Ihwal Kantuk dan Lelap

Ketika Kumbakarna akhirnya memutuskan tetap membela Alengka, maka itu adalah perwujudan kebangkitannya dalam menunjukkan rasa patriotisme dan cinta cinta tanah airnya.

 

Namun, yang perlu dicatat adalah kebangkitannya pun bermakna lahiriah, karena sebelum berperang melawan Rama dan pasukan bedhesnya, Bung Kumba memang sedang tertidur lelap dan lelapnya hingga berbulan-bulan.

 

Utusan Rahwana membangunkan Kumbakarna dengan menggiring gajah agar menginjak-injak badannya serta menusuk badannya dengan tombak, kemudian saat mata Kumbakarna mulai terbuka, utusannya segera mendekatkan makanan ke hidung Kumbakarna. Setelah menyantap makanan yang dihidangkan, Kumbakarna benar-benar terbangun dari tidurnya. 

 

Setelah bangun, Kumbakarna menghadap Rahwana. Ia mencoba menasihati Rahwana agar mengembalikan Sita dan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan kakaknya itu adalah salah. Rahwana sedih mendengar nasihat tersebut sehingga membuat Kumbakarna tersentuh. Tanpa sikap bermusuhan dengan Rama, Kumbakarna maju ke medan perang untuk menunaikan kewajiban sebagai pembela negara.

 

Dalam petikan wiracarita tersebut  termaktub bahwasanya sehabis tidur panjang, Bung Kumba, menasehati Rahwana tentang perlunya segera menyerahkan Dewi Sinta. Biar sumber masalah selesai. Tak ada perang. Tak ada yang terluka. Mungkin, ia pun tak perlu repot-repot memeras keringat untuk maju ke medan laga dan meneruskan tidurnya.

 

Tidur. Kantuk. Mengantuk. Kebutuhan lahiriah dan perwujudan betapa lemahnya makhluk Tuhan. Apakah ada yang sanggup tak tidur selama berminggu-minggu, Bung?

 

Di lain cerita, di negeri Timur tengah terkenal cerdik pandai dan ahli bersilat lidang yang ulung bin lihai: Abu Nawas. Konon katanya Bung Abu terkenal pemalas dan jago tidur. Kata NAWAS diambil dan diolah dari bahasa arab yang berarti tidur.  Bung Abu juga terkenal patriotis!

 

Rupanya di negeri timur tengah, urusan mata terkatup adalah sesuatu yang cukup punya posisi. Ceita mengenai sekelompok pemuda yang dikejar-kejar tentara dan saking capeknya maka tertidur di dalam gua bersama anjingnya. Tak terasa lebih dari ratusan tahun mereka tertidur. Atas kesetiaan sang Anjing, konon katanya Tuhan akan membalas di surga kelak.

 

Namun tidak selamanya kantuk atau wajah kantuk berasal karena kebutuhan biologis.

 

Kita mengenal ada artis 80-an, Herman Ngantuk yang wajahnya memang persis orang ngantuk. Persis dengan gejala anak-anak yang diantub oleh lalat tse-tse. Biasa memerankan tokoh hansip atau penjahat kelas peyek dalam sinetron karya Ali Shahab.

 

Lalu bagaimana dengan Bung Dradjat Wibowo, anggota DPR yang dahulu sempat tertidur sebelah mata? Namun sekarang sudah terang benderang menyikapi kebijakan ekonomi Indonesia.

 

Lantas bagaimana dengan Gus Dur? Bahkan karena terkenalnya paras beliau yang legendaris, mobil sahabat saya dijuluki Gus Dur semata-mata karena lampu depannya yang sebelah kiri pecah dan tak dapat berfungsi.

 

Lalu bagaimana dengan Anda yang mulai dua pekan ke depan akan diliputi rasa kantuk dan rindu kasur untuk segera terlelap.

 

Ya. Boleh-boleh saja kantong kempes, PSSI letoy dan pacar mutusin kita, asalkan Piala Eropa tak satu pun terlupa…

 

Ole..ole..ole..olee…
Tak ada rotan akar pun jadi.
Ole..ole..ole..olee…
Tak ada PSSI, Turki pun ku nanti!

bonus:

pengalaman Piala Asia

6 Comments

  1. Berdasarkan terawangan Bos Eddy yang disinergikan dengan tebak jitu Jeng Asih ditambah Hasil olah bathin Ki Joko Bodho, maka Turki akan juara Piala Eropa 2008…

    Tapi sayang, ane’ lebih cucok dengan Potugal dan Prancis yang ketemuan di parte pinal..!

  2. Saya tetep … Italy mas ! World Cup 2006 + Euro Cup 2008 bakal dibawa pulang sama Luca Toni dkk .. hahahaha ! Ki Joko Bodo kok dipercaya mas .. saya mah lebih percaya i Joko Pinter ..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s