Yangon

traffic without bike

cityloft

airport

british style building

hotel

monhingha a breakfast menu

nursery school

boyoke market or scolt market

myanmar girl

cuma yang ganteng yang boleh mejeng

inside of yangon airport

#lupa syairnya, cuma ingat fotonya..#

:P

8 pemikiran pada “Yangon

  1. Nah ini yang membingungkan…padahal Garuda Indonesia sudah mbela-mbelain beli Airbus biar di cabut izin terbang ke Eropanya, dan beli Boeing 737-NG biar boleh ke Amerika. Tapi kalo sesama BUMN aja nggak mau pake Garuda (kecuali ada larangan terbang juga ke Yangon atau ke Negara non-Eropa lainnya), sampe kapan ya Garuda bisa ngalahin SQ lagi kayak tahun 60 & 70-an dulu…?
    Kebetulan beberapa waktu yang lalu, ane dapet kesempatan nyobain business classnya Airbus Garuda yang baru dan kebetulan juga ngobrol sama pejabat Garuda yang duduk disebelah. Ane tanyakanlah kebingungan ini. dan kata mereka memang ini sangat sangat membingungkan.
    Orang Indonesia kalo mau naik Garuda selalu minta Diskon tapi Rela naik SQ yang (pastinya) Lebih mahal cuma gara-gara Garuda nggak mau ngasih diskon…
    Aneh…

    • Saudara Sadar pemegang kertu KrisFlyer?

      Kalau ane masih GFF, Garuda frequent flyer.

      Itu sudah membuktikan bahwa kami cinta garuda. Di dada kami masih garuda, Bung..

      Nah, untuk perjalanan dalam negeri, kami selalu memakainya.

      Lalu untuk apa pakai SQ?

      Bung Sadar tentulah mengerti bahwa Changi itu sekadar transit.

      i.e: ke Myanmar (baca Yangoon) diperlukan sambungan dr Changi yaitu Silk Air, notabene adalah anak usaha SQ.

      Maka, untuk apa susah payah naik turun bagasi untuk ganti pesawat bila Garuda tidak mampir ke Yangon.

      Dapat dipastikan rekan2 ane yg Bung Sadar temui itu mestinya punya destination yg tak diampiri garuda, dan kebetulan dengan SQ semua dapat dijalankan hingga titik akhir.

      Percayalah, Darah yang mengalir masih merah seperti sang merah putih, coba cek perjalanan antar pulau ke seantero nusantara, pakai apa kami semua..

      Soal diskon atau bukan, itu bukan ukuran utama, Bung.

      Ngomong-ngomong kalau naik di business dapet bonus pramugari yang mental-mentul makyus kah? :)

  2. Nah ini yang membingungkan…padahal Garuda Indonesia sudah mbela-mbelain beli Airbus biar di cabut izin terbang ke Eropanya, dan beli Boeing 737-NG biar boleh ke Amerika. Tapi kalo sesama BUMN aja nggak mau pake Garuda (kecuali ada larangan terbang juga ke Yangon atau ke Negara non-Eropa lainnya), sampe kapan ya Garuda bisa ngalahin SQ lagi kayak tahun 60 & 70-an dulu…?
    Kebetulan beberapa waktu yang lalu, ane dapet kesempatan nyobain business classnya Airbus Garuda yang baru dan kebetulan juga ngobrol sama pejabat Garuda yang duduk disebelah. Ane tanyakanlah kebingungan ini. dan kata mereka memang ini sangat sangat membingungkan.
    Orang Indonesia kalo mau naik Garuda selalu minta Diskon tapi Rela naik SQ yang (pastinya) Lebih mahal cuma gara-gara Garuda nggak mau ngasih diskon…
    Aneh…

    nb: bukan mau menggugat orang BI karena naik SQ ya…kalo BI yakin deh pasti nggak minta diskon ke Garuda,hihihihihi….

  3. Bung Kopdang, ane juga GFF, udah platinum lagi ;) , bukti cinta sama Garuda nih….
    Standard pramugari Garudalah Bung…tuir-tuir…hehehhehe…..nggak kayak pramugari SQ yang langsing2 pinggangnya dan kalo ngambil makanan sambil jongkok, selalu ngasih bonus extra.
    Makanya kalo naek SQ pasti SELALU milih Aisle, kalaupun dapet window, selalu pura- nggak bisa nyalain entertainment system, wakakakakakakakakakaka

  4. Ping-balik: Inggris Yang Arogan « kopidangdut

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s