Hakikat Besar-Kecil

SETIAP saya melangkah langkah.jpgpasti dihadapkan untuk memilih. Itu pasti ada alat ukurnya. Parameter. Masalah apa yang menjadi alat ukur tergantung wawasan dan kedewasaan saya. Apa saja yang diukur, itu terserah saya dan Anda masing-masing. Hal yang paling mudah adalah mengukur besar-kecil. Misalkan: “Pilih rumah besar apa kecil ya?”  

Dalam keseharian Anda pasti akrab dengan ujaran: “Duh lapar, nih! Mau makan besar atau cukup kudapan?” “Bosan ah kerja di sini”. “Memangnya mau kerja di mana lagi? Bukannya gaji kamu sudah lumayan gede sekarang?” atau“Kok badan kamu kecil sih…, banyak pikiran ya?”   

Namun — seiring Jaman Edan* telah berubah menjadi jaman cucakrowo** dan terlebih sekarang menjadi jaman kutukupret**  dan jaman kucing garong**** — saat ini penilaian manusia terhadap ukuran besar-kecil semakin bernuansa paradok. Besar belum tentu bernilai tinggi dan kecil bisa jadi jauh lebih mahal. Ini adalah parameter besar kecil terhadap materi. Laptop dan CPU adalah contoh yang paling ideal. Begitu pun dalam dunia Ponsel. 

Besar dalam ranah volume, memang gampang diukur. Namun apabila sudah bicara hakikat, maka semuanya akan blur.  “Belum tentu gaji besar membawa kebahagiaan, Om.” “Memangnya nilai IP kamu tinggi ya, kok bisa masuk perusahan “Z” ini sih?”  

Ternyata, besar – kecil ditentukan oleh manfaat. Dengan pergerakan kecil dari jari dan jempol pada keyboard, seorang blogger dapat mengubah dunia atau setidak-tidaknya merubah mindset seseorang.  Namun ada gerakan brutal gak nyeni yang digerakkan secara massal dan kolosal, menghamburkan jutaan rupiah, tidak bermanfaat sama sekali demi pri kehidupan masyarakat luas, bahkan untuk satu orang normal kebanyakan. 

Nama gerakan itu “Hak Ngundang Untuk Bertanya” alias Interpelasi.

Keterangan:

(*) dipopulerkan Ronggowarsito, (**) dipopulerkan Didi Kempot, (***) dipopulerkan Tukul Arwana, dan (****) dipopulerkan oleh Penyanyi kinyis-kinyis dari kaum Tarling dan Dermayon-Cirebon. 

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s