Arsip | bahasa RSS feed for this section

Summmpe’ Lllo?!

Sumpah pemuda. Dari dulu rupanya anak muda doyan sumpah. Bedanya dulu sumpah altruistik sedangkan jaman sekarang narsistik. :D

Lantas untuk apakah sumpah itu? Meyakinkan diri sendiri? Ucap. Ikrar. Janji. Dengan keyakinan dan kesadaran menerima konsekuensi jika melanggarnya? Bila betul begitu Hebat!

Bolehlah kita mengaku satu tanah air. Mengaku bahwa bahasa kita sama. Tapi bila nasib berlainan bagaimana?

Satu kerja enak, yang lain, misalnya, masih pengangguran. Lalu tercipta jarak. Lantas berbeda komunitas. Beda pertemanan. Beda penghasilan. Apakah kita masih “satu..?”.

Sekarang tanpa disadari pembagian klas makin kentara berdasarkan kemampuan ekonomi. Lihatlah yang paling kentara: tikes pesawat, pengajuan jenis kartu kredit, bahkan hingga lingkungan akedemis. Lantas, yang satu itu apa, bila saya naik eksekutif, dan kamu naik ekonomi.

Ya. Tentu saja kita akan beralasan atau kamu berkilah bahwa itu bukan contoh yang tepat. Bahwa urusan nasib adalah urusan pribadi, tergantung perjuangan dan garis tangan. Read more…

Pendek

pendek.

Menulis pendek bukan berarti pikiran kita pendek. Kalimat pendek bukan berarti kemampuan bahasa kita pendek. Otak dekat dengan telinga. Biar mendengar langsung dicerna. Mulut harus jauh dari kaki. Buat apa? Supaya ucapan salah tak mesti harus dibalas tendangan.

Pendek dapat diartikan ringkas. Hemat namun cermat. Enak dibaca dan pertanda kita sayang pembaca. Tidak bikin pusing kepala.

Saya suka pada kalimat pendek. Suka sekali. Sungguh!

 

Daripada tulisan panjang yang bertele-tele, tidak jelas apa yang mau disampaikan, sehingga terkesan memaksa dan akhirnya malah bikin bingung yang membaca karena alih-alih gampang dicerna, justru kalimat panjang paling riskan untuk tak terbaca atau sengaja dilewati oleh pembaca, seperti kalimat ini contohnya.

 

Betul?

 

Mencari perhatian justru muncul dari kesederhanaan.

 

“Aduh sakit..”

“Awas…”

 

Bandingkan dengan kalimat berikut:

 

“Ternyata saya sakit sekali lho rasanya karena baru saja terantuk batu!”

“Jangan lupa hati-hati kalau menyeberang ya, bisa-bisa terserempet bajaj di jalur cepat!”

 

Pendek. Mudah dikenali. Gampang diingat.

 

Blog. Lebih popular bila dibandingkan weblog.

Mas Kopdang. Enak didengar daripada Mas Kopidangdut.

 

SBY lebih keren daripada Susilo Bambang Yudhoyono. Hanura. Hati Nurani Rakyat. Gerindra. Alat potong?

 

Muchdi. Munir. Polly. JK. UI. UGM. PSSI. Hape.

ATM. Golput. PKS. ASU. Pabu Sacilat. Dagadu. SMS. BBM. Gaza.

 

Pendek. Ringkas.

 

Itu saja.

:P

Betul?

 

@ foto dari flickr creative commons