Arsip | Kesehatan RSS feed for this section

Mare Baru Operasi Amandel

Namanya juga anak. Terkadang saat ceria, bisa sampai terpingkal pingkal soal tertawa. Namun, saat ia merasakan tidak enak badan, apa yang dilakukannya? senyum? sedih?

Hal itu dialami kemarin, saat anak pertamaku, Marecinta Mannamagnamakna Wardhanu, atau sering dipanggil Kaka Mare’ dioperasi amandel supaya enggak ngorok lagi. :) )

Beneran.
Sekarang ia tak ngorok lagi. Bangun tidur ia langsung sigap. Beda saat dahulu, ngorok, bangun lemas, dan susah sekali untuk diajak salaman saat ayahnya hendak ngantor.
:)

Sebetulnya bukan hanya amandel, namun juga sebagian apa gitu, aku lpa namanya, ikut dikikis untuk mengurangi gangguan tidurnya itu.

Jika Anda memiliki anak kecil yang sesak napas, tidur ngorok, ngantukan, ada baiknya juga periksakan anak Anda pada dokter spesialis THT. ada kemungkinan, gangguan berasal dari sana: telinga, hidung dan tenggorokan.

20110701-122607.jpg

20110701-122620.jpg

20110701-122635.jpg

20110701-122658.jpg

20110701-122717.jpg

20110701-122727.jpg

20110701-122737.jpg

20110701-122752.jpg

20110701-122806.jpg

Kepergian dan Makna Kesehatan

sehat

a way to a healthy life

Apa makna di balik kepergian?

Kemarin Michael D Ruslim, Presdir Astra tiada. Usianya baru 56th. Lantas saya teringat juga dengan mBah Surip yang beberapa waktu yg lalu telah tiada. Mereka memiliki persamaan: “Meninggal saat di puncak karir”. Saya menulis status itu di twitter. Ouw, rupanya banyak yang me-retweet (RT), seperti yg dilakukan @beritalifestyle -nya okezone.com (http://lifestyle.okezone.com/) Read more…

Emosi

"emosi?"

AngRy

Apa sih yang lebih hebat dari emosi manusia, tentu saja selain urusan ketuhanan lho ya?

Mesin bisa diatur setelannya. Rumah bisa dirancang mau jadi apa. Tapi emosi manusia, siapa yang bisa atur?

Bahkan dirinya sendiri pun mati-matian menjaga emosi.

Ane ga ngerti juga apakah emosi disini sama dengan nafsu, plus alam pikiran, plus sikap batin, plus suara hati nurani. Tapi yang jelas emosi yang maksud adalah output/ keluaran yang ada dan mempengaruhi pola pikir, pola bicara, pola tindak dan suasana hati kita.

Bisa jadi seorang bos merasa disegani dengan nurutnya seluruh karyawan saat diperintah. Tapi ia tak tahu kalau 90% karyawannya menyimpan dendam kesumat pada bosnya yang begitu otoriter dan tak pernah mendengar. Lama-kelamaan, karyawan akan melakukan hal-hal yang sejatinya merugikan bosnya. Dari memperlama pekerjaan, mengerjakan tugas asal-asalan, berangkat telat dan pulang “tenggo”, dan masih banyak lagi kelakuan anak buah yang sejatinya adalah bentuk dari perlawanan (diam-diam).

Sikap batin sulit diarahkan. Bahkan diciptakan.

Banyak pencipta robot dan rekayasa mesin apapun yang dapat mengerjakan perintah sesuai “task” yang diminta. Tapi belum ada satu pun engine yang mampu menanamkan emosi pada mesin dan robot secara mandiri. Yang ada hanyalah emosi yang ditanamkan sesuai program. Bisa saja unpredictable, namun sesungguhnya hanyalah hasil randomisasi/ pengacakan dari berbagai “if” yang telah dipersiapakan oleh pencipta.

Apakah emosi sama dengan mood? Read more…

LEARN TO LET IT GO!

by: Sylvia Damayanti Amril*


Saya jadi teringat satu kejadian beberapa hari yang lalu.

Dari suatu diskusi bertajuk MSDM yang alot, atasan saya tiba-tiba berkata

“Kok seorang Psikolog bisa berkata seperti itu sih, saya tidak menyangka!”.

Hmm, saat itu saya dapat merasakan kerja ekstra keras yang dilakukan jantung untuk memompa aliran darah terutama ke areal wajah. Saya merasa malu dan marah. Bisa-bisanya profesionalisme saya dipertanyakan. Kalimat itu selama beberapa hari masih terngiang-ngiang, secara terus menerus dan kompulsif saya getol mengulang seluruh proses diskusi, menelaah di saat apa diskusi menghangat, dan siapa yang menjadi pihak yang salah dan siapa yang benar.

Peristiwanya sederhana tapi ada suatu pelajaran berharga yang saya petik. Kesadaran bahwa EGO saya ternyata telah menggelembung sedemikian besar, sehingga ketika ditusuk jarum, kerapuhan itu pun pecah seketika. Identifikasi saya terhadap peran sebagai Psikolog, sangat saya sadari terkadang menjadi suatu hal yang membatasi, dan membuat saya terlalu serius menyikapi berbagai permasalahan dalam kehidupan.

Banyak orang yang telah melampaui pemenuhan kebutuhan fisik. Kekayaan materi telah terpenuhi, tapi masih saja tidak tenteram, selalu diusik pemikiran untuk memperoleh lebih dan lebih.

Ada pula yang merasa terkungkung oleh pekerjaan, jenuh dengan kondisi yang itu-itu saja, tidak ada tantangan katanya.

Ada yang melulu stress karena merasa menjadi tulang punggung keluarga, ditekan oleh kondisi finansial yang serba berkekurangan. Merasa menjadi subyek yang mengalami, menjadi subyek penderita sehingga merasa bahwa kebahagiaan tidak pernah singgah atau semu (sekedar numpang lewat) dalam kehidupannya atau merasa bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang dituju dan hanya dapat dicapai dengan kepuasan materiil. Read more…

Pulang Tenggo Itu Penting…!

oleh:  SDA atau Sylvia Damayanti Amril, guest blogger blog kopidangdut.

Seimbang dalam Hidup..!

Hakikat manusia untuk mencari keseimbangan dalam hidup, harmonisasi, ritmis, keteraturan, dan kedisiplinan. 

Saya jadi teringat pada istilah work life balance, suatu konsep yang marak dipergunakan di perusahaan Amerika dan Eropa, sejak tahun ‘86, untuk mengcounter pilihan para pekerja Amerika yang seringkali mengabaikan keluarga, relasi dan waktu luang demi mengejar tujuan perusahaan. Suatu studi yang pernah dilakukan oleh Wheatley (2000) terhadap para manajer di Inggris, 65% menyatakan bahwa bekerja mengakibatkan penurunan kesehatan dan 77% menyatakan dampak negatif pada relasi dengan anak-anak mereka. 

Work life balance (WLB) merupakan konsep yang menjelaskan tentang pentingnya mengupayakan keseimbangan dalam hidup untuk menikmati hobi, merawat diri, pengembangan spiritual, merancang masa depan, menguatkan hubungan dengan teman, keluarga dan komunitas disamping mengabdikan diri pada pekerjaan. 

 

Akibat rutinitas pekerjaan yang menyita sebagian besar waktu, banyak yang tidak menyadari akibatnya pada keseimbangan satu atau beberapa area lain yang pada akhirnya berpotensi mengancam tatanan vitalitas dari keseluruhan.

 

Dengan WLB , individu disadarkan pentingnya untuk mengalami pencapaian (achievement) sekaligus rasa kegembiraan (enjoyment) dalam hidup sehari-hari.

 

Saat kini banyak perusahaan yang menuntut gerak manusia yang mekanistis dan terstruktur. Melupakan sisi kesenangan dari sebuah pekerjaan, dan betapa pentingnya menciptakan kenyamanan kecil dalam bekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja.

 

Dari sisi individu, tampaknya lebih mudah mengabaikan suatu tatanan yang lebih makro dari kehidupan dengan hanya melihat detail kecil dari hidup, mendefinisikan hidup sekedar untuk memperoleh penghasilan dan mencukupi kebutuhan dari sisi material.

 

Rentang aplikasi WLB sangat luas dan beragam. Menjaga aspek-aspek WLB tetap proporsional  bisa dilihat dari fungsi waktu dan isi program WLB.

 

Hal-hal  yang berhubungan dengan unsur waktu: pemanfaatan waktu luang, manajemen waktu, pembatasan waktu lembur. Dari sisi content aplikasi WLB: fasilitas perusahaan untuk mengikat loyalitas dan komitmen pegawai agar aspek2 WLB terpenuhi seperti pengadaan Tempat Penitipan Anak, Laundry, fasilitas antar jemput, dll.  

 

Di lembaga tempat saya bekerja kini sedang getol mempromosikan program-program bernuansa WLB karena memang suasana kerja pada waktu-waktu tertentu bisa cukup stressful dan berpotensi menjadi bahaya laten pribadi yang pencemas. Read more…

Selingkuh Dari Kacamata Psikolog

Berikut adalah tulisan Sylvia Damayanti Amril, Guestblogger Blog Kopidangdut. Selamat menikmati.

 

Seputar Selingkuh

Selingkuh adalah kilasan blitz jepretan paparazzi yang menyilaukan, menjadi sorotan sesaat, serasa selebritas sejagad, indah namun sementara, efeknya gemerlapan namun membutakan. 

Penghayatan

Topik yang asyik untuk diulik-ulik. Selingkuh. Saya coba browsing di Internet. Banyak kepanjangan yang kreatif. Selingan Indah Keluarga Utuh, Selingan Indah Keluarga Runtuh. Lazimnya berarti :

-        hubungan romantis dengan yang bukan pasangan/pacar resmi.   

-        melakukan sesuatu tidak dalam koridor komitmen.

Sedangkan se.ling.kuh menurutversi  KUBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) keluaran 1991 berarti:

-        tidak berterus terang;

-        tidak jujur; suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri;

-        curang;

-        serong.

Selingkuh memang nikmat kalau ia tidak mengikat dan tidak berhasil diungkap. Hidup jadi lebih berwarna dan bekerja juga lebih giat. Demikian pengakuan salah seorang penikmat perselingkuhan.  Ia mengaku sudah memiliki istri, dan pernikahan yang baik-baik saja meski sedikit bosan”, ia mengimbuhkan. Read more…

Ponari dan Mpok Nori Minum Pocari

Pada jamannya, Mpok Nori mungkin lebih cantik dibanding Luna Maya seperti saat ini. (Mungkin lho ya). Mpok Nori adalah artis panggung yang lagaknya Jakarte banget dah! Iya pan? Lengkingan suaranya mirip vokalis Band Serieus. Sang Roker yang manusia. dan die orang (mpok Nori) juga manusie’?

Lain halnya dengan Didi Ninik Towok. Ia seorang penari. Main panggung juga, namun beda sajian. Menghibur, menggelitik sekaligus mengejek. Penuh inovasi tiada henti.

Ia penari.

Mpok Nori dan Didik Penari, bukanlah Ponari. Walaupun sama-sama fenomenal. Tentu saja di jamannya masing-masing.

Nah, yang mirip dengan Ponari justru adalah air rasa nano-nano dalam kaleng biru penyegar tubuh. Namanya Pocari. Mengapa sama? Konon katanya Pocari dan Ponari sama-sama dapat menyehatkan.

***

Kompas hari ini, 14 Februari 2009, dalam tajuknya beranggapan bahwa keberadaan Ponari adalah akibat “masyarakat yang sakit”. Benar? Kompas bilang bahwa Ponari adalah hasil dari ciri masyarakat yang absurd-irrasional. Betul?

Lain halnya yang disampaikan Ingki Rinaldi, pada harian dan tanggal terbit yang sama (page 1). Kepercayaan pada kesaktian, lama dan mahalnya pengobatan secara medis (Hello para dokter?), serta keengganan mengurus akses pengobatan gratis dari pemerintah adalah musyabab dari munculnya fenomena Ponari.

Cukup menarik komentar Ndoro Kakung dalam status facebooknya.

“Tak tega mencemooh pasien ponari, krn di mata mereka, para facebookers seperti kita pun irasional.”

***

Dalam dunia psikologi kedokteran inilah yang disebut dengan Placebo. Sugesti alam pikiran pada suatu hal yang dianggap menyembuhkan dan terbukti efektif. Apakah itu irasional?

Efek placebo adalah fenomena penyembuhan yang sifatnya individu. Bukankah obat medis pun dikatakan juga sebagai salah satu sumber sugesti penyembuhan?

Walau bertalian antara fisik (yang sakit) dengan kondisi psikologi, maka apa yang dilakukan oleh para pasien Ponari, adalah sugesti efek placebo yang justru muncul bahkan sebelum si pasien mendatangi Ponari.

Kabar baik adanya anak kecil yang “ketiban kesakten” adalah obat itu sendiri bagi para pasien. Maka membludaklah para pengunjung.

Apakah itu sesuatu yang irasional dan muncul dari masyarakat yang “sakit” serta absurd?

Jangan-jangan, tak ada bedanya dengan kita yang rela ngantri berjam-jam dan atau pesan dulu di daftar pasien dokter anak favorit, dokter jantung kesayangan atau suster genit yang aduhai.

Jangan jangan kita pun berlaku sama dengan mati-matian sungkem-nunduk, rela dibanting kanan-kiri-atas-bawah oleh atasan, bahkan istri atasan, demi kesehatan “karir” kita.

Juga dengan secara berlebihan kita bersungut-sungut rela menghabiskan uang tabungan demi gadget, gaya hidup, dan kewewahan pangan sandang kita, demi kesehatan sosialisasi kita di hadapan teman, kawan, kolega, musuh, mertua, dan selingkuhan kita.

Apakah itu masih rasional?

***

Kata Placebo berasal dari latin. I will please. “Placebo domino in regione vivorum”. I shall please the Lord in the land of the living”.

Ada kepasrahan yang dahsyat kepada pemilik jiwa. Percaya. Tawakal. Berusaha sembari memasrahkan diri. Apakah itu irasional?

***

Eksmud muda lagi pusing, ia merokok dan dugem. Supaya pusingnya ilang. Anggota caleg ingin punya suara banyak, maka ia membayar dosen-dosen mengkampanyekan dirinya –meminjam corong orang lain- untuk meraih massa, apakah itu rasional?

Terkadang kita terlalu jumawa sebagai orang yang selalu berlogika tanpa jeda. Merasa sistematis logis dalam mengambil keputusan, lalu mengapa plat mobil dengan angka tertentu masih digandrungi kaum berpunya? Bahkan nomor hape yang dianggap hoki.

Maka POnari sejatinya adalah keniscayaan. Bahwa di balik kesulitan yang kita hadapi, akan ada jalan keluar. Entah dari seorang Presiden, entah dari seorang Ponari.

Karena sesungguhnya, dunia lebih dibangun atas “kepercayaan”, bukan sekadar “common sense” dan logika berpikir orang an yang merasa modern dan tak sadar terperangkap dalam pengkotak-kotakan pola pikir yang justru lebih irasional!

Akhir kata:

Mpok Nori suka Pocari, Beli pocari di Papua Nugini.

Itulah sebabnya kita jarang melihat ia di layar tipi.

:lol: