Ini adalah urusan strategi dan juga nasib. Kalau sudah dengan rasionalisasi nasib, berhenti. Maka, saya akan mencoba mengulas masalah memilih kesempatan berkarir dengan sudut pandang strategi.
Apa itu kesempatan Berkarir?
Ada dua kata: kesempatan dan karir. Kesempatan berarti peluang. Berarti ada jatah, ada hak, ada sesuatu yang dapat kita lakukan dengan mengharapkan sesuatu lainnya. Bukan begitu?
Kesempatan bagi saya adalah “diciptakan” dan bukan “diberikan”.
Karir. Itu sama sekali tidak nyata. Maya! Sungguh. Emha Ainun Najib tidak percaya karir, maka ia tak mau berkarir. Kalau saya? Terpaksa.
Karir itu lama. Seperti menanti godot. Terkadang harus melemahkan iman dan bermain es krim. Kudu jago menjilat vanilla atau coklat. Salah jilat bisa-bisa sakit gigi atau bahkan sakit perut tak naik-naik pangkat. Itu lah karir.
Lantas? Read more…


Desember 28, 2009






Recent Comments