Hujan. Daun basah. Begitu pun hatiku. Mengingatmu. Dalam renungan musik efek rumah kaca. Hinggap wajahmu. Rambut tergerai. Wangi. Kucumbu. Maka percakapan senja pun kembali datang menghampiri. Aku di ketinggian dan ia, entah di mana. “Dang, apa kabarmu?” Suaranya serak. Perempuan senjaku. Seperti ada semerbak aroma tubuhnya datang ke pangkuanku. “Baik..”. Ku jawab … Continue reading »
Filed under Kosmo …
JakJazz 2008
JakJazz 2008. Perhelatan tahunan yang makin cihuy aje’. Foto mulu, mana narasinya..?
Sotoy
Sotoy, bagi anak ABG jaman sekarang diartikan sebagai sok tahu. Karakter seseorang yang jago menyampaikan sesuatu namun esensinya, kebenaran isi, validitasnya diragukan alias cuma jago ngemeng doang..! Lha, ngemeng doang itu apa..? Duh, daripada bingung, kita ikuti saja percakapan dua orang “sotoy” berikut ini:
Fotoku Bersamamu
Seberapa pentingkah popularitas itu? Perihal sekelumit popularitas yang dielu-elukan anak jaman sekarang, Paman Tyo pernah menulisnya. Cara setiap orang meraih dan menggenggam popularitas pun bermacam-macam. Di kantor, untuk cari popularitas cobalah dengan cara setiap bulan Anda memberi voucher pulsa ke setiap cleaning service officer yang pekerjaanya selalu antara tenaga dan mulut. Tenaga untuk menyapu, mengepel, … Continue reading »
Lah Donk..!
Dari email milis yang berseliweran saya baca ini, entah siapa yang buat: Ya iya lah…masa Ya iya dong.. Secara Mulan aja Jameelah, masa’ Mulan jameedong.. sedangkan JK aja Jusuf Kalla, masa’ Jusuf Kadong.. Museum aja Fatahilah, masa’ museum Fatahidong… semua orang aja sukanya Main Bola, masa’ main bodong.. Si John aja Tralala, masa’ si John … Continue reading »
“Kong..ada acare’ apaan tuh….?”
Apakah ente seorang perantau di belantara Jakarta..? atau memang warga asli Jakarta, turunan Betawi Gobanggocir? Punya garis trah dengan si Pitung, Sapei atau Sabeni..? Udah deh, ajak aja engkong, babeh, enyak, encing ke acara yang asyik punya…!
Ihwal Kantuk dan Lelap
Ketika Kumbakarna akhirnya memutuskan tetap membela Alengka, maka itu adalah perwujudan kebangkitannya dalam menunjukkan rasa patriotisme dan cinta cinta tanah airnya. Namun, yang perlu dicatat adalah kebangkitannya pun bermakna lahiriah, karena sebelum berperang melawan Rama dan pasukan bedhesnya, Bung Kumba memang sedang tertidur lelap dan lelapnya hingga berbulan-bulan. Utusan Rahwana membangunkan Kumbakarna dengan … Continue reading »