oleh: SDA atau Sylvia Damayanti Amril, guest blogger blog kopidangdut.
Seimbang dalam Hidup..!
Hakikat manusia untuk mencari keseimbangan dalam hidup, harmonisasi, ritmis, keteraturan, dan kedisiplinan.
Saya jadi teringat pada istilah work life balance, suatu konsep yang marak dipergunakan di perusahaan Amerika dan Eropa, sejak tahun ‘86, untuk mengcounter pilihan para pekerja Amerika yang seringkali mengabaikan keluarga, relasi dan waktu luang demi mengejar tujuan perusahaan. Suatu studi yang pernah dilakukan oleh Wheatley (2000) terhadap para manajer di Inggris, 65% menyatakan bahwa bekerja mengakibatkan penurunan kesehatan dan 77% menyatakan dampak negatif pada relasi dengan anak-anak mereka.
Work life balance (WLB) merupakan konsep yang menjelaskan tentang pentingnya mengupayakan keseimbangan dalam hidup untuk menikmati hobi, merawat diri, pengembangan spiritual, merancang masa depan, menguatkan hubungan dengan teman, keluarga dan komunitas disamping mengabdikan diri pada pekerjaan.
Akibat rutinitas pekerjaan yang menyita sebagian besar waktu, banyak yang tidak menyadari akibatnya pada keseimbangan satu atau beberapa area lain yang pada akhirnya berpotensi mengancam tatanan vitalitas dari keseluruhan.
Dengan WLB , individu disadarkan pentingnya untuk mengalami pencapaian (achievement) sekaligus rasa kegembiraan (enjoyment) dalam hidup sehari-hari.
Saat kini banyak perusahaan yang menuntut gerak manusia yang mekanistis dan terstruktur. Melupakan sisi kesenangan dari sebuah pekerjaan, dan betapa pentingnya menciptakan kenyamanan kecil dalam bekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Dari sisi individu, tampaknya lebih mudah mengabaikan suatu tatanan yang lebih makro dari kehidupan dengan hanya melihat detail kecil dari hidup, mendefinisikan hidup sekedar untuk memperoleh penghasilan dan mencukupi kebutuhan dari sisi material.
Rentang aplikasi WLB sangat luas dan beragam. Menjaga aspek-aspek WLB tetap proporsional bisa dilihat dari fungsi waktu dan isi program WLB.
Hal-hal yang berhubungan dengan unsur waktu: pemanfaatan waktu luang, manajemen waktu, pembatasan waktu lembur. Dari sisi content aplikasi WLB: fasilitas perusahaan untuk mengikat loyalitas dan komitmen pegawai agar aspek2 WLB terpenuhi seperti pengadaan Tempat Penitipan Anak, Laundry, fasilitas antar jemput, dll.
Di lembaga tempat saya bekerja kini sedang getol mempromosikan program-program bernuansa WLB karena memang suasana kerja pada waktu-waktu tertentu bisa cukup stressful dan berpotensi menjadi bahaya laten pribadi yang pencemas. Read more…
Recent Comments