Antara Anggun, Piyu, Kua Etnika dan Mulan Jameela


Knowledge Economy
Ekonomi berbasis pengetahuan. Sumber penghidupan yang berasal dari kemampuan mengolah gagasan, kesadaran, keterampilan dan kreativitas, budaya suatu individu maupun komunitas.

Sejatinya, gagasan ekonomi sebagai suatu idea, sebagai satu sikap dan sebagai suatu gaya hidup adalah bukan hal baru bagi manusia Indonesia.

Berangkat dari kelompok manusia proto melayu. Meluruh dan saling melengkapi ketika menetap di gugusan nusantara. Manusia-manusia tangguh yang hidup berburu. Perkakas-perkakas diciptakan. Lalu masa berburu tergantikan dengan kebiasaan menetap lebih lama. Bercocok tanam mulai dilakukan. Terciptalah berbagai alat rumah tangga hingga perhiasan yang tercipta di masa perundagian.

Konon katanya baru di abad keempat salah satu kelompok kecil manusia nusantara sudah masuk dalam masa sejarah. Penandaan dari baca tulis. Engkau baca-engkau tulis. Aku baca dan aku tulis. Engkau baca kembali dan engkau tulis lagi. Maka menjelmalah kita menjadi manusia sejarah. Manusia segala zaman yang akan terus terkenang. Lanjutkan membaca “Antara Anggun, Piyu, Kua Etnika dan Mulan Jameela”

Iklan

Industri Irrasional Nusantara


INDUSTRI KREATIF NUSANTARA

Saya pikir masalah indutri kreatif sebagai perwujudan ekonomi berbasis pengetahuan sudah lama dilakukan oleh bangsa ini.

Memang betul, untuk menuju nilai ekonomis sebesar-besarnya, kita belum terlalu mengarah ke sana, walaupun sudah banyak dilakukan.

Salah satu contoh nyata dan terlupa dalam paguyuban kreativitas [dan bukannya patembayan kreatifitas] adalah sebagai berikut:

Pojok kanan, aktor kondang dalam kesempatan \

Kelompok sandiwara, ludruk, teater kampung sudah mengurat akar sedari dulu. Mungkin, semenjak sungai Bengawan Solo belum mengalir sampai jauh.

😛

Untuk hitung-hitungan ekonomis, aktivitas paguyuban ini memang tidak dapat dikatakan baik, namun sebagai sebuah gaya hidup sekaligus kultur budaya masyarakat, posisi sandiwara tradisional, ludruk, teater kampung mutlak adanya.

Lanjutkan membaca “Industri Irrasional Nusantara”

Perang itu perlu…


 

Sepertinya, kita harus mulai mengasah siasat dan mempersiapkan diri untuk berperang. Ya, perang itu..! Perang yang memobilisasi pasukan dengan persenjataan militer dan baku tembak sepanjang waktu.

 

Sekali-kali kita yang berinisiatif menyerang. Terserah presiden kita mau menyerang negara mana.

 

Atau setidaknya kita ngompor-ngompori negara lain untuk menyerang kita. Lanjutkan membaca “Perang itu perlu…”