Pencuri Berita

Siapa di antara Anda yang kantornya (bagi yang bekerja), di kampusnya (bagi yang masih mencuri ilmu) berlangganan koran dan atau majalah? 

Lalu siapa di antara kantor atau kampus Anda yang nasib koran atau majalah itu hanya berumur sehari di lingkungan kantor? Karena dibawa pulang oleh salah satu oknum pegawainya atau salah satu oknum mahasiswanya.

Dan siapa di antara Anda yang termasuk golongan oknum pegawai atau mahasiswa tersebut? 

Mengaku sajalah …! 

Saya adalah salah satu oknum “pencuri” di lingkungan saya bekerja.  Favorit incaran saya adalah Kompas, Bisnis Indonesia dan Tempo.

Saya tidak bangga, saya memang malu. Atas kemaluan rasa malu itu lah saya ingin menebus dosa-dosa saya dengan cara menyadarkan Anda untuk tidak lagi mencari barang gratis di lingkungan umum, terlebih milik negara. 

Kompas, Republika, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Koran Tempo, Gatra, Majalah Tempo, Suara Karya adalah deretan nama media cetak yang, bila memang sudah waktunya terbit, selalu ada di rak yang telah disediakan oleh pegawai bagian tata usaha kantor saya.

Keesokan harinya tinggal refill. Yang lama diletakkan di gudang, yang baru nongkrong di singgasananya. 

Khusus Suara Karya, setiap pegawai memang mendapat jatah. Namun untuk yang lain merupakan jatah satu tim. Idealnya koran dibaca saat jeda dan rehat siang. Namun memang diperbolehkan saat waktu kerja apabila terkait dengan informasi/ berita yang memang terkait dengan pekerjaan kami. Namun, paling enak justru saat membaca harian itu di kala senja. Syukur-syukur bisa dibaca ulang di rumah.  

Oh, alangkah indahnya malam ini. 

Namun sekarang saya sudah (berusaha) tidak melakukan itu lagi. Menghindari risiko bilamana atasan saya keesokan harinya akan bertanya mengenai berita di salah satu media. Dan ternyata sudah tidak ada di tempatnya. Mau tidak mau saya harus mengakui kalau yang dicarinya ada di rumah saya. Mungkin sedang dijemur Bun, karena baru saja kena muntah si Ciprut saat itu. 

Betul! Mendapatkan yang gratis itu enak. Saya setuju. Namun, bila itu ternyata tidak memberikan manfaat bagi yang lain, untuk apa? 

Kecuali jelas-jelas ada SOP atau Juknis atau Juklak atau setidaknya pengumuman resmi yang berbunyi:

“Sehubungan Gudang Lantai X sudah penuh dan tidak dapat memuat apa pun juga, maka koran pagi silahkan dibawa pulang oleh masing-masing anggota Tim” 

Kalau sudah begini, silahkan kebiasan Anda diteruskan saja!

[bonus berita terkait]

[+] cara bikin rambut kruil-kruil

[+] pusat dan bukan pusat

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s