak cukup hanya memiliki salah satu dari etos kerja tersebut.. harus keduanya.. kerja keras secara pintar atau kerja pintar dengan keras..

    no easy money my friend..

  2. Bagaimana jika kerja smart?

  3. Kerja kadang2 jadi kejar. Ngejar kadang2 masih lebih enak drpd dikejar2. Yg terakhir ini anane mung kemrungsung.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 491 pengikut lainnya.