Emha Bersahabat Dengan Flash Gordon


Santri tanpa sarung; haji tanpa peci; kiai tanpa sorban; dai tanpa mimbar; mursyid tanpa tarekat; sarjana tanpa wisuda; guru tanpa sekolahan; aktivis tanpa LSM; pendemo tanpa spanduk; politisi tanpa partai; wakil rakyat tanpa dewan; pemberontak tanpa senjata; ksatria tanpa kuda; saudara tanpa hubungan darah…”  Lanjutkan membaca “Emha Bersahabat Dengan Flash Gordon”

Iklan

4 Blog Favorit


Kemarin adalah hari yang bersejarah bagi blog ini.  

Dalam sehari, sudah dapat menembus 200 penge-klik. Tepatnya 243 hits. Mungkin bagi sebagian blogger sudah biasa, tapi bagi saya yang sebetulnya baru awal Mei 2007 ini bergabung dalam keluarga besar wordpress, merasa bahagia setara. 

Kalau dirunut, blog sudah saya kenal bertahun-tahun lalu. Tahun 2000 awal. Namun dulu hanya sebatas kontributor, bukan founder atau Administrator. Blog “hanyakata” yang ngekos di blogspot, blog “savouco” (Save Our Country) yang numpang di tempat yang sama, pernah saya sumbang. Kedua blog tersebut digawangi oleh Astrid Reza, mantan pemred on/off, terbitan AKY-Jogja sekaligus cerpenis handal. Waktu itu dia masih “orang baru” di Jogja sepulangnya dari Armidale-Australia.  

Sekarang, saya mulai ikut berinteraksi dengan blogger kawakan yang sudah malang-melintang sampe keplintir di jagad blog Indonesia. 

4 Blogger yang saya harus sampaikan terima kasih adalah: Lanjutkan membaca “4 Blog Favorit”

Tentang UU Penanaman Modal (lagi)


          SETELAH saya posting-kan masalah UU Penanaman Modal No.25 Tahun 2007 (atau lebih dikenal sebagai UU Investasi), beberapa email masuk dan mengajukan pendapat serta pertanyaan, salah satunya: 

Khusus ttg UU investasi, lmyn jadi bisa ngeliat lebih luas tanpa browsing sana sini hehehehe..matur nuwun..Btw, mau nanya kalo peraturan statusnya masih Perpu udah bisa diimplementasiin blm sih?Soalnya tentang special economic zone di batam tuh masih perpu, nah tevy ditanya udah diimplementasiin blm?mesti jawab apa ya hihihi..kalo perpu udah wajib diimplementasikan, kenapa ada pendapat gini: “semoga Perpu tersebut segera disahkan menjadi UU” tengkyu lagi.. (dari Tevy via email) 

Begini Tevy, Masalah Perpu, perlu saya jelasin sekilas ya: Negera Indonesia secara hukum, (Peraturan mengenai ini lupa, UU-nya lupa) mengatur hirarki peraturan sbb: Lanjutkan membaca “Tentang UU Penanaman Modal (lagi)”

Mediasi Perbankan


JENGKEL dengan bank? Pernah ada masalah dengan bank? Misalnya: kartu ATM hilang dan jumlah uang dalam rekening anda jadi berkurang, transfer salah alamat, dan segudang problem lainnya yang terkait dengan bank?

 nasabah.jpg 

Saat kita membaca koran, di surat pembaca seringkali tertera surat yang menyuarakan aduan betapa lemot-nya bank, nggak becus mengurus rekening kita sehingga kita kehilangan uang, atau sekadar salah-paham yang menimbulkan kerugian materiil bagi kita. 

Eittss, jangan stres dulu, apalagi putus asa! Langkah paling mudah adalah kita mengadukan langsung ke bagian layanan bank tersebut. Setiap aduan secara lisan, baik via telpon atau datang langsung, itu memang aturannya dan bank wajib memberikan keterangan atau jawaban paling lambat 2 hari setelahnya. Itu aturannya. 

Lanjutkan membaca “Mediasi Perbankan”

Apakah SMA perlu ada pelajaran filsafat ?


images-fil.jpg

Selamat Siang dengan kabut yang menggelayut,

Beberapa waktu yang lampau, salah satu kiriman email dari Kusni Jean (bermukim di Prancis) -dalam milis temu  eropa- disentil  masalah “Quo Vadis  pelajaran filsafat  di Sekolah Menengah yang diajarkan di seluruh pelosok negara Prancis”. 

Pada tahapan diskusi yang lebih lanjut, terjadi pro-kontra, sejauh mana filsafat dapat diajarkan pada anak usia sekolah, silabus dengan bobot seperti apa yang disampaikan, dan bagaimana arah kedepannya dengan iklim pendidikan di Prancis – email tersebut mengupas hal ini- berikut wawancara dengan beberapa murid SMA terkait dengan pelajaran ini dan sistem penilaian ujiannya. 

Boro-boro merespon emailnya, Lanjutkan membaca “Apakah SMA perlu ada pelajaran filsafat ?”

>> Risalah tentang Pro-Kontra RUU Investasi


images-garuda.jpg

Selamat siang sembari menanti Sholat Jumatan, 

Entah kenapa, tiba-tiba saya diminta orang kedua di kantor saya untuk membuat kajian masalah RUU Investasi. Disposisi disampaikan tadi pagi jam 08.15 WIB dan harus selesai sebelum Jumatan. Gileeee..!

Tapi untungnya saat menuliskan tulisan ini, kajian tsb sudah saya serahkan baik-baik (tanpa menggunakan kaki, muka dilipet ataupun senyum kecut!) kepada Beliau.

Sebagai bahan bacaan dan menambah wawasan kita sebagai bagian dari pejuang kehidupan di bumi pertiwi, maka saya sertakan tulisan ini (sebetulnya bukan tulisan tapi pointers).

Selamat mencicipi…

RUU Investasi (sebutan khalayak ramai untuk RUU Penanaman Modal) telah menjadi Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. 

1. Latar Belakang:

·         Membenahi iklim investasi di Indonesia (market friendly). Lanjutkan membaca “>> Risalah tentang Pro-Kontra RUU Investasi”

::: Kalau Saya Komandan Pasukan Marinir :::


~Kalau Saya Komandan Pasukan Marinir~

Jakarta, 8 Juni 2007

Selamat Sore selepas Jumatan..
Cukup mengagetkan sekaligus menggelikan saat membaca berita tentang pelaporan 13 Pasukan Marinir (tersangka) ke Kepolisian dengan isi laporan penganiayaan warga Alas Tlogo (AT). (Jumat,8 Juni 2007). Mengapa?
Karena Marinir memperlakukan fakta sosial dalam permainan matematis versi mereka. Seakan-akan vektor A harus dilawan oleh vektor B untuk menjadi Resultan Z yang mengarah kepada sumbu x dan Y positif bagi Kubu Marinir. Peristiwa Alas Tlogo yang menyudutkan mereka harus dilawan dengan cara-cara hukum yang setidaknya memutarbalikkan arah untuk menyalahkan warga AT.

Sebelum kejadian ini (peristiwa Pasuruan) yang saya tahu, Marinir dekat dengan rakyat. Rembesan peristiwa jaman hangat-hangatnya pro-reformasi 1998, hanya marinir yang dekat dengan rakyat dan mahasiswa. Apakah kesimpulan ini masih berlaku? Sepertinya saya harus berpikir lain.
Marinir beranggapan peristiwa 30 Mei di AT lebih dikarenakan sikap warga yang seenaknya melempari pasukan dengan batu dan sabetan clurit.
Saya jadi bertanya-tanya sejauh mana pasukan yang saat itu patroli dibekali ilmu manajemen konflik yang dibangga-banggakan kaum militer? Sejauh mana kesiapan mental dan kesadaran akal pikiran pasukan saat merencanakan patroli rutin bersenjatakan lengkap ke daerah “abu-abu”? Apakah disikapi dengan mekanisme pra peperangan? Ataukah sekadar jalan-jalan sambil menenteng senjata dan berkeliling –keliling desa naik delman istimewa?
Sudah lah. Tak perlu menunggu hujatan arwah Munir untuk mengakui kesalahan. Juga tak perlu melawan kesalahan dengan kesalahan baru. Rakyat Indonesia adalah bangsa pemaaf. Jika saya Komandan Marinir. Saya beri komando untuk mencabut laporan itu dan mendekatkan diri sebagai Warga Negara, bukan menjadi jati diri Marinir, tentara apalagi centeng penguasa.

Marinir, semoga lekas tahu diri…

salam hangat dari pojok monas pas.

PS: untuk komentar silahkan isi kolom komentar atau kirim ke pegawe@yahoo.com

::: MLM? :::


Selamat sore,
saya begitu bersemangat untuk membaca tulisan Coenpontoh.

Bukan kenapa2, hanya saja beliau menulis tentang MLM, salah satu musuh saya, yang mulai mendarah daging bagi warga “pemalas” Indonesia semenjak dua dekade lampau.
sederet nama seperti amway, cni, thianshi, goldquest merupakan sederetan nama mlm yang bertebaran di negeri ini.

Apa sih enaknya MLM? bukannya bekerja secara nyata jauh lebih baik?
komoditas utama MLM sekadar mimpi belaka. Menjual harapan dengan menukarkan harapan lainnya bagi para “pemalas” sungguh memprihatinkan.
Saya sendiri seringkali mendapat tawaran untuk berbisnis MLM, tapi kok ya rasanya bodoh sekali apabila tertarik dan akhirnya ikut larut dalam permainan mereka.

Ah, sudah lah..biarkan MLM ada di sini, sampai pesertanya sadar dan kembali ke jalan yg benar..

hehehe…

ada komentar?