Presiden Indonesia 2009?Ane Kayaknya Tahu Siapa Dia…

Strategi menjadi Orang Nomor Satu

Barack Obama, belum menjadi Presiden pun sudah menjadi idola. Caranya berburu dana kampanye, popularitas yang dijual lewat media konvensional dan media maya, pribadinya yang dijual rapi dan menarik perhatian semua warga Amerika, latar-belakangnya yang bersentuhan dengan Indonesia, seakan-akan Barack Obama adalah bagian dari kita.

Kita sedikit lupa. Ia belum jadi “siapa-siapa”yang kita nantikan. Amerika masih milik Bush, belum Obama. Baru di bulan November nanti kita akan menyaksikan apakah Obama memang benar-benar digdaya dan membawa angin perubahan bagai Amerika, dan dunia.

Tapi kita tentu saja kagum pada ia. Seorang senator yang mengumumkan tidak akan memakai dana publik untuk kampanye Presiden, dan ia memilih menggalang dana lewat dunia maya. Dan ternyata berhasil!

SENJATA RAHASIA

Adalah Blue State Digital, senjata rahasia Obama. Hanya dengan biaya jasa konsultasi dan pelayanan lainnya sebesar 1,1 juta US dollar, Obama mampu menggalang dana sebesar $200 juta lewat online, 2 juta dukungan lewat telepon dan ada 850.000 pengunjung setiap harinya yang mengeklik situs barackobama.com serta 50.000 kali acara kampanye Obama digelar [berita dilansir oleh BusinessWeek 16 Juli 2008]. Dan yang terpenting, ia mengalahkan istri mantan Presiden, Hillary Clinton yang kalah dan meninggalkan banyak hutang untuk dana kampanye yang dihabiskan.

Coba bandingkan Blue State Digital ini dengan Fox Indonesia, yang menghantarkan Soetrisno Bachir [SB] hadir di mana-mana, dalam berbagai kesempatan dan media. Sebulan, ongkos yang dikeluarkan sebesar 40 milyar rupiah. Alamak..!

Jangan lupa selain mahalnya ongkos yang dibebankan, SB juga mendapatkan bonus sang konsultan, Rizal Mallarangeng [RM09], pimpinan Fox Indonesia, untuk juga ikut memomulerkan dirinya dan ikut-ikutan maju untuk menjadi Calon Presiden juga. Bisik-bisik antar wartawan menyatakan, Bakrie dan Surya Paloh ada di belakang keberanian RM09 untuk maju. Masalah siapa yang memberikan restu Bakrie dan Paloh, biarkan waktu yang akan menjawabnya.

PERSONAL BRANDING

Soal memilih itu awalnya adalah persoalan popularitas. Kenal –tidak kenal. Tahu-tidak tahu. Tak kenal maka tak sayang. “Hey, siapa sih situ..kok berani-beraninya jagoin diri jadi Capres..?”.

Kemudian adalah soal suka dan tidak suka. Boleh saja semua orang suka grup musik Slank. Tapi saya yakin lebih banyak yang tidak suka bila salah satu personil Slank, Bimbim misalnya atau Kaka, mencalonkan diri menjadi Presiden. “Gak salah…?” mungkin itu adalah kalimat yang akan terlontar dari Ibu-ibu warga komplek perumahan.

Persoalannya adalah dibalik suka-tidak suka dan popularitas seseorang, maka ada unsur pencitraan yang menjadi motor penggerak masyarakat melakukan sesuatu terhadap figur tertentu. Ada imaji yang lekat dan nempel terus saat kita bayangkan sosok orang tersebut. Misalnya: Bang Yos? Nekat dan keras! SBY? Besar namun peragu. Mega? Banyak massa tapi “kosong”. Gus Dur? Negarawan tapi ngawur. Sultan? Bijaksana namun kurang greget! Wiranto? Banyak duit. Duit siapa? Rizal Mallarangeng? Siapa yang suruh? JK? Sudah kecil ngeyel pula. Prabowo? Kopassus atau petani? Yusril? Jangan-jangan ntar kawin lagi?

Personal branding yang dicitrakan tim sukses SBY saat kampanye 2004 adalah seorang mantan menteri yang sabar dan teraniaya [ingat insiden dan konflik SBY dengan Megawati dan Taufik Kemas?], juga seorang Jenderal militer yang berjiwa sipil dan pintar [pengaturan momen kampanye dirinya dengan penganugrahan gelar Doktor dari IPB], Gagah dan berwibawa [dengan mengatur gesture tubuh, gaya bicara, hingga ditiru oleh mendiang Taufik Savalas dalam salah satu program televisi, bahkan pengaturan gaya bicara, sikap dan gerak tubuh ini rupanya diwajibkan pula kepada Ibu Ani, yang justru malah terkesan artificial dan mengada-ada].

PILIHAN INDONESIA

Strategi apapun, cara apapun, citra yang dibentuk dan digembar-gemborkan pada media pada akhirnya akan ditentukan oleh rakyat. Oleh pemilih. Oleh warga biasa. Oleh warga intelektual. Oleh mbok penjual di pasar. Oleh pengojek. Oleh anggota direksi. Oleh si Inem. Oleh si Darto. Oleh si Tommy Winata. Oleh si Bakrie. Oleh si Antyo. Oleh si Kopdang.

Remah-remah suara yang menjelma dalam kotak menjadi angka. Deretan angka yang sejatinya adalah amanat. Bahwa setiap satu bisa muncul dari banyak niat. Ada harapan mulia, ada kuntum doa, ada harapan naik tahta, ada urusan dengan proyek kerja, juga urusan angka-angka lainnya dalam gemerincing receh atau setumpuk uang.

Maka siapapun presiden kita, ia muncul bukan dari sebuah peristiwa tiba-tiba. Ia ada dari hasil sebuah rangkaian aplikasi rencana. Dan semoga rencana itu adalah kita yang membuat dan memiliki hak patennya. Sehingga presiden nanti adalah prediden kita.

Bukan presiden mereka, presidennya, presiden pesanan amerika, residen orang Jawa, presiden rakyat Sulampua [Sulawesi Ambon dan Papua], presiden boneka.

Kami hanya ingin Presiden Indonesia. Itu saja. Siapa dia? Masih rahasia…

:mrgreen:

😆

19 Comments

  1. Terimakasih informasinya.
    Di era informasi ini rakyat memang harus lebih pintar dari sebelumnya. Bahasa kampusnya, rakyat harus mempelajari track record calon presidennya, jangan cuman melihat takjub pada iklan tentang calon presidennya.
    Salah satu point penting dari track record tersebut, adalah pemikiran, sikap, dan perilaku sang calon presiden dalam perspektif nilai-nilai Islam. Hal ini penting, agar Bangsa Indonesia tidak memilih presiden yang dimurkai Allah SWT. Khan bahaya… iyaa enggak?
    Untuk share silahkan klik “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com

  2. @ ilalang
    lha, kalau nanti ane’ kasih tau..ntar pada mau GolPut lagi..
    jangan lah wahai sodara-sodaraku ber-golput ria… cobloslah salah satu pilihan Anda..
    biar yang golput saya saja..😆

    @Aristiono
    Kita memilih pemimpin Indonesia Mas…yang terdiri dari begitu banyak latar-belakang ,baik pemimpin dan warganya. Sebaiknya ya pemimpin itu muncul dan didukung oleh berbagai golongan.

    @evi
    berdasarkan ilmu terawanganku…Presiden 2009 itu punya tahi lalat di slempitan jempol kaki kanannya..😉
    Mbak bisa langsung cek..

  3. Presiden 2009, kita lihat saja beberapa pulan lagi. Btw Bang Yos? Nekat dan keras! SBY? Besar namun peragu. Mega? Banyak massa tapi “kosong”. Gus Dur? Negarawan tapi ngawur. Sultan? Bijaksana namun kurang greget! Wiranto? Banyak duit. Duit siapa? Rizal Mallarangeng? Siapa yang suruh? JK? Sudah kecil ngeyel pula. Prabowo? Kopassus atau petani? Yusril? Jangan-jangan ntar kawin lagi?
    Lah Mas Kopdang ?

  4. wah, tapi kalo nggak ada calon yang bisa bikin hatiku deg-deg serrr… ya jangan salahkan diriku jika golput… hiks… *nunggu ada capres yang guuannnteng*

  5. @ bah reggae
    Itu atas arahan dan petunjuk bah untuk senantiasa lelaku…
    *halah*

    @Ratu Adil
    Raja apa Ratu? Bukannya Radja itu dari dulu udah ada?
    Bukannya ente sendiri demen banget sama Mas Iyan Kasela, sang punggawa Raja..?😆

    @ngodod
    Itu jaman dulu, Om..
    Jaman sekarang kalo nunggu detik terakhir, biasanya cuma kebagian cengar-cengir kalah tersingkir…

    @selokan
    Itu presiden yang jago jadi pesinden?

    @ Pram
    Kalo ane’..biar ente yang nentuin kayak apa ane’…

    @ilalang
    Nunggu ane masih lama Lang…

    @Latree
    mau jejer, mau dempet terserah …
    emang ane pikirin?!

    @slempitan jempol kaki panuan
    tentu saja bukan ente yang ane maksud…
    kaki manusia tentunya..bukan kaki katak, Bro..!😆

  6. Hidup Kopdang!
    gimana kalo…pak Tommy Winatanya aja sekalian yg jd President?
    dia REASONABLE, GAK BANYAK OMONG, BANYAK DUITNYA…duit sendiri, TO THE POINT and yg pasti… BAIK n PENYANTUN banget… gak percaya…?
    KENALI dong makanya…!
    dia yang nggak tinggalin kita walaupun kita sering kecewain dia…
    kalo dia ikutan lari dari Indonesia, bs tambah susah kita!
    HIDUP TOMMY WINATA!!!
    TOMMY WINATA FOR PRESIDENT!!!

  7. jangan pusing bror, pemberantasan korupsi dipuji dunia, ketahanan ekonomi dipuji bang dunia, soal tegas lihat para bupati ketiduran beliau semprot, para guru yang asyik ngobrol disemprot dan pak Kapolri diusir. Okt 2005 beliau naikkan BBM sampai 126% dan ternyata ekonomi terus tumbuh dan membaik. Jadi klu MR.Kopdang bilang peragu mana faktanya bung???
    Mau tau komentar John Howard dari Aussie; “SBY is the best Presiden along Indonesian history”.Yang lbh baik dari SBY?Yang rusak banyak!!

  8. presidennya sudah biasa dari orang jawa. sudah pada tau. tidak usah ragu. memang biasanya begitu. kalo tidak maka aneh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s