Industri Irrasional Nusantara

INDUSTRI KREATIF NUSANTARA

Saya pikir masalah indutri kreatif sebagai perwujudan ekonomi berbasis pengetahuan sudah lama dilakukan oleh bangsa ini.

Memang betul, untuk menuju nilai ekonomis sebesar-besarnya, kita belum terlalu mengarah ke sana, walaupun sudah banyak dilakukan.

Salah satu contoh nyata dan terlupa dalam paguyuban kreativitas [dan bukannya patembayan kreatifitas] adalah sebagai berikut:

Pojok kanan, aktor kondang dalam kesempatan \

Kelompok sandiwara, ludruk, teater kampung sudah mengurat akar sedari dulu. Mungkin, semenjak sungai Bengawan Solo belum mengalir sampai jauh.

😛

Untuk hitung-hitungan ekonomis, aktivitas paguyuban ini memang tidak dapat dikatakan baik, namun sebagai sebuah gaya hidup sekaligus kultur budaya masyarakat, posisi sandiwara tradisional, ludruk, teater kampung mutlak adanya.

KELOMPOK BERBASIS PENGETAHUAN

Apakah kelompok kesenian tersebut berdasar pada pengetahuan? Ya. Memangnya tampil di panggung mengenakan kemben lurik-lurik memainkan lakon tertentu dengan disaksikan oleh puluhan penonton tak memerlukan ilmu? Wawasan? Gairah berkesenian? Dan tentunya pengenalan dan memperkenalkan budaya pada masyarakat luas.

Bukannya yang mau kita bahas itu justru industri kreatif yang berbasis pengetahuan demi kepentingan ekonomis, Mas…?

Betul..! Tapi apakah itu cocok dengan jiwa ruhaniah warga nusantara? Lha wong kita itu kan pinginnya rame’-rame’..? Kalau industri kreatif maka relatif daya serap yang dapat ditampung adalah sedikit. Seupil.

Lho..? Kan kita memang arahnya ke sana. Bukan lagi padat karya, seperti jaman Orba, tetapi padat modal..!?

Oke..oke..kalau ente maksa, ane kasih liat padat modal, bersumber dari ilmu pengetahuan, namun justru tak rasional, dan itulah yang seharusnya diketahui masyarakat global dengan Indonesia.

Saat di kereta..apakah blog bisa merajalela.. dan menambah devisa negara..?

Apaan tuh Mas..? Industri apa..? Film…? Blog..?

Bukan..!

Musik? Oh iya, pantas aja kita sekarang banyak yang pingin jadi anak Band..Cepet kaya plus beken, kan..?

Ah, itu kalau tidak disokong perusahaan rokok, saya gak yakin bisa seperti sekarang..malah jangan-jangan sekarang justru sedang bubble.

Lantas..? Apa donk…?😛

Dunia Paranormal.

:mrgreen:

HAH…! Serius..

😯

:mrgreen:

😆

Ya. Serius. Sebuah industri yang berangkat dari kondisi tradisional. Akibat pengaruh kebudayaan timur yang melakukan quantum leap dari tradisi lisan langsung menuju tradisi gadget technology, tanpa melalui fase yang benar: fase tulis-menulis.

Modal ngoceh, pengetahuan mengenai kondisi psikologis klien sekaligus memanfaatkan “kebutuhan ruhaniah” dan sugesti baik, maka aliran dana yang besar dapat berpindah tangan dari Pejabat Publik yang dikejar-kejar KPK, Artis sinetron yang mulai gak laku, istri simpenan yang minta harta warisan, mantan jenderal yang kebelet ingin memenangi pertempuran “pilkada’.

B

ermodalkan minim dengan hasil maksi. Segelas air putih. Bunga ala kadarnya. Ruangan sempit aroma dupa. Semprot sana-sembur sini…lampu listrik yang remang-remang.

Maka, pahlawan industri kreatif Indonesia barulah sebatas: Bos Eddy, Jeng Asih, Ki Joko Bodo dan Mama Lauren…

Maaf, sepertinya kita baru sebatas itu.

😛

[Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti kompetisi blog yang diadakan oleh British Council dan akan dilanjut dengan tulisan lain yang berkaitan…]

Tulisan ane’ sebelumnya yang [mungkin] terkait:

tulisan terkait Industri Kreatif:

[+] Bahasa Inggris seperti Semanggi lho…

[+] Bedanya JK Inggris dan JK Indonesia

[+] Acaranya Ultah Jakarta

[+] Kreatif itu kere dan aktif..? (update-29 Juni 2008)

[+] Sekolah desain, sekolah masa depan.

[+] Ramalan Mas Kopdang.

8 Comments

  1. Uhhhhhh……yang suatu kreatifitas anak yang terpinggirkan tapi menghasilkan suatu karya yang bagus.sapa sangkan orang yang selalu liat sebelah mata jadi terkesimak apalagi suatu karya yang di cirebon….tolong ditampilkan donk maz.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s