Arsip | BC Blog Competition – KE RSS feed for this section

Partai Oblong Gretong

Gara-gara ane nulis tentang Bahasa Enggris, dapet satu Cakram Kilat 2Gb [bukan segiga seperti yang diumumkan] dari British Council.

Dan rupanya ketika kuesioner pun diisi dari lembaga yang sama ane dapet lagi bingkisan apik. Lumayan timbang tuku.

[*muka gretongan MODE ON*]

:mrgreen:

 

oblong partai, partai oblong

oblong partai, partai oblong

Nyaman buwat selonjooor..!

Nyaman buwat selonjooor..!

 

apalagi buwat sarung..!

apalagi buwat sarung..!

:lol:

 

 

Apakah BC Melakukan Blunder…?

Apakah pengumuman kompetisi blog periode 2 yang diselenggarakan oleh British Council dengan mengusung tema Knowledge-Economy, yang juaranya adalah blogger kelas kakap dengan kekaburan aturan penjurian dan syarat ketentuan penulisan menjadikan perlombaan ini menjadi kurang bergairah dan malah kurang diminati? Read more…

Antara Anggun, Piyu, Kua Etnika dan Mulan Jameela

Knowledge Economy
Ekonomi berbasis pengetahuan. Sumber penghidupan yang berasal dari kemampuan mengolah gagasan, kesadaran, keterampilan dan kreativitas, budaya suatu individu maupun komunitas.

Sejatinya, gagasan ekonomi sebagai suatu idea, sebagai satu sikap dan sebagai suatu gaya hidup adalah bukan hal baru bagi manusia Indonesia.

Berangkat dari kelompok manusia proto melayu. Meluruh dan saling melengkapi ketika menetap di gugusan nusantara. Manusia-manusia tangguh yang hidup berburu. Perkakas-perkakas diciptakan. Lalu masa berburu tergantikan dengan kebiasaan menetap lebih lama. Bercocok tanam mulai dilakukan. Terciptalah berbagai alat rumah tangga hingga perhiasan yang tercipta di masa perundagian.

Konon katanya baru di abad keempat salah satu kelompok kecil manusia nusantara sudah masuk dalam masa sejarah. Penandaan dari baca tulis. Engkau baca-engkau tulis. Aku baca dan aku tulis. Engkau baca kembali dan engkau tulis lagi. Maka menjelmalah kita menjadi manusia sejarah. Manusia segala zaman yang akan terus terkenang. Read more…

Bedanya JK Inggris dengan JK Indonesia

Solitude di Pos Ronda

Malam meluruh, namun bau subuh belum bersimpuh. Dingin. Temaram. Hening.

Saya sendirian di gelap malam. Mau bagaimana lagi…? Siskamling di Kampung Ibukota tak banyak peminatnya. Hanya kami-kami yang semi-terpaksa dan dikira sukarela yang tabah menjalankannya.

Entah mengapa kok ya baru saya yang sedari tadi nongkrong gak karuan di pos ronda? Kemana ya si Dul Kisut, yang katanya mau bawa kupi dan djiesamsoe…? Bisa-bisa saya mati-jongkok-asmat kalau begini terus. Adem beneeeer..HAH! (*Jadi inget iklan sempaknya Tora*)

***AKHIRNYA DATANG JUGA***

Read more…

“Kong..ada acare’ apaan tuh….?”

Apakah ente seorang perantau di belantara Jakarta..? atau memang warga asli Jakarta, turunan Betawi Gobanggocir? Punya garis trah dengan si Pitung, Sapei atau Sabeni..?

Udah deh, ajak aja  engkong, babeh, enyak, encing  ke acara yang asyik punya…!

Read more…

Kreatif: Kere dan Aktif..?

Creative Economy
Binatang Apakah Itu..?

Agar industri kreatif berkembang, diperlukan 3T: teknologi, talenta, dan toleransi.”

-Richard Florida-Profesor Ekonomi Pembangunan pada Carnegie Mellon University

Mas-mas..sepertinya Mas Kopdang itu gak ngerti deh sama topik industri kreatif dan industri berbasis pengetahuan…! Hayoo, ngaku…!

Enak ajah..! Ngapain kita bisa googling dan punya jejaring yang handal..!?

Lha, buktinya di tulisan Mas terdahulu, malah bersikap skeptis. Bahkan Indonesia dianggapnya masih gurem dan belum mengandalkan “pengetahuan” sebagai sumber utama roda penggerak penghasilan, ekonomi kerakyatan sekaligus memicu kekayaan.

Ah, ente ketipu..! Ane’ kan cuma bercermin dan coba bertukar pendapat. Lha, aslinya Indonesia itu penduduknya hebat-hebat…jagoan semuah, termasuk dalam industri kreatif ini. Mereka jagoan dan pemberani..

Kayak FPI donk..?

Duh, jangan ngomongin mereka lagi ah..

Jadi enaknya kita gosip apaan nih, Mas..? Geng Nero? Atau kekerasan STPDN yang menular ke STIP..?

Kita gosipin mereka aja deh: Deli Makmur Rahman, Gustaff Iskandar, Wahyu Aditya, Leo Rustandi, Ridwan Kamil, dan Yoris Sebastian.

Mereka itu siapa Mas..? Calon Presiden saat Pemilu 2009..?

Read more…

Industri Irrasional Nusantara

INDUSTRI KREATIF NUSANTARA

Saya pikir masalah indutri kreatif sebagai perwujudan ekonomi berbasis pengetahuan sudah lama dilakukan oleh bangsa ini.

Memang betul, untuk menuju nilai ekonomis sebesar-besarnya, kita belum terlalu mengarah ke sana, walaupun sudah banyak dilakukan.

Salah satu contoh nyata dan terlupa dalam paguyuban kreativitas [dan bukannya patembayan kreatifitas] adalah sebagai berikut:

Pojok kanan, aktor kondang dalam kesempatan \

Kelompok sandiwara, ludruk, teater kampung sudah mengurat akar sedari dulu. Mungkin, semenjak sungai Bengawan Solo belum mengalir sampai jauh.

:P

Untuk hitung-hitungan ekonomis, aktivitas paguyuban ini memang tidak dapat dikatakan baik, namun sebagai sebuah gaya hidup sekaligus kultur budaya masyarakat, posisi sandiwara tradisional, ludruk, teater kampung mutlak adanya.

Read more…