Saya adalah salah satu contoh jenis manusia yang diuntungkan dengan pengetahuan. Pengetahuan adalah kekuatan. Salah satu caranya adalah dengan sekolah, dan yang termudah: “membaca”.

dan ketika saya berkeluarga, salah satu hal yang menurut saya menjadi hutang adalah “memberikan pengalaman asyiknya membaca kepada anak”. Menularkan kebiasaan membaca seperti agak sulit. Anakku tidak pernah melihat Bapaknya membaca. Saat saya pulang kerja, anak sudah lelah dan ingin segera masuk ke kamar tidur. Beda dengan zaman Bapak saya dulu dan ibu saya yang masih bisa melakukan ritual “membaca koran pagi dibaca sore hari”. Saya menyaksikannya sendiri. Saya tertular.

Maka, ketika ada kesempatan, dimanapun itu, saya selalu menyarankan bahwa membaca adalah suatu keasyikan tiada tara. Tapi tentu saja saya endak akan sporadis menyatakan itu. alih alih tertular, malah antipati dengan membaca.

Ada satu tempat di daerah Kemang Timur yang cukup lumayan untuk menyendiri, sembari membaca buku, menulis, atau diskusi, namanya Reading Room.
Tapi tempat itu, bagi saya, bisa menjadi wahana bagi anak-anak kita mengenal asyiknya membaca, sembari melakukan kegiatan lain. makan, minum, menonton film, dan lain sebagainya. Semuanya ternyata bisa dilakukan.

Tentu saja, yg terbaik adalah membaca tanpa disambi. Tapi semuanya, pelan-pelan saja.
Sent from my iPad