Jusuf Kalla..Kuhampiri Dirimu

 

Pak Ucup yang terhormat…

 

Jusuf dalam kitab bangsa Yahudi maupun Kitab Segala Bangsa dianggap dan terdokumentasikan sebagai pria sopan, jujur dan tampan. Saya kira ketampanan Bapak Ucup tak kalah dengan Jusuf yang seorang nabi itu. Suwer deh..

 

Pak Ucup yang pengusaha sukses…

Sebelumnya saya mohon ijin bertandang ke kediaman Bapak yang asri ini. Kebetulan saya baru makan bakso di Masjid Sunda Kelapa dan kebetulan liwat depan rumah Bapak..

 

Selamat Ya Pak..berdasarkan rating majalah Forbes, Bapak menjadi orang terkaya di negeri ini di urutan 30. Berarti ada pengingkatan yang sungguh baik Pak. Bukankah di tahun 2006, bapak masih di urutan 36..? Hebat lho Pak..dari duaratus-an juta manusia, Bapak menjadi 30 besar.. Pasti Kakek dan Alm. Hadji Kalla tersenyum bangga. 230 juta US Dollar lho Pak.. alias 2,2 Trilyun rupiah..

 

“Wow..!”

 

Memang sih, kawan karib Bapak, Bang Ical jauh lebih bergelimang uang..tapi harap maklum Pak, namanya juga Menko Kesra. Sehingga, Kesejahteraan harus dicontohkan dulu lewat menterinya. Salah sendiri, kenapa di jaman Ibu megawati Bapak menjadi Menkesra lebih ngurusi Malino dan konflik Ambon..

 

Bapak Ucup yang baik hati…

Saya salut dengan Bapak… Jaman Mahasiswa bapak aktif di KAMI, lalu menjadi Angkatan Muda Golkar, sembari terus mengabdi pada perusahaan milik keluarga.. Karir Bapak menjanjak menjadi angota DPRD, menjadi menteri jaman Gus Dur, menjadi menteri Jaman Megawati dan menjadi Wakil Presiden dari seorang SBY..Ruarrr biasa!

 

Tak dinyana, bapak juga pernah kuliah di Prancis.. Tapi apakah Bapak waktu itu merasakan kerusuhan Prancis 1968..? Yang menyebabkan kampus-kampus ditutup dan Mahasiswa berani turun ke jalan untuk mempertanyakan kebijakan Jenderal legendaris mereka, De Gaulle..Oh, tidak ya Pak..Karena Bapak baru kuliah di pertengahan tahun 70-an..

 

Kalau begitu Bapak pun tidak tahu pasti peristiwa Malari di Indonesia 15 Januari 1974..?

Ketika Pak Kakuei Tanaka didemo oleh Mahasiswa seperti Sjahrir dan Hariman Siregar..?

Bapak waktu itu ada di mana ya..? Masih di Prancis..?

 

Bapak Ucup…

Mungkin bapak adalah bagian dari manusia Indonesia yang beruntung. Lahir dari keluarga berkecukupan. Sejak bayi bapak belum pernah merasa susah bukan? Begitu nyeprot lahir, bapak sudah menjadi orang kaya..

 

Maka..saya kuatir Bapak..Kuatir akan kebijakan bapak saat ini tidak didasari oleh sejarah rasa susah yang dialami kebanyakan manusia Indonesia. Mungkin seumur hidup Bapak belum pernah yang namanya naik bajaj, oplet, bus umum non-ac dan berdesak-desakkan dalam bus-way seperti ikan teri dalam kuali…

 

Bukan begitu?

 

Lihatlah perusahaan Bapak yang makin hebat saja..

Berawal dari sutra, lalu buka Bukaka, Dealer Mobil Jepang, Hotel, Perkapalan, Sawit hingga telekomunikasi.. Bapak benar-benar tidak pernah merasakan seperti apa mengantri karcis kereta api ekonomi, mengurus askes, dan mebuka KOMPAS sabtu-minggu mencari lowongan pekerjaan..

 

Saya berani bertaruh..bapak hanya tahu apa itu miskin, apa itu berpikir sederhana, hidup serba mikir..mau belanja mikir, mau kuliah mikir, mau jalan-jalan mikir..mikir apakah cukup untuk beberapa hari ke depan… namun bapak belum pernah sedikitpun mengalami pengalaman eksistensial untuk menjalaninya…

 

Maka..BLT dan BBM naik, tak pernah sedikitpun Bapak ketahui apa pengaruhnya bagi masyarakat bawah…Hanya itung-itungan politis, kalkulasi sana-sini, corat-coret statistik..angka-angka BPS, pendarahan APBN dan seluruh himpunan semesta teori yang dijadikan pembenaran untuk mengelabui kami…

 

Mengapa tak lawan saja mafia energi di negeri ini..?

 

Beruntunglah Bapak Golkar tak jadi bubar seperti yang diinginkan Gus Dur dan Pak Marsilam Simandjuntak tem[po dulu… Untunglah bangsa ini mengalami amnesia sejarah dan gampang lupa kepada hal-hal buruk negeri ini.. Hoki bapak ketika Golkar masih menancap kuat di benak masyarakat..berterim kasihlah pada Akbar Tandjung yang mau tertatih-tatih membangun Golkar Ba(r)u…

 

Sampai saat ini mengapa Golkar ada, karena kami anggap Golkar adalah Golongan Karno…

 

Oh ya Pak.. Inflasi negeri ini makin merambat naik…daya beli masyarakat hancur lebur..namun kami lebih takut pada inflasi lain yang diakibatkan oleh Bapak… yaitu Inflasi Bibir…Segala tetek bengek alasan dan ucapan yang gak perlu..yang selalu disampaikan oleh segenap pasukan Kabinet Bersatu…

 

Menurut penasihat spirituil saya, Bah Reggae, disebut Inflasi Cangkem

 

Inflasi bibir..? hanya makin membuka tabir, bahwasanya hingga saat ini manusia Indonesia belum memiliki pemimpin yang pantas dihormati..yang ada malah  pemimpin yang jago debat kusir….

 

Percayalah, apa yang saya sampaikan ini adalah perwujudan saya untuk  mencintai pemimpinnya..Menghormati Yang Lebih berpengalaman..Menyayangi Bapak Bangsa… dan memberikan perhatian penuh kepada Bapak..

 

Pak Ucup yang saya hormati,

Semoga malam ini tidur bapak nyenyak dan bermimpi indah…

Seperti mimpi kami yang selalu warna-warni..

 

Salam Takzim dari Kopdang..

Bambang Kopdang Diredjono..

 

+++

 

 

+ gambar dari indonesia-1.com

 

bonus tulisan lainnya:

[+] 5 pertanyaan buat SBY

[+] SBY main ke rumah

[+] Surat cinta buat Eyang

Iklan