Arsip

Arsip untuk Desember, 2008

Tidak Ada Yang Menarik..?

Desember 22, 2008 Mas Kopdang 5 komentar

 

//www.chkennedystudios.com/images/Sunset_of_a_Beautiful_Life.JPG

dari http://www.chkennedystudios.com/

 

 

Maaf, beberapa hari ini hidup terasa sangat menarik, sehingga sayang untuk dilewatkan dengan ngeblog barang semenit-dua menit.

Maaf, sepertinya hidup ini makin menarik saja dan seksyih, maka ngeblog makin sulit untuk dijenguk, apalagi untuk dipupuk dan disiram, seperti biasanya.

Maaf, tentunya Anda pun masih memiliki kehidupan yang harus dilakoni, dihadapi dengan sepenuh jiwa raga, maka tak perlu lah berlama-lama di depan layar komputer Anda.

:P

“Oh iya, Selamat Hari Ibu ya…”

>>> Menjelang pergantian tahun, apakah ada rencana Anda yang belum terlaksana..?

SENSE OF URGENCY

Desember 17, 2008 Mas Kopdang 6 komentar

 

panic(Bergegaslah mencapai tujuan!)

Oleh: Sylvia Damayanti Amril (@)

Urgen..! Kata sakti yang langsung membuat seorang pekerja bergegas mengerjakan perintah tersebut. Pekerjaan lain ditinggalkan dan dengan berkonsentrasi penuh menyelesaikan tugas yang menduduki prioritas utama.

Urgen berarti mendesak untuk diselesaikan. Beberapa hal mudah diidentifikasi sebagai sesuatu yang mendesak. Tugas-tugas dengan tenggat waktu sempit, bayangan atasan yang menagih tugas, mudah sekali dikamuflasekan dalam frame mendesak.

Urgen dalam artian yang lebih luas, tidak hanya berkutat dengan pekerjaan short term. Ia bukan bersifat reaktif namun bersifat antisipatif, melihat suatu risiko jangka panjang dan peluang kesuksesan menengah-panjang. Urgen yang jangka pendek membuat cepat kehabisan tenaga, karena adrenalin yang terpacu lebih karena kepanikan, bayangan akan kesalahan dan limpahan amarah yang tidak tersalurkan. Sementara, urgen yang jangka panjang menstimulasi daya kreasi dan passion, karena tergerak oleh imbalan manfaat di masa depan.

Silahkan jawab pertanyaan  ini:

Apa cita-cita Anda? Apa yang akan Anda kerjakan pada 5 tahun dari sekarang. Akan jadi apa Anda? Dimana Anda akan berada?

Masih belum terbayang? Jika demikian, berarti sense of urgency dalam diri Anda belum dibangkitkan. Anda belum menemukan suatu tujuan yang berharga untuk dicapai.

Tipsnya, pecahlah bayangan diri Anda dari 5 tahun ke depan, menjadi 1 tahun ke depan. Memecah tujuan utama menjadi tujuan-tujuan jangka pendek lebih mudah dibayangkan sehingga kesuksesan terasa riil apabila tercapai.

Desak dan doronglah diri anda melampaui zona kenyamanan. Bahkan seorang yang berintelektual tinggi  akan sulit untuk melihat peluang sukses apabila telah terbutakan dengan status quo.  Krisis global yang mendera analog seperti sebuah turbulensi. Ia demikian limbung, sulit diprediksi sehingga kita tidak dapat lagi tinggal di menara gading dan bekerja ala konvensional, sesuai apa yang terberi dan membiarkan pola rutin dan kebiasaan terlalu lama mengendap.  Buka seluruh panca indera untuk menampung masalah-masalah yang ada dan mencari tahu orang-orang yang mampu bertahan dalam krisis global.

Tetapkan program-program riil yang wajib Anda lakukan dan kegiatan-kegiatan yang sayang Anda lewatkan untuk mencapai tujuan jangka pendek. Bangunlah setiap pagi dengan menetapkan tujuan kecil Anda sepanjang satu hari ke depan. Dan tidurlah setelah Anda me-review manfaat yang anda peroleh dengan melakukan kegiatan sepanjang 1 hari yang telah dilewati (terutama manfaatnya bagi tujuan jangka panjang). Anda akan surprais dengan efek menetapkan tujuan sebagai bahan bakar semangat untuk bekerja.

Ketiga, bergaulah dengan orang-orang yang “tepat”. Tetapkan prioritas untuk berada di dekat orang-orang yang dikagumi, orang-orang yang anda rasakan dapat dijadikan contoh dari kesuksesan dibandingkan berada ditengah-tengah orang yang hobi menggerutu, pesimis dan yang sekedar bermalas-malasan.  Berada ditengah orang yang pesimis dan apatis justru melelahkan karena ia seperti spons yang menyerap semangat anda. Lain halnya ketika anda bergaul dengan orang-orang yang menginspirasi, kilauan semangatnya justru membuat anda tambah berkilau, memberikan pencerahan akan alternatif cara untuk mencapai tujuan. 

Keempat, selalu mendokumentasikan tujuan, program dan keberhasilan Anda. Gunakan blog, diary, personal file dll yang mudah anda akses kembali ketika semangat anda menurun dan perlu direcharge kembali. Jangan mengandalkan memori anda yang terbatas, karena memori mudah terbias dan cenderung selektif dalam mengingat.   

Bangkitkan terus sense of urgency agar kebiasaan tidak menggerogoti semangat hidup.  Hanya diri sendiri yang mampu berselancar di arus perubahan dan menjadi pribadi yang tidak mudah limbung terkena arus.

@ Guesblogger  Blog Mas Kopdang

 

Golput Terancam Haram

Desember 13, 2008 Mas Kopdang 19 komentar

 

pks

Terkadang, kita bicara lantang kepada orang lain, sejatinya adalah penegasan untuk diri sendiri belaka. Itulah yang terjadi pada PKS, Partai Keailan Sejahtera.

Partai Keadilan jaman tahun 1999 gak banyak dapet suara, sehingga karena ada aturan threshold minimum kalau gak salah 2,5 persen yang mana partai tersebut ndak boleh ikut Pemilu selanjjutnya (tahun 2004).

Mungkin karena waktu itu saya milih PUDI, Partai Uni Demokrasi Indonesia yang digagas oleh Sri Bintang Pamungkas.

:P

Lalu, karena mereka masih berniat (suci) ingin ikut memperbaiki “system” lewat dalam, maka mereka puter otak di tahun 2004 untuk ikut Pemilu dengan cara mendirikan partai baru (yang sebenernya lama), dengan menambah embel-embel “Sejahtera”.

Sehingga namanya menjadi: Partai Keadilan Sejahtera.

Biar semakin “eye catching”, diberi pulasan warna “golkar” sebagai latar beakang bendera partai. Ya. Bukankah kuning masih identik dengan Golongan Karya?

Ah, ndak tentu kok ya. Kuning pada bendera partai mereka lebih menunjukkan kemakmurannya. Kesejahteraannya. Tidak lagi sekadar adil dan tidak adil. Hitam dan putih.

Tak dinyana! Tahun 2004 adalah momentum yang sangat berarti bagi partai ini. Suara terkumpul banyak dan masuk jajaran partai yang “sangat” diperhitungkan karena “citra bersih-nya dan anti KKN..”. Padahal saya waktu itu Golput.

:P

Wakil mereka di DPR jadi banyak.hingga 45 anggota DPR-RI. Jumlah ini adalah jumlah terbesar ketujuh. Hanya satu tingkat di bawah PKB. Bahkan mantan Ketua Partai, Hidayat Nur Wahid berhasil menjadi Ketua MPR-RI.  Bung Anis pun menjadi penggerak Fraksi.

Bagi sebagian kalangan, merubah system ketatanegaraan dan kehidupan politik yang selanjutnya membangun neger, lewat “dalam”, dengan ikut dalam system adalah manjur. Hal ini berbeda dengan Hizbut Tahrir yang tetap kokoh menjadi oposan tanpa bermain. Sealalu berada di luar system.

Lalu, masyarakat mulai (makin) percaya dan yakin akan partai yang didominasi anak muda ini. Pergerakaan awal mereka dari kampus-ke kampus membuahkan hasil. Pilkada pun mereka kuasai. Buktinya? Jawa Barat dipimpin oleh Gubernur dari PKS. Juga daerah Sumatera Utara.

MULAI NYELENEH…

Tapi entah mengapa tiba-tiba PKS membuat ulah. Menarik perhatian dengan cara instant. Bikin iklan heboh dengan menyertakan Suharto, mantan Presiden RI yang masih saja menjadi “senjata politik” bagi semua kalangan, sebagai kandidat yang disebut Pahlawan.

Masyarakat kaget. Namun ada yang biasa-biasa saja menanggapinya.

Justru yang lebih seru justru reaksi dari kalangan “dalam” partai. Selain kecewa dengan anggota partai yang dianggap mulai “kurang amanah” saat menjalankan posisinya sebagai anggota dewan, yang desas-desusnya memiliki mobil impor sekelas Bentley, padahal kader partai masih banyak yang hidup dengan serba kekurangan, kemunculan strategi baru untuk menggandeng pemilih suara mengambang, dengan lebih berusaha inklusif, menjadi bias dan membingungkan.

Mereka menilai, PKS mulai nyeleneh dan hanya memikirkan kekuasaan. Bahkan gosip miringnya, PKS terbelah menjadi 2 kubu: Faksi Keadilan dengan gaya lama dan konservatif dengan tetap menjalankan prinsip Islam, dan Faksi Kesejahteraan yang mengusung gaya moderat, baru, yang berusaha merangkul massa dan merubah wajah PKS menjadi lebih modern dan “ramah”.

Bagi sebagian kader PKS yang berasal dari Faksi Keadilan, mereka mulai unjuk gigi dan protes dengan mengancam untuk GOLPUT. Mereka lebih menyukai gaya lama: solid di dalam dan menjadikan partai sebagai media dakwah, tanpa embel-embel kekuasaan yang membelenggu dan meracuni itikad baik nan tulus.

USULAN NGAWUR

Tifatul tentu saja uring-uringan. Dia juga manusia. Mau donk ngicipin jadi anggota dewan yang terhormat. Bahaya bila penggembosan partai justru muncul dari dalam. Kayak firewall, tangguh dari serangan luar, namun getas bila diserang dari dalam. Seperti telur. Sejatinya getas. Praaak..! pecah deh…

Maka usulan orang uring-uringan itu ngawur. Tifatul sedang tidak memakai topi PKS, tapi sebagai Pribadi (yang pingin sukses), maka dibuatlah usulan baru yaitu Fatwa haram bagi Golput.

:lol:

Aha.. Bila iya diwujudkan, berarti bagi kaum perokok, nantikan sahabat baru anda, para Golput yang bernasib sama: Warga Haram..!

:P

Emang ane’ pikirin..!

Artikel terkait:                                                           

http://www.detiknews.com/read/2008/12/13/183038/1053191/10/tifatul-cocok-dengan-hidayat

http://www.detiknews.com/read/2008/07/24/165503/977356/10/hidayat-serukan-tolak-golput

http://www.detiknews.com/read/2008/12/13/162002/1053164/10/pengharaman-golput-meninabobokan-parpol-dan-penyelenggara-pemilu

baca juga inihttp://guhpraset.wordpress.com/2008/12/13/pks-mui-gus-dur-fatwa-haram-golput/

 

BlagBligBlugBlegBlog

Desember 11, 2008 Mas Kopdang 10 komentar

Boleh ndak sih kalau kita ngeblog itu tujuannya buat pamer kepintaran kita merangkai kata? Biar masyarakat luas ngerti dan kenal bahwasanya bukan cuma Goenawan Mohamad, Bondan Winarno, Seno Gumira Adjidarma atau Mahbub Junaedi yang jago bikin essay , tapi juga “saya”. Atau setidaknya orang menyadari bahwa GM sudah punya calon penerus.

 

Eitss, bukan saja boleh dikatakan pandai merangkai kata, malah hendak disebut intelektuil sekaligus filsuf. Juga dapat bonus berniat menjadi orang yang tulisannya “berpengaruh” dan dapat “menggerakkan” pembaca. Pokoknya dasyat lah..! Boleh gak sih..?

 

Boleh-boleh saja khan? Toh siapa sih yang tahu apa motif kita repot-repot menulis, bayar sewa akses, menunggu komentar, hingga berharap syukur-syukur ditautkan dalam tulisan blogger lainnya.

 

Atau justru kita adalah pengidap altruisme akut. Pro bono. Non profit. Cuma berbagi. Titik. Bukan mau cari iklan, SEO, statistik sampai efek keartisan. Jiwanya separuh malaikat-setengah lagi nabi. 

 

Ah, saya ndak seperti itu. Saya tergolong orang seperti yang saya paparkan di awal itu kali ya? Suka bicara banyak, bahas ini-itu, pamer analisis A-B sampai Z, sok penyair hingga pengamat politik gadungan. Jangan-jangan itu hanyalah salah satu penyaluran dari sifat latah saya yang sudah terjangkiti penyakit “ingin terkenal-ingin dikenal”.

 

Sama halnya seperti artis film, seperti pejabat negara, atau seperti pelawak.

:P

 

Sampai pajang foto, tulis profil, hingga pengalaman potong kuku pun disampaikan, kejadian kepleset di kamar mandi diceritakan, lobang telinga gatel pun merasa penting diketahui banyak orang.

 

Atau malah menjadi hamba statistik, yang mendompleng isu paling hot dan banyak diperbincangkan orang. Ada kasus artis si A sedang bermasalah, maka dipostinglah urusan itu. Ada cerita mengenai perhelatan akbar yang bikin banyak korban jiwa dan sudah disampaikan harian berita nasional  sehingga bikin heboh masyarakat luas, pun ditulis untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

 

Blog menjadi arena pacuan kuda. Persis kaya pembagian rapor jaman dulu. Siapa yang peringkat pertama. Siapa yang menjadi murid tauladan. Siapa yang selalu mendapat juara.

 

Toh blog memang masih merupakan “barang relatif baru” yang ujudnya masih terus dibentuk, dan belum ketahuan, pada akhirnya akan “lebih kuat” untuk menjadi apa bagi siapa dan bagaimana bisa?

 

Mumpung blog masih jadi barang “serba bisa”, maka saya sangat senang memperlakukannya dengan semena-mena., tergantung pada  mood berdasarkan tanggal: Tua atau Muda…

 

:P

 

>>> Nah, kalau anda, para blogger, apa sih yang ingin anda capai dari blog anda?

images

Categories: Blog Kopidangdut Tag:,

Bahasa: Alat Tukar Makna?

Desember 10, 2008 Mas Kopdang 6 komentar

lingua

 

Bahasa rupanya terus bersalin rupa. Penggunaan ejaan baku dan ajeg dapat disalurkan lewat tulisan rapi jali Ndoro Badudu, Paman Tyo atau Mas Momon.

 

Lumayan, bila berkenan anda bisa berkesempatan menengok beberapa kosakata lewat esai-esai yang dibuat mereka.

 

Namun, bahasa juga adalah transaksi makna. Terkadang harga yang terlalu tinggi dengan daya beli masyarakat pembaca yang belum sampai bisa menggagalkan proses jual-beli makna. Maka terkadang diperlukan juga sebuah keterangan lanjutan.

 

Apakah anda terbiasa mendengar kata: alegori, mafela, lesap, lumpang, lengas? Tanyakan saja artinya pada yang bersangkutan.

 

Itu lah bahasa. Terkadang yang terdengar asing sebenarnya adalah milik kita dan yang kita kenal baik, ternyata adalah sesuatu yang “tidak tepat dari kaca mata bahasa baku”.

Kita sudah terlalu terbiasa menggunakan bahasa pasar dan bukan bahasa ruang percobaan. Kita terbiasa mengimpor, tidak lumrah mengkaji.

 

Apa boleh buat. Kita hidup di tengah-tengah pasar dengan penghuni dengan berbagai bekal yang dibawa.

 

Dapat dibayangkan bila anda masuk pasar becek dan membawa segepok kartu kredit? Atau justru anda membeli seperangkat tata suara Bose, segenggam telepon pintar BlackBerry dan sepasang sepatu Tod’s di Senayan City dengan segepok uang lusuh dan seember uang receh hasil jerih payah anda keliling mempertunjukkan topeng monyet dua tahun tanpa jeda?

 

Tapi tenang saja, karena Van Oephuisen, Poerwadarminta dan J.S Badudu masih mencari penerus sekaligus pembaharu jalan yang mereka rintis. Bahasa pasar maupun bahasa kampus, semuanya layak dijadikan alat tukar makna, tergantung di mana anda sekarang berada.

 

:P

Non Smoker Pro Smoker

Desember 9, 2008 akokow 7 komentar

dad

Saya tidak merokok namun teman-teman saya ada juga yang merokok dan saya tidak pernah keberatan dengan itu. Sejak banyak peraturan yang membatasi dan mendiskriminasi para perokok, saya jadi bertanya-tanya, benarkah perokok itu public enemy nomer 1.

Tentu saja tidak. Kalau saya jawab iya jangan-jangan gak boleh ngeblog di sini lagi =D Di tengah asap knalpot kendaraan, polusi pabrik di mana-mana, dan sebagainya, saat kita bilang, “Jangan merokok di sini.” sebenarnya kita bilang, “Asap polusi dari kendaraannya gak kecium gara-gara ada yang merokok.”

Jadi sebelum melarang orang merokok, atau bahkan mendenda mereka, pikirkan dulu penyebab polusi yang lebih parah dari rokok. Asap kendaraan, polusi pabrik, sampah, dan berbagai polutan lainnya. Kasihan para petani tembakau, kalau semakin jarang orang yang merokok. Kasihan para model rokok, kasihan para penonton sepakbola.

Tapi aturan atau tanpa aturan, saya yakin para perokok jalan terus. Bukan begitu?

Categories: 1077890

TEBORARA : Cara Belajar Yang Menyenangkan Bagi Anak-Anak Kita…

Desember 8, 2008 Mas Kopdang 8 komentar

banner-teborara21

Acara tipi saat ini sudah tidak aman bagi anak-anak. Isinya sulit untuk dikatakan sebagai sajian bermutu. Kotak ajaib yang dulu dianggap sebagai sarana hiburan bagi seluruh keluarga, sekarang hanya dapat menjadi hiburan entah bagi siapa.

TPI, Televisi Pendidikan Indonesia, sudah berubah total. Padahal, kalau tidak salah ingat, justru aalnya diijinkan mengudara sebagai salah satu alternative media pembelajaran yang berisi kurikulum anak sekolah. Cuma ada satu sinetron di TPI waktu itu: “Kedasih”. Sekarang? Wah, jangan ditanya deh…

:(

berbagi-tebobuku

Alternatif lanjutannya adalah televisi berlangganan. Ada stasiun televisi khusus anak seperti Cartoon Network, Disney, Baby TV dan beberapa stasiun khusus anak lainnya. Lebih baik memang, tapi bagaimana dengan biayanya? Menguras kantong..! Juga jalinan ceritanya yang kurang mengurat-akar dengan budaya Nusantara.

Maka, sekelompok anak kreatif Indonesia yang dimotori oleh Mas Eko dan Mbak Kanty yang sedang tugas belajar di negeri Jerman mencoba memberikan tawaran lain bagi kita, para orang tua Indonesia : TEBORARA. Aaal katanya dari “Teater Boneka Rame-Rame..”. 

:P

Dalam blog tersebut tersedia buku anak-anak yang bisa diakses dan diunduh gratis. Penuh dengan warna-warni, kesukaan anak-anak kita.

Hebatnya pada blog tersebut juga disediakan tayangan yang mudah ditonton karena sudah mereka tautkan dengan layanan YouTube. Ini pun gratis tentunya. Tinggal klik..!

Cerita dalam berbagai kisah disajikan dengan sederhana namun merangsang anak-anak kita untuk mengetahui berbagai hal, belajar untuk mengenal dan mencintai dunia buku, juga diceritakan berbagai nilai budi pekerti, tanpa harus menggurui karena metoda yang dilakukan adalah melalui cerita dengan tokoh berbagai karakter hewan layaknya fabel.

Sungguh memikat..!

Maka, ketika layanan koneksi internet semakin murah, kondisi televisi yang makin tidak nyaman dan aman bagi anak-anak kita, maka kungjungilah blog mereka, tak ada salahnya bukan..? 

Unduh sebanyak-banyaknya cerita maupun video dengan berbagai ragam cerita dengan  (tersedia)  versi dua bahasa sebagai media baru sekaligus cara baru dalam belajar yang menyenangkan bagi anak-anak kita…

Bagaimana?

Ayo kita ke Teborara..!

NB:

Chic, mbok ya Vio daripada harus ikut belajar kopdar sama mbok-bapake, ya mending  diceritakan saja kisah dalam Teborara…Juga buat Mbak Evi, Papabonbon, Bu Latree dan blogger sekaligus orang tua yang masih merasa sayang abisss sama anak-anaknya…

:P

 

eh, Ndoro masih punya precil ndak sih..?

:D

Kopdar Jakarta: We Are Friends, online/offline

Desember 7, 2008 Mas Kopdang 2 komentar

 

kopdarjakartabanner

Ada banyak cara merayakan dan memaknai hidup di Ibukota. Salah satunya lewat pergaulan kita.

 Itu lah rupanya salah satu upaya para blogger terus mengikatkan diri dalam suatu komunitas besar: Kopdar Jakarta.

Berbeda dengan komunitas-komunitas blogger lainnya, komunitas ini lintas batas identitas. Siapa saja boleh turut serta, asalkan siap menanggung akibatnya: inbox yang meluber kemana-mana.

 

Awalnya saya kira, komunitas ini akan menciptakan komunitas baru seperti cahandong, angina mamiri dan sebagainya, dengan ikatan kuat para blogger yang tinggal dan mencari sebakul nasi di Ibukota. Ternyata tidak..! Blog ini tidak menciptakan aggregator seperti BHI, juga ruang berkreasi secara penuh seperti Cah Andong.

 

Komunitas ini lebih menunjukkan keakraban baik di darat maupun di udara. Hip-hip Hura. Lebih banyak “pentungan”, cekakakcekikik, janjian, sarana menghibur diri, dan guyonan tiada henti.

 

Atau saya yang salah..?

 

Tapi sejatinya mungkin inilah yang lebih dibutuhkan dalam menghadapi ritme ibukota. Manusia yang bergegas. Manusia yang tak pernah alpa mencari eksistensi diri.

 

Dengan cara berbagi, adalah suatu muslihat yang tepat untuk terus menyiasati problem ibukota. Susah-senang yang penting nggaya. Gembira-sedih yang penting bicara. Masalah berguna atau tidak, toh setidaknya masih ada yang mau bebagi.

 

Silahkan anda simak blognya. Dan daftarkan diri anda dalam milist-nya yang buka siang malam, gak ketulungan…

 

:P