Filed under bahasa

Summmpe’ Lllo?!

Sumpah pemuda. Dari dulu rupanya anak muda doyan sumpah. Bedanya dulu sumpah altruistik sedangkan jaman sekarang narsistik. Lantas untuk apakah sumpah itu? Meyakinkan diri sendiri? Ucap. Ikrar. Janji. Dengan keyakinan dan kesadaran menerima konsekuensi jika melanggarnya? Bila betul begitu Hebat! Bolehlah kita mengaku satu tanah air. Mengaku bahwa bahasa kita sama. Tapi bila nasib berlainan … Continue reading »

Pendek

Menulis pendek bukan berarti pikiran kita pendek. Kalimat pendek bukan berarti kemampuan bahasa kita pendek. Otak dekat dengan telinga. Biar mendengar langsung dicerna. Mulut harus jauh dari kaki. Buat apa? Supaya ucapan salah tak mesti harus dibalas tendangan. Pendek dapat diartikan ringkas. Hemat namun cermat. Enak dibaca dan pertanda kita sayang pembaca. Tidak bikin pusing … Continue reading »