Ada yang hari Jumat ada yang hari Sabtu. Saya memilih Jumat saja. 
Alasan kenapa Jumat, saya pun tidak terlalu ngeh. Cuma satu: Saat itu anak saya libur sekolah. Diliburkan lebih tepatnya. Jadi dengan sepakat dimulai ibadah puasa hari jumat membuat kami, sekeluarga, dapat puasa bersama.
Bagi yang memulainya hari Sabtu, pun tak apa. Kami tidak mempermasalahkannya.
Nah, bagaimana dengan tradisi bermaaf-maafan di awal bulan ramadhan, bahkan sebelum jelang Ramadhan. Sepertinya hal ini makin lumrah dan sering dilakukan. pulsa hape cepat habis, karena membalas yang seperti ini. Atau lewat BBM di hape blekberi. Ini pun menarik, bagi saya ini kebiasaan baru belum lebih dari 10 tahunan. Dahulu, bermaaf-maafan ya saat akan lebaran.
Tapi mungkin ini unsur lokalitas ibadah di Indonesia ya.
Awal puasa yang berbeda, lebaran juga biasanya berbeda. Juga tata cara terawih, dan lain sebagainya. Sungguh nikmat jika kita memegang teguh cara masing-masing tanpa perlu dan tanpa merasa punya hak untuk menghakimi bahkan memberikan komentar yang justru akan mempersulit perasaan dan situasi hubungan personal.
Kapan pun puasanya,
“Mohon maaf lahir dan batin ya.. Semoga ibadahnya dilancarkan dan tidak menjadi sia-sia”.