Suasana Magis Bulan Puasa

Entah mengapa, di malam pertama menjelang berpuasa, suasananya selalu saja asing. Kantor senyap, sejak sebelum Maghrib pegawai beramai-ramai pulang lebih cepat dari biasanya. Saya, bersama yang tertinggal merasakan suasana magis, entah apa.

Kembali, siklus berulang. Coba memasuki bulan penuh ujian, beberapa tahun terakhir selalu dihiasi suasana saling memohon maaf. SMS isinya senada. BBM isinya juga sama. GTalk tak jauh beda.

Bukan bersikap nyinyir apalagi skeptis, justru perasaan senang bercampur “asing” yang masih saja menhinggapi. Kantor sepi, jalanan sepi, dan suasana hati menjelma menjadi rawan.

Perasaan sok sentimentil, atau entah apa namanya. Solitude?

Atau kah suasana yang tanpa disadari didramatisir oleh keadaan, bahwa semuanya tak lagi bisa diumbah. Seluruhnya mulai kembali ditata, ditahan dan jika perlu dikurangi.

Menahan hawa napsu, yang dari sononya sudah ada, harus kita kekang. Makan dan minum menjadi terlarang. Apalagi cuci mata yang gak jelas hukumnya.

“Bukankah wilayah abu-abu jauh lebih berbahaya karena tak jelas mana batasannya. Apakah membuat batal, atau sekadar bonus di kala lapar dan dahaga berkuasa..”

Mungkin sudah waktunya semua harus disadari selalu butuh kendali. Pengendalian diri, pengendalian hati, dan seluruh kendali-kendali lainnya atas fitrah kehendak bebas kita sebagai manusia.

Bebas bukan berati tanpa batas.

Saat ini, saya sedang berada di atas 502. Melaju membelah ibu kota.

Suasana magis justru makin terasa.
Wajah-wajah senyap, yang mungkin tak sabar akan menyambut datangnya kesucian yang tak nisbi. Kesucian yang berhak direnggut oleh siapapun untuk meraih penundukkan jiwa, dihadapan penciptanya.

Malam ini, malam penuh daya pikat. Asing, suka cita bercampur senyap.

Magis.

Jauh lebih senyap dibanding malam dengan bulan menghiasi di atas kuburan.

Jauh lebih terasa kudus, dibanding malam seribu bulan.

Tentunya: bagi saya.

“Akhir kalimat: Selamat meraih kemanusiaan Anda. Buktikan bahwa Anda jauh lebih bermartabat dibandingkan nafsu-nafsu yang biasanya membelenggu di setiap waktu..”

(Salam hangat dari 502. Tn Abang-Kp Melayu.)

Salam,

8 Tanggapan to “Suasana Magis Bulan Puasa”

  1. selamat menjalankan ibadah puasa :)

    • @sam
      Sama-sama ya Bung..

  2. wah bang kopdang, ga takut kecopetan di 502 bb-an? hehehe.
    anyway, happy fasting. :)

    • Justru asyik bb-an gak ada yg dicopet..
      :)

  3. selamat berpuasa kang

  4. Met menjalankan ibadah puasa mas Kopdang :) semoga ibadah puasa ente diterima Allah SWT, AMIN

    • Terima kasih mbakyu..
      :)

  5. Salam kenal mas??
    Slamat berpuasa yah?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 491 pengikut lainnya.