Cara Kopidangdut Kuliah Dengan Biaya Murah (IKUT SPMB)

Siapa yang menyangka anggaran pendidikan yang naik 20% dalam APBN, malah gak karuan dan belum juga dilaksanakan. Justru biaya pendidikan makin mahal. Bahkan sahabat saya, membuat penelitian, bahwa di tahun 2020, perkiraannya, setiap mahasiswa swasta diwajibkan membayar biaya uang pangkal senilai 700 juta rupiah. Mumet!

Mas Kopdang merasakannya sendiri. Tahun ’99, saat masih kuliah di Fakultas Hukum UGM, biaya per semester hanya 400 ribu rupiah, thok! Sekarang, adik saya malah diwajibkan membayar 2 juta rupiah per semester. 5 kali lipat, boy!

Padahal Ayah saya sudah pensiun, Ibu juga hanya usaha kecil-kecilan. Bagaimana bila hal ini terjadi pada samasdang (sahabat mas kopdang), ponakan, dan anak sendiri? Bagi adik-adik yang masih ingin kuliah murah , ikutilah tips-tips berikut ini:

  • Ikutilah SPMB: Dengan ikut SPMB, maka uang gedung, uang kuliah, akan jauh berbeda apabila diterima lewat jalur khusus apalagi bila di universitas swasta;
  • Ikutilah Bimbel sejak kelas 1 SMA. Bimbel sekelas GO (Ganesa Operation) dan Primagama, membantu kita dalam meletakkan dasar-dasar pelajaran yang di SPMB-kan. Memang memerlukan biaya, namun bila dihitung-hitung, akan jauh lebih murah bila akhirnya sukses SPMB (UMPTN).
  • Kumpulkan buku-buku pelajaran selama sekolah dari kelas 1 hingga kelas 3. Jangan samapai hilang, karena soal-soal, akan banyak tersebar di dalam mata pelajaran di kelas 1 dan kelas 2 SMA.
  • Buat buku catatan tentang teori atau rumus dasar. Berusahalah membuat sendiri buku catatan versi sendiri, dengan bahasa yang mudah dimengerti, untuk mereview intisari pelajaran.

 Bila berhasil masuk kuliah negeri via SPMB, 50% telah menghemat biaya. Bahkan dapatDikatakan adik2 sukses membantu orang tua. Lalu apakah sampai di situ saja?

Lakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Usahakan semester 1 dan 2 dilalui dengan prima. IP bukan jaminan, namun dengan IP yang tinggi, mudah sekali untuk mencari beasiswa. Cobalah datang ke LPM (Lembaga Pengabdian Mahasiswa), banyak sekali beasiswa yang ditawarkan.
  • Bila perlu, semester pertama tinggal di asrama. Memang penuh dengan perploncoan pada awalnya, namun ditanggung biaya tidak terlalu besar keluar dari sini. Pengalaman saya, saat tinggal di asrama, sebulan hanya ditariki 20 ribu rupiah per bulan (tahun 98-99).
  • Banyak berkenalan dengan senior mahasiswa, teman asrama dan tetangga –masyarakat sekitar tempat tinggal. Dengan adanya persahabatan, lumayan lah. Berangkat bisa nebeng. Makan malam terkadang ditraktir, pertemuan karang taruna biasanya menghasilkan konsumsi yang layak. Atau mengajari murid SD dan SMP anak tetangga yang butuh bimbingan belajar. Teman saya, hampir sejuta bisa diperoleh dengan mengajar anak-anak tetangga kos.
  • Belajar hidup hemat. Jangan terbawa nafsu untuk bergaya hidup ala mahasiswa lainnya. Jangan merokok. Kecuali ada yang bayari.
  • Dekati dosen yang sibuk dan butuh asisten. Dengan cara ini, banyak “manfaat” yang diperoleh. Cobalah.

 Oleh karenanya, jadi mahasiswa bukan sekadar bolak-balik tempat kos (asrama) dan kampus. Namun ikutilah pertemuan warga, belajar berm,asyarakat, belajar bersahabat. Dan yang terpenting, belajar bertanggung jawab. Ada tambahan?   

3 Comments

  1. lho satu angkatan sama saya di UGMnya? sama saya juga bayar 4oo ribu rupiah tok. Dibayari rakyat itu
    __
    ~Mas Kopdang~: weisss, komikus favorit saya ternyata seangkatan? berarti belum sampai angkatan milenium kan? sip lah..!

  2. asrama mana nih? asrama mahasiswa ugm yg di jakal? hehehe… deket dong ama kos kita ^^

    kenal ama faozy ama lukluk ga? ilkomp98, dulu mereka tinggal disana jg🙂

    oya, salam kenal jg ya.

    __
    ~Mas Kopdang~: Hehehe..sayang bukan Mas, saya di Wisma Sarjana, Demangan..itu pun cuman selewatan..gak lama..

  3. permisi mas Kopdang saya mau sedikit ‘protes’
    memang biaya murah itu sangat membantu tapi hati-hati karena biaya murah bisa melenakan mahasiswa yang tidak bersyukur.
    Contohnya pengalaman pribadi saya, tahun 99 saya kuliah di salah satu fakultas di Univ. Brawijaya yang SPP persemester-nya 350ribu rupiah. Karena saya nyambi kerja dan dengan setengah gaji setiap bulan bisa melunasi biaya kuliah 6 bulan. Jadinya kuliah jadi santaiii, prinsip saya berdayakanlah fasilitas murah yang didapat wong adik2 kelas saya bayarnya dua kali lipat. Akhirnya saya kuliah selesai 7 (tujuh) tahun, termasuk di dalamnya dua tahun cuti kuliah. Itupun karena ada ancaman DO di tahun ke-8. Jadi mungkin biaya mahal bisa bikin mahasiswa cepat-cepat pengen lulus
    he..he hhe
    —-
    ~Mas Kopdang~:
    Protes saya terima, dan mas Kopdang percaya, pembaca blog kopidangdut tergolong bijak dan pandai mencerna;
    Terima kasih atas protes sekaligus masukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s