Ane Gak Golput Lagi

jk_wiranto

Beruntunglah ane nyang milih pria kecil berkumis dan bersuara lantang: JK.

Yap. Gara-gara si Ciprut, anak ane’ ngikut ke TPS dan nunjuk angka tiga, dengan sukarela ane milih JK.

Makin mujur lagi ketika JK dapet posisi terakhir, tandanya mental oposisi masih boleh hadir karena pilihan ane kalah jauhhhhhh.. :)

***

Dulu jaman pemerintahan Bapak Soeharto, Pemilihan Umum dikasih tag line LUBER alias Langsung Umum Bebas dan Rahasia.

Tapi entah kenapa sekarang luber tak berkumandang lagi, maka dari itu ane gak segen untuk ngaku kalo tanggal 8 Juli kemaren nyontreng JK.

Kasian ia. Lha, itung-itungannya yang bener ia minimal dapet 20 prosen suara dengan asumsi minimal 14% dari Golkar dan 8% dari Hanura, tapi andaikan hasil hitung cepat mendekati hasil KPU nanti, maka tiada lain selain pengkhianatan kader Golkar untuk memilih ketuanya sendiri.

Namun bisa juga dibalik, Golkar berjalan sendiri tanpa dukungan kader Hanuranya Pakdhe Wir.

Semua serba mungkin.

;)

***

Apa boleh buat, memilih partai memang gak mesti milih Presiden. Entah mengapa ane gak pernah sreg untuk milih lelaki gagah yang santun.

Ane pun sejatinya gak doyan-doyan amat sama JK. Hanya saja di antara 3 pilihan, ane menilai JK paling “mending”.

Itulah pulitik demokrasi. Yang kalah kudu nrimo dan yang menang sebaiknya jangan terlalu jumawa.

Kalau harus SBY yang melanjutkan peran kepemimpinan ya kita tunggu saja apa yang akan ia koreksi dan ia perbaiki.

Toh, mesin birokrasi masih itu-itu juga. Kalau tidak ada keteladanan yang mengagetkan dan bikin aparatur pemerintahan berjalan apa adanya, negeri ini masih terus kalah dari bangsa lain.

Kudu ada gebrakan yang menggugah selera. Semua komponen bangsa, dari mesin, ban, spion, klakson dan interior yang kompak sejalan.

Kompak bukan berarti slalu satu swara. Kompak juga bisa diartiken dengan satu tujuan. Rela mengalah demi kepentingan yang lebih mangpaat dan hakiki.

Sebetulnya JK cocok untuk urusan ini. Sayang seribu sayang, masyarakat kebanyakan lebih doyan tokoh Bima yang gagah perkasa atau gantengnya mirip Arjuna, dibandingkan tokoh yang penuh ide seperti Yudhistira.

Kalau untuk SBY, 100 hari bulan madu tak pikir tak perlu lagi, lha doi pan uda mimpin, jadi gak ada cerita penyesuaian.

***

Usulan mentri juga sebaiknya jangan kayak bagi pizza.

Milih mentri jangan sesuai sumbangsih partai, walau itu adalah sulit untuk dihindari.

Bila berani, mentri kudu punya energi mimpin departemen, bukan semata-mata utusan parpol.

Menteri kudu lebih lihai dibanding Dirjen. Jangan mau dikibulin dan hobinya ngabisin anggaran demi program kerja yang gak jelas dan efektifitasnya diragukan.

Bikin ukuran kinerja dengan jelas kalau perlu pakai Balance Scorecard semuah, masing-masing individu jelas tugas pokoknya.

Tapi jangan sampai juga kerja pokoknya adalah “pokoknya kerja”.

Pegawai kudu dilecut untuk tidak merasa selalu di zona empuk nan nyaman. Senioritas gak jaman lagi. Siapa yang mampu, ia yang duduk di situ.

Jangan lupakan juga urusan pengembangan pendidikan manusia Indonesia.

Monas boleh dibom, istana negara rata dengan tanah, jakarta hancur lebur diserang musuh. Asalkan manusia Indonesia adalah manusia tangguh dan berpendidikan optimal, maka Indonesia tetap akan cepat bangkit.

Manusianya. Manusianya. Manusianya.

Harus ada sinergi antara akademisi, pemodal dan pemerintah dalam membangun negeri.

***

Oke lah, JK biar merenung, siapapun yang tak memilih dua, kudu nerima.. Bahwa semuanya ini demi Semesta Indonesia dan anak cucu keturunan kita..

Jakarta, 8:29:51 AM

****************************

Rio Wardhanu

Y!M : wardhanu@yahoo.com

gTalk : kopdang@gmail.com

****************************

4 pemikiran pada “Ane Gak Golput Lagi

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s