Bundar Bulat Itu Ibu Saya

Jika diperhatikan, bentuk tubuh ibu saya makin bulat saja. Alhamdulillah.

padahal setahun yang lalu, beliau masih agak kurusan, pasca operasi tulang belakang dan dipasang semacam pen dari titanium di ruas tulang belakangnya.

Sebelum operasi, Untuk sholat harus duduk, sujud mana bisa. Tidur harus pakai kasur keras, bahkan pakai triplek, agar selama tidur tulang belakangnya tidak menekuk.
Kata dokter ruas keberapa dari tulang ekornya remuk. Akibat penuaan dan kecelakaan di tahun 2002.

Untung saja Ibu saya mau dibujuk untuk operasi tulang belakang. dipasang pen, dengan penanganan dokter syaraf, dokter tulang dan dokter lainnya. Saya tidak tahu pasti dokter apalagi yang ikut menanganinya.

Sekarang, sholat bisa sewajarnya, bahkan renang pun sudah bisa seperti apollo, ulang alik kesana kemari tanpa henti. Tapi tetap saja, tulang sepuh harus tetap dijaga. belia masih disangga sabuk kesehatan yang dibeli di Ungaran sana, dan harus banyak istirahat.

Efek lain pasca operasi ia menjadi kembali pada hobi lamanya: ngemil dan ngemol. maka,…

yang bulat dan bundar itu adalah ibuku.
bukan hanya topi saya…

Sent from my iPad

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s