Pledoi BA


BA 

Apakah diam masih menjadi emas, Tuan? Tunjukkanlah bahwa langit jingga yang merapus keemasan itu bukan sekadar tanda terbenam, namun tanda bahwa kebenaran yang bersemayam pada waktunya akan terbit dengan terang- benderang…

Berikut di bawah ini cuplikan pernyataan Burhanuddin Abdullah (BA), Gubernur Bank Indonesia terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seperti kita ketahui bersama, pemberitaan di media hari ini mengenai aliran dana Bank Indonesia termasuk pemberitaan mengenai saya pribadi begitu gencarnya.

Saya merasa sangat terkejut akan hal tersebut, mengingat selama empat tahun perjalanan ini, kita sama-sama meyakini bahwa apa yang telah kita kerjakan dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk mencapai yang sebaik-baiknya.

Tetapi cerita kehidupan tidak seperti itu. Kita tidak merancang masalah-masalah supaya terjadi dan hal ini telah membuat saya merasa masygul.

Namun saya tidak bisa terus-menerus terbawa oleh perasaan seperti itu. Pada akhirnya common sense harus muncul dan kembali dari rasa kemanusiaan kita.

Kalau tadi malam saya tidak tidur sekejap pun, hal ini mungkin merupakan respon tubuh fisik dalam menyikapi apa yang sedang terjadi. Namun saya tetap berusaha untuk mengembalikan common sense saya.  

Lanjutkan membaca “Pledoi BA”

Iklan

Tips Bagi Mahasiswa Kinyis-kinyis [Baru]


Wahai engkau para mahasiswa tampan dan mahasiswi nan jelita selamat datang di kampus barumu. Riang gembiralah. Karena kampus ini akan menjadi daerah kekuasaanmu dalam 4 hingga 5 tahun ke depan.  

Tengoklah apa saja yang bisa kamu perbuat di sana. Telusuri seluruh spot yang kamu anggap terbaik dan menjadi favorit. Carilah tempat nongkrong, bermain gitar, pacaran, membaca novel pilihan, mengerjakan tugas bersama. Lihat fasilitas apa yang diberikan oleh kampus kepadamu.

Perpustakaan, toilet, klinik, kantin, tempat parkir, bagian kemahasiswaan dan tentu saja ruang dosen dan ruang kelasmu.  Sambangi semuanya tanpa kecuali. Tegur sapa kepada semua yang ada di sana. Senior, tukang parkir, penjaga kampus, preman, rekan satu angkatan, hingga pohon dan semak belukar yang menutupi taman dan jalan setapak. 

Temukan kios foto kopi terdekat, penjual stationery yang lengkap, lapak rokok dan minuman yang dapat diutangi. Percayalah ini bukan hal yang sepele. Awalnya kamu akan rikuh dan jaim. Bullying siap mengintai. Senioritas taik kucing tetap saja akan ada. Santun dan terbuka adalah kuncinya. Pertemanan tidak akan cukup hanya dengan satu angkatan. 

Bila ada tindakan semena-mena. Lawan! Jangan pernah setia dengan penganiayaan. Ospek bukan jamannya lagi kamu lari terbirit-birit dan disoraki dengan drama kekerasan yang menjurus kepada pelecehan kemanusiaan. Bangsa ini sudah terlalu kenyang dengan hal begituan.

Lanjutkan membaca “Tips Bagi Mahasiswa Kinyis-kinyis [Baru]”