Pegawai Negeri Vs Pegawai Swasta

Ada yang lebih memilih pegawai negeri, namun ada juga yang jauh lebih merasa nyaman menjadi pegawai swasta. Apakah ada perbedaannya?

Sejatinya, bekerja itu untuk memberikan nilai kemanfaatan. Manfaat bagi pekerja, bagi objek yang dikerjakan, tempat bekerja tersebut dan bagi pihak yang memperkerjakan. (*duh, tiba-tiba jadi pusing nih..)

Apa sih yang diminati dari menjadi Pegawai Negeri Sipil ?

  • Mendapatkan uang pensiun?
  • Kerja tak terlalu ngoyo?
  • Bisa korupsi?
  • Keren?
  • ?

Indonesia, berbeda dengan Singapore. Di sana, konon katanya, PNS sangat dihormati dan mendapat perlakuan istimewa. Penghasilannya besar. Bersih dan berwibawa. Justru “orang swastanya” yang sebagian masih seperti mafia atau berandalan kecil.

Berbeda sekali dengan yang ada di negeri kita ini. Dahulu saya beranggapan PNS itu menjemukkan. Isinya para pegawai malas dan tak mau gesit untuk berpikir. Gajinya kecil, pegawai itu pintar atau bodoh sama saja, tergantung kelihaian membuat senang atasan. Menjilat jadi salah satu jurus andalan dalam mencapai self-glory.

Sedangkan sebagai pekerja swasta, dahulu, anggapan saya adalah orang profesional, penuh gairah kerja, ada nilai kesetaraan antara kinerja dan karir. Kalau kita rajin dan pandai, bakalan cepat menjadi bos. Gajinya besar, tiap tahun dapat bonus, dan bla..bla..bla… prasangka positif lainnya.

Apakah begitu?

Mungkin bagi para Sahabat Mas Kopdang yang masih kuliah dan atau fresh graduate, tidak dapat berkomentar banyak tentang hal ini, kecuali mendapat informasi dari kerabat atau kawan-kawannya.

Berbeda bagi sebagian Sahabat Mas Kopdang yang pernah mencicipi manis-pahit-getir dunia kerja dan telah lama berkecimpung di dunia “mencari sesuap nasi dan segenggam berlian” ini. Penuh dengan romantika kehidupan. Senang dan kecewa, campur aduk menjadi larutan kimia yang susah dikecap namun nikmat untuk diseduh di malam hari, saat encok- pegel- linu kambuh dan kangen berleha-leha dan santai semasa kuliah dulu..

Dahulu, Mas Kopdang anti menjadi pegawai negeri. Pokoknya anti. Semasa kuliah pernah bikin magang di koperasi mahasiswa, lalu usaha bumbu pecel dengan dua sahabat. Lalu menjadi asisten pengacara, menjadi associate pengacara, pernah jadi pengusaha warung makan, lalu menikah, lalu bekerja menjadi pegawai swasta, dan akhirnya nyantol di sini. Saat ini. 

Namun entah kenapa perjalanan karir Mas Kopdang justru pada akhirnya erat dan lekat dengan PNS, walaupun bukan juga disebut PNS murni. BUMN pun bukan. Hanya sepenggal auxilliaries state yang independen dan dilindungi oleh hukum.

Apakah ada yang punya pengalaman atau pendapat, enak mana-menjadi pegawai negeri atau pegawai swasta? Atau setidaknya bercita-cita menjadi apa? Pengusaha? Ditunggu komentarnya … [lewat email pun boleh]

Salam,

MK

[kalo boleh milih, Mas Kopdang pingin jadi PNS atau swasta, jawabannya cuma atu: mana yang bisa menghidupi keluarga? itu saja…]

19 Comments

  1. apapun kerjanya itu mas kopdang, asalkan halal dan thoyib serta membawa keberkahan, itu nggak masalah. masing-masing orang punya impian dan idealisme. bahkan idealisme yang sama pun bisa dilakukan dengan beberapa cara yang berbeda. jadi PNS itu juga baik, asal nggak korup. Jadi pegawai swasta itu baik, asal nggak eksploitatif.

    “[kalo boleh milih, Mas Kopdang pingin jadi PNS atau swasta, jawabannya cuma atu: mana yang bisa menghidupi keluarga? itu saja…],” nice quote mas kopdang…

    Mas Kopdang: Luar biasa! komen Mas Ngodod tetap meluncur dengan sederhana, cantik dan menyejukkan..

  2. hmm…saya kul di sekolah kedinasan di bidang akuntansi, lulus lsg jadi pegawai negeri ( gmn lagi, keluar kudu bayar 30jt ) tapi skg kerjaan saya bener2 di luar bayangan saya sebelumnya, apalagi kalau sudah tugas audit atau bimbingan teknis dengan pemda di provinsi tmpat kantor perwakilan saya…sampai tengah malam, malah kemaren teman saya mpe sahur di kantor hueheuhe pokokknya gk kebayang d

  3. daku pernah jadi peg swasta dan PNS juga
    ini menurut daku bedanya :

    swata : temen2nya keren2 alias modis2, pandangan hidup lebih luas(niatnya cari kerja yg gajinya gede mulu), banyak bonus2 yang nga terduga, anak buah lebih berkuasa daripada atasannya, waktu kerja lebih disiplin, mau loncat2 cari kerjaan lain dgn gaji lebih gede lebih gampang, kerjaan suka kelebihan dari porsi yang sebenarnya, kelebihan jam kerja bisa bikin kaya

    PNS : temennya agak ortodok and agak primitip baik gaya dan pemikiran, ngarepin bonus agak susah walau bisa tilep duit proyek(hehehe), atasan lebih berkuasa daripada anak buah, waktu kerja sesuka2 hati, mau loncat2 cari kerjaan lain dgn gaji lebih gede agak susah(alasannya selalu integritas), kerjaan dikit banget malah kebanyakan tidur2annya, kelebihan jam kerja berarti gotong royong donk

    nah itu beberapa yang daku rasakan…kalo ada tambahan..silahkeeennn

    1. Wah saya kurang setuju nih ama komentar pns agan hehehehe. Kalo masih belom tau retorika dan dinamika nya mending no comment dah. Pns bagian mana dulu yg anda nilai kerjaannya dikit, Ga semua pns seperti pemikiran agan, yg agan tulis kerjaannya dikit. Coba agam terjun langsung ke kementerian keuangan, lihat pekerjaan per direktorat masing masing mereka. Agan mah terjunnya ke kelurahan mulu sih.. Gabut kelurahan mah.. Bikin E ktp aja 5 bulan.

  4. Sekedar Sharing……….

    Sudah dari Dulu Bangsa Kita ADALAH Kaum FEODALISME………Khusus Raja n Family + Kalangan Bangsawan yg bs Menikmati Hasil Bumi dari PErihnya Keringat Rakyat Sendiri….
    Artinya apa……..ORang dari Kalangan PETANI ingin merasakan
    naik kelas Dengan Menjadi PNS. Keturunan dari Kalangan PNS ingin merasakan bagaimana menjadi Kaya Raya…….atau Tetap memilih Jalur aman menjadi PNS seperti ORanG TUA nya.

    Hidup di negeri ini…..STATUS yg dibanggakan………!!!!! Kaum Tua di negeri ini masih Beranggapan bahwa Anaknya akan hidup Enak,tenang hingga tua dengan menjadi PNS.
    dan Parahnya Lagi,,,,,,,,,,Hidup kita sendiri kadang Harus Mengikuti Perintah Orang Tua.
    Dari SD Hingga Kuliah + Menikah….some time masih bisa di Setting oleh Orang TUa…..!!!!! jika tidak mengikuti,….Kt di anggap Ank Kurang Berbakti…….Benaaaar tidak ??

    Apa sebeneernya Enaknya menjadi PNS ?
    DInegeri ini jika kita sdh Memiliki SK…………Bs di Lego di Bank JABAR…dan mendapat Kucuran 50 JT- 100 Jt dalam waktu 2 Tahun……..
    Yang Kedua….masyarakat, lingkungan, sanak keluarga akan merasa BANGGA memiliki Saudaraa PNS.
    Menjadi PNS bisa di identikan dengan Keberhasilan dlm mendidik anaknya……….Sungguh IRonis………!!!!!
    Yang ke tiga……..ada Status khusus di kalangan Masyarakat bahkan Lingkungan……..!!!! istilah nya……..Naik motor aja di kasih senyum ramah oleh lingkungan!!!!!……..itu sesuatu yg tak ternilai……..oleh harta………!!!!
    Terakhir………..Jika memiliki Jabatan………Luar biasa enaknya mengatur anak buah untuk manut bahkan hingga sekarang masih Sangat Di Hormati………..Istilah dari Sicilia …..adalah Orang2 Terhormat….!!!!
    Selain itu………..JODOH lebih mudah……Trust Me.. ini indonesia Bung…………!!!!!

    Laen Hal nya dengan SWASTA>……………………..!!!!!!!
    Kerja Harus disiplin, Loyal, JUJUR
    Masuk pagi keluar Mlm……….jika tidak…….PHK…Surat Peringatan…..Nilai Minus buat Bonus akhir tahun..
    Sesama Staff………….Saling sikut, saling tuduh, Harus bisa menginjak teman sendiri untuk mendapat Jenjang Kedudukan yg lebih………kalau Perlu mencuri ide, Kreasi dari Rekan bahkan Bos Sendiri….!!! Luaaaaaaar Biasa ini Dunia Nyata !!!!!!!!!!! lain dengan dunia Kampus………….itu dunia Maya ………..BUng……….!!!!!
    Jika kitaa lurus aja……….Monggo…………….Orang laen yg akan Menyabet duluan……………!!!!!! menginjak-injak!!!!

    Gaji sebulan……….Habis 3minggu bahkan 2minggu…!!!!
    Selebihnya……untuk mengikuti Gaya Hidup………..Credit Card atau KTA……yg di cari…………
    Semakin TInggi Jabatan, Semakin besaar Tanggung Jawab……..Memang benar kita lebih produktif dibanding PNS………………..
    Tapi jika masih muda harus dihinggapi perasaan Menipu, menginjak orang lain, Hidup dgn AlKohol, Drugs, Fast Foods, Credit Card……………………..!!!!!!!! lihaaaat……………Rumah sakit Swasta Ternama……….Bandingkan………ORang tua yg Sakit dari PNS dengan Orang usia 50 thn pegawai Swasta…………..!!! Siapa yg lebih rentan sakit Parah………….!!!!!!!!!

    Intinya apaa…………………Seharusnya yg dicari itu Kerja yg Halal……dari manapun………..dan Jika bisa……Membangun Aset………….pasive income…yg di kejarr !!!!! : Bisa dari Punya usaha, Saham, Valas, atau Real Estate, Deviden bahkan Tabungan !!!!……….InvestaSI…………!!!!!!!!!!!!!

    SO, ini tulisan sekedaaar sharing………..bukan menantang,,,,,,,,
    jadi Hidup di Negeri indonesia ini………….Jika kita tidak memiliki Modal, Koneksi………GO to Hell………..Kelaut aja……..sebab Jaringan PNS, PEJABAT bahkan BUMN itu semua milik Keluaaarga……………..!!!! bukan Umum.. klo tidak punya koneksi………..Cerdas saja tidak cukup…….butuh Keberuntungan…………….!!!!

    Hidup indonesia,,,,,,,,,,,,,,Harus Cerdas,cedik dan Yg bisa memangkas semuanya……….. adalah Koneksi..!!!!
    Untuk menjadi profesional dinegeri ini masih dalam Proses……..namanya aja Negara berkembang…..!!!
    Jadi siapkan diri kita masing2………….Hargai Pilihan hidup orang masing2,,,,,,,,,,,,

    Menjadi PNS itu Miskin Tidak kayaa TIdak…………………
    Tetapi sehaaaarusnya Kaya Bisaaaaaa!!!!!!! tanpa Korupsi……

    Menjadi pegawai swasta bagaimana…………..???

    Ketika masih berkarir………….sebisa mungkin.,menabung dan memulai untuk membangun usaha seperti Franchise…..atau memiliki Kost2 an atau bisnis yg di kelola oleh keluarga…………kelak untuk Jaminan Pensiun………..

    Hidup Indonesia……………….
    by Airlangga

    Salam kenal semua………….sukses slalu.

  5. jangan hancurkan impian mereka kk…..

    jadi orang jangan pendiam,pendiam boleh asal pintar..tapi pintar aja gk cukup klo gk gaul, dan gaul pun gk cukup klo berdoa…dan berdoa belum tentu dikabulkan klo kita adalah orang beruntung…balik lagi ke nasib, udah di tangan Tuhan itu sih ^^

  6. Heran bgt.. knapa org2 hrs m’dikotomi PNS dan swasta…bahkan ada yg benci bgt dg makluk yg namanya PNS..makan gaji buta,kerjaanya tidur aja,tukang korupsi,kolusidll..dll. Swasta..gaji tinggi, disiplin, keren, kinerja baik..dll..dll.
    Sy mengajar di universitas swasta yg jg ada tenaga dosen dari pemerintah dg status PNS..dilihat dari sisi kinerja, tdk bs didkotomikan bahwa dosen yayasan lbh baik dan dosen PNS malas2an..tergantung masing2 pribadi.
    Smua PNS pemalas,koruptor ato maling duit rakyat…hipotesa yang blm tentu bnr,msh bayk PNS yg jujur,kinerja baik,bersyukur dg pekerjaannya. Pegawai swasta py kinerja lbh baik, ga pernah korupsi, gaji tinggi…hipotesa yg blm tentu bnr jg,byk peg swasta yg gjnya msh dibwh UMR n harus loncat2 cr kerja yg lbh baik. Selain korupsi pemerintah..korupsi sektor swasta di indonesia jg besar..pengemplang BLBI,geger edy tansil, eksploitasi buruh jg menjadi hal jamak bg sektor swasta.
    Tdk sedang berkotbah..smua berpulang ke pribadi msg2.. Bersyukur aja untuk apapun pekerjaan qt..PNS,swasta,pengusaha ato apapun..kerjakan dg tg jwb dan tdk perlu menghakimi pekerjaan org lain.

  7. Wai jangan beti toh dengan PNS kamikan hanya mau kaya saja… klo agam kristen yah silahkan aja bersihkan gereja dan parit parit HAHAHAHAHAHAH HIDUP SBY

  8. Hem ehem….test…test…….
    Mau sedikit komen aja bro…

    Saya sendiri sekarang bekerja menjadi PNS di PDAM dan gaji saya pertama masuk kerja Rp. 750 rb/ bulan ada gaji 13 pada hari raya, pensiun di PDAM lumayan tinggi untuk jabatan kasi bisa sampe 1,7 jt/ bln + uang saku sebesar krg lbh 100 jt.

    Dari keterangan diatas apakah cukup gaji 1 bulan saya untuk hidup saya dan istri
    Jawabannya saya …. TIDAK………!!!! ( 2 minggu udah habis buat bayar listrik, air, dll )
    ( bagi anda yang cukup bersyukurlah :> )

    Saya berangan angan dengan Tujuan hidup sebagai pengusaha sukses maka menggunakan uang nikah saya pemberian ortu Rp. 10 jt di tabungan untuk usaha kecil2an yakni usaha dengan membuka persewaan PS II karena saya sudah ada 1 buah PS maka saya menambah 2 lagi, hal tersebut guna tambahan biaya hidup saya.

    Sampai sekarang semua berjalan lancar karena sekarang saya sudah pegawai tetap dengan gaji Rp 1.250 jt/ bln sedangkan rental PS saya berkembang sampai dengan penambahan unit komputer sebagai warnet dengan pemasukan Rp. 5,5 Jt/ bln sehingga bersih saya menerima 3 jt/ bln.

    Sekarang yang menjadi dilema pada diri saya yakni lebih memilih antara 2 pekerjaan tersebut, dan saya ingin memantapkan hati untuk pilihan yang mana nanti saya tempuh.

    Apabila suka dan duka PNS dan Swata anda semua sudah mengerti……
    Semua pekerjaan memang tergantung dari pribadi masing2 itu benar bro…..
    Yang penting kita sebagai pekerja PNS/ Swasta harus punya tujuan hidup.
    Tentukan dulu apa Tujuan Hidup anda, apabila anda ingin menjadi pejabat memang harus melewati mulai dari staff sampai punya jabatan yang anda inginkan. Begitu pula sebaliknya bila anda ingin jadi pengusaha sukses juga harus bersusah payah mengumpulkan modal dari kecil menjadi besar, belum lagi kalo kadang menerima kerugian pada perusahaan (memang resiko).
    Tapi kalo semua itu dari tujuan hidup anda anda juga akan senang dan semangat untuk menjalaninya. Lain juga dari paksaan yang dipaksa bekerja di PNS atau di Swasta mereka pasti melihat dengan berat hati dan selalu mengeluh ( ngersulo ).

    Jadi menurut saya tentukan dulu jalan mana yang anda tempuh dengan berbesar hati dan menjadi orang yang tahan banting ( mental baja ) dialah yang akan sukses…..!!!

    Mohon Kritik dan Saran Untuk Membangun Jati Diri Saya.

    Tq all ….

  9. permisi…
    sekedar berbagi sedikit mengenai apa yang terjadi pada saya saat ini..
    saya seorang karyawan swasta yang baru sekitar 4 bulan bekerja di salah satu perusahaan swasta terkemuka di Indonesia yang bertaraf internasional..
    umur saya baru 21 tahun dan sangat bersyukur ketika mendapat panggilan kerja dari perusahaan disaat saya baru satu bulan diwisuda..sungguh peluang yang baik untuk menjauh dari label “Sarjana Pengangguran”..
    Pada awalnya saya bercita-cita ingin jadi PNS yang merupakan profesi favorit di lingkungan tempat tinggal saya, tetapi ternyata keinginan untuk bisa hidup mandiri telah mengalahkan harapan awal saya sehingga ketika ada kesempatan dari perusahaan swasta maka tanpa berpikir panjang saya langsung memanfaatkannya..
    Bahkan ketika ada lowongan CPNS, saya sama sekali tidak mencuri-curi kesempatan untuk berebut kursi panas PNS..
    Namun akhir-akhir ini saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya sekarang ini, hal ini disebabkan berbagai alasan antara lain jam kerja yang “LUAR BIASA”, suasana kerja yang penuh tekanan dan sikap rekan-rekan kerja yang saling menjatuhkan dan masih banyak lagi yang lainnya, sungguh menyebalkan…
    kadang-kadang saya merasa iri dengan teman-teman yang baru terangkat jadi PNS, walaupun gaji mereka lebih kecil dari gaji saya tapi waktu mereka untuk berkumpul dengan keluarga, pacar, dan waktu santai sering membuat saya ingin teriak sekencang-kencangnya..
    Dilain sisi timbul perasaan dilema dibenak saya, bertahan di Swasta atau memilih PNS..
    Masalahnya gaji yang saya peroleh sekarang sudah lebih dari cukup bahkan untuk seorang bujang seperti saya, kemudian untuk beralih ke PNS tentunya bukan hal yang mudah karena harus mengikuti prosedur yang berbelit-belit, blum lagi tradisi uang pelicin dalam setiap perekrutan CPNS ( teman saya sudah mengakui keberhasilannya diCPNS karena “DUIT” )..
    sungguh dunia yang kejam, apalagi seperti yang saya alami sekarang..
    ingin rasanya kembali ke masa-masa kuliah yang penuh keceriaan, kebersamaan, dan suka cita tanpa harus pusing dengan dunia kerja…

    ini pengalaman singkat saya, yang mungkin bisa jadi bahan renungan dan referensi bagi teman-teman terutama bagi calon2 sarjana yang akan menghadapi dunia kerja untuk dapat memilih langkah selanjutnya..

    terakhir saya mengharapkan masukan dari teman-teman mengenai tulisan saya ini..

    Terima kasih,
    Good Luck..

  10. Mas Rain,
    hanya untuk berbagi pengalaman saja. itulah mas namanya karyawan selalu berkerja dengan waktu yang terikat 8 Jam sehari Normalnya, bahkan saya pernah kerja selama 12 jam selama 2 minggu , bangun jam 4 pagi pulang jam 7 malam dan itu libur hanya 1 hari selama 2 minggu (ini jam kerja di lokasi tambang). memang klo masih karyawan status dan luang waktu itu tidak bisa kita dapatkan secara bebas. beda dengan pengusaha mas rain. klo pengusaha dia bebas menggunakan waktunya kapan aja yang penting pandai mencari kesempatan. tapi saya percaya selama kesempatan itu ada DAN kesempatan itu kita pergunakan baik-baik saya yakin kita bisa menjadi yang terbaik. mungkin sekian dari saya
    salam
    Adhi

  11. assalamu’alaikum semuanya,
    saya harap blog ini masih aktif yah, hehehe

    entah kenapa setelah saya membaca komentar dari mas-mas sekalian, agaknya saya jadi berpikir. apalagi saya sendiri masih buta mengenai asam garam pengalaman bekerja sebagai pns maupun swasta. kebetulan saat ini saya sedang mencari pekerjaan lagi, setelah lulus kuliah 2 tahun lalu dan mencoba bekerja di penerbitan kurang lebih 1 tahun lamanya. sampai saat ini saya masih menganggur, meskipun hampir 100 perusahaan lebih sudah saya lamar… kalo bukan diterima menjadi pegawai bank, asuransi, bursa efek, ujung2nya pasti outsourching… dan kebetulan bukan minat saya, hehehe

    usia 22 tahun itu bukan usia yang terbilang muda untuk memulai sebuah karir yang cemerlang, we know it. tapi berdasarkan pengalaman saya sebagai jobseeker dari lulusan salah satu universitas negeri terbaik di indo, bukan hal yang mudah bagi saya untuk membedakan dari segi mana saya harus melihat, lebih baik menjadi pns atau pegawai swasta…

    saya yakin, mau bekerja di pemerintahan atau di swasta sekalipun, pasti sama2 sulit.
    sama2 terhormat dan bermartabat. and it has also have many shortcomings.
    menjadi calon pns bukan cita2 saya, tapi harapan keluarga saya. padahal, saya sendiri berpikir bahwa kehormatan itu tidak dilihat dari segi jabatan yang kita pegang, tapi pada pekerjaan yang kita dedikasikan.
    nah… di satu sisi, ketika saya melamar menjadi pegawai swasta atau berkecimpung di bidang seni dan entertain seperti yang pernah saya coba, selalu saja gagal dan belum menemukan jalannya…

    saya sedih sebetulnya, sekaligus bingung, mana yang harus saya pilih dan saya kejar.
    saya mohon pencerahannya dari kalian semua… barangkali pandangan saya ada yang salah dan perlu untuk diluruskan. thanks anyway🙂

    regards,
    CL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s