Arsip | Blogroll RSS feed for this section

Wawancara Dengan Antonius Koko “Charles Introverts” Wijanarko

Baru saja ane berhasil mewawancarai penggagas blog komik strip yang keren punya. Yap, ia adalah Antonius Koko Wijanarko, author blog kopidangdut juga, yang sedang mengerjakan proyek bersama (dengan istrinya).. Nama blog itu adalah Meet The Introverts. Awalnya di wordpress, yang kemudian segera ia pindahkan ke dot com.

Blog ia yang lain adalah lplpx.com

Inilah kutipan wawancara yang dilakukan via gTalk:

Meet the introverts

me: Ko, alesannya blog d’introvert pindah ke dotkom dr wordpress napa?

akokow: biar bentuknya bisa kayak komik.. gak ada yang sesuai di wordpress themes

me: Itu theme beli?

akokow: enggak tapi harus diunggah dulu

me: Awalnya bikin blog ini inisiatip siapa?

akokow: inisiatif gue. Dari dulu emang pengen punya komik strip, tapi berhubung yang bisa menggambar istri, ya jadinya kolaborasi bareng deh.

me: Kenapa karakternya terkesan menggambarkan “kehidupan berdua” ?  Bukan rekaan..

Atau tema lainnya..2009-08-06-Fish-that-Eating-Your-Leg

akokow: Hmm, gak tahu juga…lebih gampang mencari ide dalam kehidupan sehari-hari daripada mereka-reka…tapi sebenernya banyak juga kejadian yang ada bukan kejadian yang sebenarnya,   maksud gue.. Read more…

Saya dan Kerudung

lolitamoorenaRasanya hampir semua perempuan sejak kecil menginginkan untuk menggunakan kerudung, hal itu juga saya rasakan. Tetapi perbedaan saya dengan perempuan-perempuan yang telah berkerudung sejak kecil atau yang langsung memakai kerudung pada saat pertama kali memperoleh hidayah adalah:

1. Saya mempertimbangkan terlalu banyak hal
2. Sayangnya, pertimbangan saya salah

Saya berulang kali meminta nasihat kepada orang tua dan orang-orang yang saya hormati mengenai hal ini, tetapi saya belum bisa membulatkan tekad. Dulu saya berpikir bahwa dengan menggunakan kerudung pakaian saya akan terbatas, jika saya pergi ke luar negeri akan menemui kesulitan, dan ruang gerak saya dalam beraktivitas akan lebih terbatas. Read more…

Kalau Auditor Bikin Blog

Blog Auditor?

 

Apakah ente berkecimpung di dunia audit? Bicara ketentuan dan potensi risiko?

Apa gak bosen? Oleh sebab itulah papabonbon, walaupun seorang auditor banyak menulis di blognya dengan cerita keseharian seoarang manusia “saja”. Tanpa embel-embel lainnya. Begitu pun dengan Anjar. Walau seorang auditor, ia banyak cerita tentang berbagai hal.

 

Nah,

Entahlah bagaimana dengan ia, Mas Ginting, orang Jawa yang terperangkap dalam tubuh seorang Batak. Orang Jawa yang muncul dari Pancur Batu, Sumatera Utara.

 

Sssst…Ia atasan ane’ di kantor, yang dengan sukses teracuni untuk juga membuat blog. Ane pernah bilang, mbikin blog itu “Sekadar panggilan jaman”, meminjam istilah Pak Ninok Leksono.

 

Selamat ya, bikin blog adalah langkah awal menuju kebahagiaan yang paripurna.

:P

 

“Dan semoga, kita bisa bareng bikin blog di kala jam kerja!”

 

Huahahahaha,…

 

Ampyun, DJ..!

:lol:

Bahasa: Alat Tukar Makna?

lingua

 

Bahasa rupanya terus bersalin rupa. Penggunaan ejaan baku dan ajeg dapat disalurkan lewat tulisan rapi jali Ndoro Badudu, Paman Tyo atau Mas Momon.

 

Lumayan, bila berkenan anda bisa berkesempatan menengok beberapa kosakata lewat esai-esai yang dibuat mereka.

 

Namun, bahasa juga adalah transaksi makna. Terkadang harga yang terlalu tinggi dengan daya beli masyarakat pembaca yang belum sampai bisa menggagalkan proses jual-beli makna. Maka terkadang diperlukan juga sebuah keterangan lanjutan.

 

Apakah anda terbiasa mendengar kata: alegori, mafela, lesap, lumpang, lengas? Tanyakan saja artinya pada yang bersangkutan.

 

Itu lah bahasa. Terkadang yang terdengar asing sebenarnya adalah milik kita dan yang kita kenal baik, ternyata adalah sesuatu yang “tidak tepat dari kaca mata bahasa baku”.

Kita sudah terlalu terbiasa menggunakan bahasa pasar dan bukan bahasa ruang percobaan. Kita terbiasa mengimpor, tidak lumrah mengkaji.

 

Apa boleh buat. Kita hidup di tengah-tengah pasar dengan penghuni dengan berbagai bekal yang dibawa.

 

Dapat dibayangkan bila anda masuk pasar becek dan membawa segepok kartu kredit? Atau justru anda membeli seperangkat tata suara Bose, segenggam telepon pintar BlackBerry dan sepasang sepatu Tod’s di Senayan City dengan segepok uang lusuh dan seember uang receh hasil jerih payah anda keliling mempertunjukkan topeng monyet dua tahun tanpa jeda?

 

Tapi tenang saja, karena Van Oephuisen, Poerwadarminta dan J.S Badudu masih mencari penerus sekaligus pembaharu jalan yang mereka rintis. Bahasa pasar maupun bahasa kampus, semuanya layak dijadikan alat tukar makna, tergantung di mana anda sekarang berada.

 

:P

Email dari Sofa Berdua.

Pasangan ini memang manjur plus tokcer. Bahasanya santun dan membumi. Rasa-rasanya 180 derajat dengan karakter ane’. Mereka adalah Mas Eko dan Mbak Kanty, pengasuh blog yang menentramkan jiwa dan membasuh pikiran untuk selalu jernih.

 

Bukti nyata dari cerminan sifat mereka adalah kiriman email yang begitu sederhana, bersahaja namun mengena. Read more…