Dahulu, ayah saya selalu menggunakan daihatsu zebra untuk pergi kemana-mana. jika tak salah ingat zebra keluaran tahun 1988 tersebut ia beli di tahun 1993 dengan harga Rp.7juta. Sebelumnya ayah saya selalu menggunakan vespa.
saya masih ingat bagaimana vespa begitu membuat anak kecil bahagia. saya berdiri di sisi depan vespa, menantang angin, melihat ke depan, tegak, menyenangkan, dan masuk angin.
vespa cukup mumpuni untuk keluarga dengan dua anak kecil yang kebetulan lelaki semua. Namun, setelah adik saya hadir, maka berlima di atas roda dua namanya mengundang bahaya.
Maka diputuskan lah oleh ayah saya untuk membeli zebra.
lalu pada suatu ketika, keluarga saya diminta merawat kakek. semua anaknya sibuk di jakarta, sedangkan kami bersama sang kakek di kota cirebon. untuk berpergian, oleh salah satu pakde saya ditinggali sebuah sedan civic genio. berkah.
ayah saya kadang naik genio, terkadang naik zebra. ayah saya tiba-tiba bak orang kaya. tak pernah lagi naik roda dua.
ternyata kendaraan bukan semata-mata soal gaya hidup. kendaraan menjadi sebuah keniscayaan untuk dimiliki oleh sebuah keluarga. bisa motor, mobil, gerobak atau sebatas kuda.
saat ini, untuk pergi mengantar cinta, anak saya yang pertma sekolah, seringkali saya gunakan motor beat warna pink. namun, sudah dua bulan belakang ini ia lebih suka jika saya mengantarnya dengan freed, sebuah mobil putih keluaran honda.
namanya juga anak-anak. saat iseng, mereka gatal untuk ingin mencoba becak.

Sent from my iPad