::: Kalau Saya Komandan Pasukan Marinir :::

~Kalau Saya Komandan Pasukan Marinir~

Jakarta, 8 Juni 2007

Selamat Sore selepas Jumatan..
Cukup mengagetkan sekaligus menggelikan saat membaca berita tentang pelaporan 13 Pasukan Marinir (tersangka) ke Kepolisian dengan isi laporan penganiayaan warga Alas Tlogo (AT). (Jumat,8 Juni 2007). Mengapa?
Karena Marinir memperlakukan fakta sosial dalam permainan matematis versi mereka. Seakan-akan vektor A harus dilawan oleh vektor B untuk menjadi Resultan Z yang mengarah kepada sumbu x dan Y positif bagi Kubu Marinir. Peristiwa Alas Tlogo yang menyudutkan mereka harus dilawan dengan cara-cara hukum yang setidaknya memutarbalikkan arah untuk menyalahkan warga AT.

Sebelum kejadian ini (peristiwa Pasuruan) yang saya tahu, Marinir dekat dengan rakyat. Rembesan peristiwa jaman hangat-hangatnya pro-reformasi 1998, hanya marinir yang dekat dengan rakyat dan mahasiswa. Apakah kesimpulan ini masih berlaku? Sepertinya saya harus berpikir lain.
Marinir beranggapan peristiwa 30 Mei di AT lebih dikarenakan sikap warga yang seenaknya melempari pasukan dengan batu dan sabetan clurit.
Saya jadi bertanya-tanya sejauh mana pasukan yang saat itu patroli dibekali ilmu manajemen konflik yang dibangga-banggakan kaum militer? Sejauh mana kesiapan mental dan kesadaran akal pikiran pasukan saat merencanakan patroli rutin bersenjatakan lengkap ke daerah “abu-abu”? Apakah disikapi dengan mekanisme pra peperangan? Ataukah sekadar jalan-jalan sambil menenteng senjata dan berkeliling –keliling desa naik delman istimewa?
Sudah lah. Tak perlu menunggu hujatan arwah Munir untuk mengakui kesalahan. Juga tak perlu melawan kesalahan dengan kesalahan baru. Rakyat Indonesia adalah bangsa pemaaf. Jika saya Komandan Marinir. Saya beri komando untuk mencabut laporan itu dan mendekatkan diri sebagai Warga Negara, bukan menjadi jati diri Marinir, tentara apalagi centeng penguasa.

Marinir, semoga lekas tahu diri…

salam hangat dari pojok monas pas.

PS: untuk komentar silahkan isi kolom komentar atau kirim ke pegawe@yahoo.com

4 Comments

  1. Sekarang pada masa “reformasi” ada kecenderungan bahwa kalo ada konflik antara rakyat dan negara ( sipil /tni/pol)pasti banyak fihak akan teriak sok pro rakyat apakah ini karena adanya kebebasan u/ bicara berdasar pada asas”demokrasi”?
    Saya yakin prajurit itu tidak akan se-mena2 menembak rakyat, tidak adakah kemungkinan para prajurit2 (yang juga orang2 kecil) merasa terdesak/panik oleh gerakan segerombolan rakyat yg se-olah2 memprofokasi u/ menyerang mereka? Apakah rakyat tidak boleh salah? Meski setiap manusia kalau mempunyai kekuatan/peralatan pasti punya rasa bisa mengalah/menghan curkan yang lebih lemah.
    Marilah kita mencoba u/ melihat masalah “pasuruan” dengan lebih dingin/adil/sejuk demi membawa negara kita kearah negara yg berKe-tuhana dan berkeadilan u/ semua.
    Semoga Allah melindungi kita semua.
    Merdeka!!!!!!!!

  2. Terima kasih atas pendapat Mas Budi.
    Saya sepakat dengan Sdr. untuk melihat masalah Pasuruan secara “sejuk”. Kecenderungan membela rakyat (pro rakyat) bagi saya adalah keniscayaan. Mau-tidak mau rakyat harus cenderung untuk dibela, karena mereka (rakyat), bagi saya, relatif lebih lemah, baik secara kewenangan maupun akses berbagai hal. Masalah Adil-tidak adil, dan benar-tidak benar, kita doakan saja, pengadilan dilaksanakan pd Pengadilan Negeri dan dapat berjalan sesuai hukum.
    Terima kasih dan Merdeka!!!

  3. marinir kan juga manusia tho mas,coba kita renungkan gimana apabila kitalah pada waktu itu pada posisi mereka.jujur saja kalau saya pasti juga panik dan bingung.takut mati digebukin mas.

  4. saya, juga rakyat kecil mas tp sy lebih mementingkan kpntingan utk negara rakyat juga hruz dlindungi tp rakyat juga hruz memtuhi aturan tdk bebas klu nti merugkan negara sperti munir,memang sdh hrus slazimnya munir dhilangkn dari tanah air krn merugkan kdaulatan NKRI…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s