>> Risalah tentang Pro-Kontra RUU Investasi

images-garuda.jpg

Selamat siang sembari menanti Sholat Jumatan, 

Entah kenapa, tiba-tiba saya diminta orang kedua di kantor saya untuk membuat kajian masalah RUU Investasi. Disposisi disampaikan tadi pagi jam 08.15 WIB dan harus selesai sebelum Jumatan. Gileeee..!

Tapi untungnya saat menuliskan tulisan ini, kajian tsb sudah saya serahkan baik-baik (tanpa menggunakan kaki, muka dilipet ataupun senyum kecut!) kepada Beliau.

Sebagai bahan bacaan dan menambah wawasan kita sebagai bagian dari pejuang kehidupan di bumi pertiwi, maka saya sertakan tulisan ini (sebetulnya bukan tulisan tapi pointers).

Selamat mencicipi…

RUU Investasi (sebutan khalayak ramai untuk RUU Penanaman Modal) telah menjadi Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. 

1. Latar Belakang:

·         Membenahi iklim investasi di Indonesia (market friendly).

·         Kepastian hukum mengenai tenaga kerja asing.

·         Lamanya mengurus perijinan dalam membuka usaha baru di Indonesia.

·         Kesemuanya pada dasarnya adalah memberikan berbagai fasilitas/ kemudahan bagi Penanam modal. 

2.  Masalah yang Diperdebatkan:

·         Kajian tim dari UGM menyatakan RUU ini lebih LIBERAL dibanding UU negara maju sekalipun; Keterangan:    Disampaikan pada Komisi VI DPR September 2006 lalu. DPR memang meminta UGM dan Universitas Indonesia mengkaji draft rancangan yang diajukan pemerintah dan menyampaikan hasil kajiannya. Ekonom UGM Mudrajad Kuncoro menjelaskan, beberapa ganjalan yang perlu dituntaskan antara lain tudingan bahwa RUU ini tidak berpihak pada ekonomi rakyat karena kelewat liberal, ketiadaan arah dan prioritas yang jelas, fungsi koordinasi yang kabur, sekaligus fasilitas dan sistem insentif yang tidak tegas. Patut diingat pula, UU Penanaman Modal bukan senjata pamungkas yang dapat menjamin iklim investasi membaik. Perbaikan perilaku birokrat, keterkaitan sinergis dengan perangkat aturan lain, serta kejelasan arah kebijakan industrial, adalah faktor faktor penentu lainnya yang tak dapat diabaikan.

·         Perlakuan yang sama antara Investor Dalam Negeri dan Investor Asing;Keterangan:    Semangat liberalisasi yang amat kental juga terlihat pada pasal-pasal yang tidak membatasi pengalihan aset (kecuali untuk kawasan hutan dan kawasan konservasi), kebebasan transfer/repatriasi modal, keuntungan, dan dana.“Padahal UU investasi di China dan Malaysia misalnya, jelas menyebutkan bidang-bidang yang tertutup atau terbatas untuk kepentingan asing,” kata Mudrajad.

·         Kewenangan Pemerintah Daerah dalam memberikan insentif kepada Penanam modal versus Kepentingan Kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Keterangan:    Kewenangan ini dimungkinkan Penanam modal mengeruk sumber daya alam tanpa mengindahkan sumber daya lingkungan berkelanjutan (sustainable resources) karena sampai saat ini Pemerintah Daerah memprioritaskan pendapatan daerah dibandingkan kelestarian alam 

·         Pengenaan Sanksi  yang dianggap sangat lemah dan sumir. Keterangan:    Proses lahirnya jabang bayi UU Investasi ini cukup alot. Salah satu pasal yang menjadi perdebatan adalah Pasal 33 ayat (3) yang mengatur sanksi. Ayat ini mengatur sanksi bagi perusahaan yang melakukan kejahatan korporasi yang merugikan negara. Kerugian negara ini berdasarkan pada temuan pejabat yang berwenang. Istilah pejabat yang berwenang inilah yang memicu silang pendapat.

 ·         Kewenangan Badan Koordinasi Penanaman Modal yang semakin luas (diangkat dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden). Keterangan:    Pada pasal 27 BKPM diberikan wewenang untuk menjadi palang pintu perijinan seperti: menetapkan norma, standar, dan prosedur pelayanan investasi; membuat peta investasi Indonesia; mempromosikan investasi; mengkoordinasi pelayanan satu pintu.

3.  Penutup Atas banyaknya Pro-Kontra, UU Penanaman Modal termasuk merupakan UU yang banyak diperdebatkan, bahkan sejumlah LSM seperti INFID, IDEA (Revrisond Baswir), berencana akan melakukan Judicial Review.

Demikianlah, sekelumit masalah UU penanaman Modal. Bagi saya, hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah terbitnya UU Pinjaman Modal…alias UU tentang ngutang! hehehehe… 

(KD-15062007)

tulisan terkait:

[+] Pertanyaan tentang UU Penanaman Modal

[+] dan Lanjutannya…

3 Comments

  1. “Patut diingat pula, UU Penanaman Modal bukan senjata pamungkas yang dapat menjamin iklim investasi membaik.”

    lha ya mungkin, senjata pamungkas paling bagus ituh ya mentalnya dulu yang dibenerin..
    gitu ndak ya, mas kop..😀

  2. Mental memang utama, namun Pemerintah sepertinya berusaha mengikuti jejak negara tujuan investasi lainnya seperti China dan Vietnam. Untuk negara yg disebutkan terakhir malah semakin maju dengan fundamental ekonomi yg kokoh.
    Dengar-dengar, China membolehkan investor asing membeli tanah secara hak milik, makanya Indonesia menjadikan jangka waktu pemberian HGB selama hampir 100 tahun..
    Gileee..!

  3. I write in relation to the new investment law that has recently been enacted in Indonesia.

    In this connection could we have an Opinion from you on this matter in relation to how this new law will affect our land titles? e.g : a company currently hold 5 HGB and HGU Certificates each for a period of around 30 years.

    Could you please let us know the procedures/changes in relation to renewals, extendibility, risks involved and other matters of interest/concerns that we should be aware of under the new investment law as against the previous law?

    We also would like to extend the said Certificates to the maximum periods allowed under the new law.

    ___
    komen Mas Kopdang: Terima kasih, akan Saya jawab dalam tulisan. Mohon bersabar..

    Your assistance on this matter would be appreciated.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s