SENSE OF URGENCY

 

panic(Bergegaslah mencapai tujuan!)

Oleh: Sylvia Damayanti Amril (@)

Urgen..! Kata sakti yang langsung membuat seorang pekerja bergegas mengerjakan perintah tersebut. Pekerjaan lain ditinggalkan dan dengan berkonsentrasi penuh menyelesaikan tugas yang menduduki prioritas utama.

Urgen berarti mendesak untuk diselesaikan. Beberapa hal mudah diidentifikasi sebagai sesuatu yang mendesak. Tugas-tugas dengan tenggat waktu sempit, bayangan atasan yang menagih tugas, mudah sekali dikamuflasekan dalam frame mendesak.

Urgen dalam artian yang lebih luas, tidak hanya berkutat dengan pekerjaan short term. Ia bukan bersifat reaktif namun bersifat antisipatif, melihat suatu risiko jangka panjang dan peluang kesuksesan menengah-panjang. Urgen yang jangka pendek membuat cepat kehabisan tenaga, karena adrenalin yang terpacu lebih karena kepanikan, bayangan akan kesalahan dan limpahan amarah yang tidak tersalurkan. Sementara, urgen yang jangka panjang menstimulasi daya kreasi dan passion, karena tergerak oleh imbalan manfaat di masa depan.

Silahkan jawab pertanyaan  ini:

Apa cita-cita Anda? Apa yang akan Anda kerjakan pada 5 tahun dari sekarang. Akan jadi apa Anda? Dimana Anda akan berada?

Masih belum terbayang? Jika demikian, berarti sense of urgency dalam diri Anda belum dibangkitkan. Anda belum menemukan suatu tujuan yang berharga untuk dicapai.

Tipsnya, pecahlah bayangan diri Anda dari 5 tahun ke depan, menjadi 1 tahun ke depan. Memecah tujuan utama menjadi tujuan-tujuan jangka pendek lebih mudah dibayangkan sehingga kesuksesan terasa riil apabila tercapai.

Desak dan doronglah diri anda melampaui zona kenyamanan. Bahkan seorang yang berintelektual tinggi  akan sulit untuk melihat peluang sukses apabila telah terbutakan dengan status quo.  Krisis global yang mendera analog seperti sebuah turbulensi. Ia demikian limbung, sulit diprediksi sehingga kita tidak dapat lagi tinggal di menara gading dan bekerja ala konvensional, sesuai apa yang terberi dan membiarkan pola rutin dan kebiasaan terlalu lama mengendap.  Buka seluruh panca indera untuk menampung masalah-masalah yang ada dan mencari tahu orang-orang yang mampu bertahan dalam krisis global.

Tetapkan program-program riil yang wajib Anda lakukan dan kegiatan-kegiatan yang sayang Anda lewatkan untuk mencapai tujuan jangka pendek. Bangunlah setiap pagi dengan menetapkan tujuan kecil Anda sepanjang satu hari ke depan. Dan tidurlah setelah Anda me-review manfaat yang anda peroleh dengan melakukan kegiatan sepanjang 1 hari yang telah dilewati (terutama manfaatnya bagi tujuan jangka panjang). Anda akan surprais dengan efek menetapkan tujuan sebagai bahan bakar semangat untuk bekerja.

Ketiga, bergaulah dengan orang-orang yang “tepat”. Tetapkan prioritas untuk berada di dekat orang-orang yang dikagumi, orang-orang yang anda rasakan dapat dijadikan contoh dari kesuksesan dibandingkan berada ditengah-tengah orang yang hobi menggerutu, pesimis dan yang sekedar bermalas-malasan.  Berada ditengah orang yang pesimis dan apatis justru melelahkan karena ia seperti spons yang menyerap semangat anda. Lain halnya ketika anda bergaul dengan orang-orang yang menginspirasi, kilauan semangatnya justru membuat anda tambah berkilau, memberikan pencerahan akan alternatif cara untuk mencapai tujuan. 

Keempat, selalu mendokumentasikan tujuan, program dan keberhasilan Anda. Gunakan blog, diary, personal file dll yang mudah anda akses kembali ketika semangat anda menurun dan perlu direcharge kembali. Jangan mengandalkan memori anda yang terbatas, karena memori mudah terbias dan cenderung selektif dalam mengingat.   

Bangkitkan terus sense of urgency agar kebiasaan tidak menggerogoti semangat hidup.  Hanya diri sendiri yang mampu berselancar di arus perubahan dan menjadi pribadi yang tidak mudah limbung terkena arus.

@ Guesblogger  Blog Mas Kopdang

 

6 pemikiran pada “SENSE OF URGENCY

  1. Jadi teringet kebiasaanku kalo nyerahin nota ke direksi pasti dkasih stempel URGENT. Jadi cepet aja disposisinya. He2 . . . Tp te2p professional alias bener.

  2. Sepakat untuk tips ketiga. Rasanya exhausted ketika berada di antara orang negatif. Solusi saya waktu itu : semakin gila baca blog demi menemukan teman-teman yang optimis, selalu belajar hal baru, dan saling berbagi ilmu. Hehe..

    Untuk tips keempat, sekedar menambahkan, dreambook seringkali bermanfaat. Ia membantu kita untuk memvisualisasikan apa yang benar2 kita inginkan dalam hidup. Tapi sayang, saya jarang bertemu orang yang memiliki dreambook.

    *Koreksi bu SDA, memori kita sangat tidak berbatas. Hanya saja, memang yang ada di kesadaran berbatas dan selektif. Sisanya, disimpan di bawah sadar. Makanya ada hipnosis sebagai metode untuk memancing ingatan2 bawah sadar agar naik ke kesadaran (CMIIW)

  3. “…akan sulit untuk melihat peluang sukses apabila telah terbutakan dengan status quo.” Gw banget tuh kalimat. Lebih tepatnya mungkin bukan terbutakan, tapi terabunkan, sebab memang belum betul-betul buta. Trims…udah ngingetin untuk terus mencapai sesuatu yang dicita-citakan.

    Salam kenal

  4. Ping-balik: Visi yang Melompati Resolusi: Permainan “Membunuh Masa Depan” « kopidangdut

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s