
Saya tidak merokok namun teman-teman saya ada juga yang merokok dan saya tidak pernah keberatan dengan itu. Sejak banyak peraturan yang membatasi dan mendiskriminasi para perokok, saya jadi bertanya-tanya, benarkah perokok itu public enemy nomer 1.
Tentu saja tidak. Kalau saya jawab iya jangan-jangan gak boleh ngeblog di sini lagi =D Di tengah asap knalpot kendaraan, polusi pabrik di mana-mana, dan sebagainya, saat kita bilang, “Jangan merokok di sini.” sebenarnya kita bilang, “Asap polusi dari kendaraannya gak kecium gara-gara ada yang merokok.”
Jadi sebelum melarang orang merokok, atau bahkan mendenda mereka, pikirkan dulu penyebab polusi yang lebih parah dari rokok. Asap kendaraan, polusi pabrik, sampah, dan berbagai polutan lainnya. Kasihan para petani tembakau, kalau semakin jarang orang yang merokok. Kasihan para model rokok, kasihan para penonton sepakbola.
Tapi aturan atau tanpa aturan, saya yakin para perokok jalan terus. Bukan begitu?


Desember 9, 2008

Author Info
loh larangan itu kan bukan melarang orang merokok, tapi melarang orang untuk merokok di tempat tertentu, yang pastinya bebas polusi seperti rumah sakit, sekolah, tempat-tempat yang banyak oran berkumpul dan ndak merokok …
bukannya kalo mau merokok dipinggir jalan yang penuh asap polusi itu malah diperbolehkan, iya toh?
*kasian amat yaks paru-paru-nya, sudah lah menghirup asap polusi, eh dibolongin nikotin pulak*
mwahahahahahahahahah
*komen dari mantan perokok*
Aaah… Setidaknya baik asap polusi maupun asap rokok sama2 mengganggu…
ah perokok mah anti larangan ini-itu, dokter aja dilawan hahaha
yang masih saya pertanyakan…kenapa klo pas jama kita SMP SMA yang ngrokok itu dicap sebagai anak nakal, rebell gt pokoknya, tapi kalo dah cukup umur malah dianggap lumrah…apakah rokok harus dijadikan patokan ????
Aaaah, nggak penting banget sih mikirin ini! rokok lah, polusi lah, mending pikirin dulu tuh gimana caranya memberantas korupsi dan kemiskinan!
…emang manusia itu cuma bisa mikirin dan ngurusin satu-satu ya? multitasking dong!
Mau merokok ya silahken. Asal tidak mengganggu orang lain dengan asapnya aja. Saya mah asertif misal terganggu, “Mas, tolong rokoknya dimatikan ya, saya pusing kalo menghirup asap rokok.”
Hwuahaha, seneng deh liat ekspresi orang itu : antara merasa bersalah dan dongkol – karena dilarang2 padahal lagi enak –
Kalo ce ke co sih biasanya mereka maklum (yang ngrokok di tempat umum kan MAYORITAS co). Tapi kalo co ke co, bisa berakhir dengan gontok2an tuh.
*yang.bersyukur.karena.suami.tidak.merokok
Merokok ato tdk merokok tergantung dr pribadi masing2. Saya benci sekali ma asap rokok, mengganggu bgt. Walopun begitu, pacar saya perokok. Yah mau bgmn lag, selagi dia ga ngerokok depan saya, wadehel.
*jd curhat colongan gini
*yg.sebel.ma.asep.rokok