Arsip | Blog Kopidangdut RSS feed for this section
ngnet

ngeblog

kemarin saya bertemu dengan banyak kawan lama. sembari sarapan, kami berbincang-bincang soal remeh temeh, dan salah satunya adalah perihal ngeblog.

blogging. ngeblog.

apakah remeh?

bagi sebagian menganggapnya begitu, termasuk saya. ngeblog bukan urusan yang penting dan perlu didahulukan. ia dilakukan saat tak ada pekerjaan lain.

dahulu anjar priandoyo, adik kelas smp  rutin ngeblog.  sekarang? silakan saja tengok blognya disini. Juga oktavianus sinaga yang baru pulang dari sekolahnya di seattle sana. ia malah mengubah setting blog-nya menjadi private. hanya yang ia invite yang dapat membaca blognya. :)

sepertinya pandangan sebagian orang ini salah, termasuk saya, bahwa ngeblog itu tidak penting. ini dikatakan istri saya. ngeblog ini penting, karena ia sudah dapat menghasilkan uang dari blognya tersebut.  hahaha.

padahal karena blognya jualan. bukan blog tulisan, tapi blog komersil!

:)

Patembayan

Beberapa waktu lalu, saya coba mengamati data statistik pengunjung. Salah satu yang mengherankan saya adalah bahwa posting tentang “Patembayan” dan “Paguyuban” sangat banyak. Adapun yang saya maksud ini postingan ini: http://kopidangdut.org/2007/09/26/320/

Lantas saya jadi berpikir, jika Anda mengetik kata “patembayan” di search engine seperti google dan bing, maka yang pertama kali muncul dan di daftar paling atas adalah blog ini, maka kajian mengenai paguyuban maupun patembayan sangat sedikit.

Atau jangan-jangan Anda pun tak tahu artinya? :)

Paguyuban itu sejatinya ya memang seperti banyak perkumpulan di belahan Nusantara. Nuansa kekeluargaan tanpa melibatkan urusan materi. 

Sedangkan Patembayan merupakan kegiatan, aktivitas dari kelompok masyarakat dengan motif dan mengikutsertakan materi.

Contohnya Apa? 

Paguyuban: Kelompok Pengajian, Kelompok Sepakbola di Kampung, Karang Taruna, Kelompok Pecinta Alam.

Patembayan: Perusahaan, Perkumpulan MLM, Asosiasi Pedagang Ketoprak Wilayah Tebet.

Jadi? Sudah Pahamkan?

Kalau tak ada aral merintang, saya akan kupas deh perihal paguyuban dan patembayan ini dengan lebih mendalam. Kenapa? Karena ini begitu khas Indonesia.

:)

Terima kasih.

credit: http://www.flickr.com/photos/adamjackson/4198765687/sizes/s/in/photostream/

Privatisasi

privatization

Mas, privatisasi, washington concensus, dan neo liberalisasi itu opo tho?

Mana nih yang ditanya? Privatisasi apa neolib nya?

Privatisasi deh.. Apaan tuh?

Gini, ndul. Awalnya ada pemikiran di Barat sono bahwa BUMN harus “dikomersialisir” dan dibuat layaknya perusahaan swasta.

Barat? Siapa tuh?

Ya, itu. Mereka yang menghuni Downing Street. No 10. Mereka mulai mengkaji soal “korporatisasi” BUMN.

Wah, berarti negara Barat ya yang pertama gagas?

Hooh. Tapi beberapa orang penting seperti Margaret Thatcher dan Keith Joseph justru beranggapan itu saja belum cukup. Pengelolaan BUMN secara profesional, berorientasi profit, dan dikelola dengan baik bukan itu yang dituju. Read more…

Siapakah Bomberman JW Marriott (Jilid 2) dan Ritz Carlton

jw marriott jkt

Menilik dari kemungkinan cara para pengebom yang menggunakan teori telor, yaitu menyiasati pertahanan dari luar dan menyerang dari dalam, maka dipastikan jaringan ini memiliki dana yang kuat.

Mengapa?

Karena dengan cara baru yakni pengebom memilih untuk menginap dahulu selama beberapa hari di hotel untuk:

1. Menyiapkan serangan.

2. Melihat situasi.

3. Menyicil bahan-bahan bom

4. Merakit bom

Lalu di hari yang telah dianggap tepat, dengan santai pelaku menghampiri kerumunan untuk meledakkan bom.

Tentu saja dari awal petugas keamanan akan mudah dikelabui, karena “ancaman” datang bukan dari luar, melainkan dari “dalam” hotel itu sendiri.

Ini seperti prinsip firewall dalam dunia IT. Kejadian penyerangan pengrusakan dan segala macam terkait data jaringan bisa dilumpuhkan dengan keamanan memadai bila ancaman itu datang dari luar jaringan alias WAN atau melalui internet.

Namun bila ada satu dua komputer user yang merupakan jaringan dalam, maka pertahanan akan lemah dan mudah untuk ditembus.

Persis seperti telur. Kuat bila digetok dari luar, tapi rapuh di dalam.

Urusan teroris adalah urusan jaringan.

Ya. Network harus diantisipasi (dan diberantas) dengan network.

Kalau antara Presiden, wapres, BIN, Densus 88, KPK, KPU saja tidak kompak dalam urusan lain, bagaimana dalam penanganan bom pasca peledakan…

Ada beberapa hal menarik yang harus dicermati oleh kita semua:

1. Momen peledakkan dilakukan pagi hari! Hari Jumat lagi..

2. Peledakan mirip atau meniru dua cara peledakan bom bali. Yaitu pertama dilakukan dengan cara melakukan peledakan di dua tempat secara bergantian dan dalam jangka waktu yang relatif berderetan. Hal ini dilakukan saat bom bali jilid 1, dengan 2 tempat sasaran yaitu Paddy’s dan Sari club. Read more…

Ganti Desain Ah..

Bosan dengan yang dulu dan coba untuk cari theme untuk blog yang simpel tapi powerful.

Untuk sementara pilih “treba” seperti sekarang ini.

Temanyanya warna coklat redup, suram, kayak suasana Mega Kuningan hingga sekarang.

“Turut prihatin dengan peristiwa pemboman JW Marriot dan Ritz. Mbok yao daripada main sebom, mending main pluncur, ster atau kuda..”

:)
Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
http://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~

Lomba Ngeblog: iB Blogger Competition di Kompasiana

iklan

iklan

 

 

 

 

 

Ada yang pingin dapet duit karena ngeblog?
Ikutan lomba ini ajah…

logo-ib

 

 

 

Ni kompetisi yang buat kantor ane’..

Kalau Auditor Bikin Blog

Blog Auditor?

 

Apakah ente berkecimpung di dunia audit? Bicara ketentuan dan potensi risiko?

Apa gak bosen? Oleh sebab itulah papabonbon, walaupun seorang auditor banyak menulis di blognya dengan cerita keseharian seoarang manusia “saja”. Tanpa embel-embel lainnya. Begitu pun dengan Anjar. Walau seorang auditor, ia banyak cerita tentang berbagai hal.

 

Nah,

Entahlah bagaimana dengan ia, Mas Ginting, orang Jawa yang terperangkap dalam tubuh seorang Batak. Orang Jawa yang muncul dari Pancur Batu, Sumatera Utara.

 

Sssst…Ia atasan ane’ di kantor, yang dengan sukses teracuni untuk juga membuat blog. Ane pernah bilang, mbikin blog itu “Sekadar panggilan jaman”, meminjam istilah Pak Ninok Leksono.

 

Selamat ya, bikin blog adalah langkah awal menuju kebahagiaan yang paripurna.

:P

 

“Dan semoga, kita bisa bareng bikin blog di kala jam kerja!”

 

Huahahahaha,…

 

Ampyun, DJ..!

:lol: