Berbahasa dengan Good dan Right


Koko

Ditulis oleh Koko diwaktu malam, diuplot di waktu siang.

Setelah ngomong tentang suku, marilah kita berbicara dengan bahasa, mumpung Sumpah Pemuda lagi anget-angetnya.

Ada yang tahu peringatan sumpah pemuda di Atmajaya? Untuk mengenangkan sebuah sumpah yang 80 tahun yang lalu, Universitas Atmajaya bekerja sama dengan Universitas Al Azhar dan Universitas Indonesia mengadakan acara 80 jam non stop memperingati Sumpah Pemuda.

Judulnya : Reborn Indonesiaku. Wadezig! <Memutar lagu Ironic – Alanis Morissette>

Tapi saya pikir lagi, mungkin reborn adalah kata yang tepat. Mungkin kalau judul acaranya “Indonesia Terlahir Kembali” dengan harga lima ribu rupiah per huruf, spanduknya menjadi cukup mahal.

Bahasa menurut saya adalah baju. Jika bajunya sudah tidak sesuai, jangan ubah badan pemakainya, namun ubahlah bajunya. Apakah bahasa Indonesia menjadi baju yang terlalu ketat dan membatasi keinginan kita untuk berekspresi?

Kata mengunduh dan mengunggah dalam konteks download dan upload, belum terdapat di KBBI Daring. Anjuran berbahasa Indonesia yang baik dan benar dengan baju yang sama sejak saya masih SD terus didengungkan, namun tetap saja semua selebritis, politikus, jurnalis, mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir dan blogger sekalipun menyisipkan satu dua kata bahasa Inggris dalam ucapannya dan tulisannya.

Ini dilakukan semata-mata anggapan bahwa bahasa Indonesia tidak memiliki kata yang sesuai sebagai pengganti bahasa Inggris tersebut.

Jadi bolehkah memasukkan kata serapan fesyen (fashion), copas dan kupipes (copy and paste), pitalebar (bandwidth), donlot (download), uplot (upload) ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia?

Tapi saya juga mesti mengerti bahwa saya tidak cukup kapasitas untuk mengerti bahasa Indonesia. Wali Kelas waktu saya sekolah pernah bilang begini ke saya, “Ngaku-ngaku orang Indonesia, tapi kok nilai bahasa Indonesianya lebih rendah daripada nilai Bahasa Inggrisnya?”

I don’t know about that..

Iklan

Guestblogger : Sylvia Damayanti Amril


 

Maaf, ini bukan postingan mengenai Sultan. Apalagi polemik talik ulur pemilihan Gubernur Jogja. Sama sekali bukan. Berikut ini adalah tulisan dari Sylvia Damayanti Amril, psikolog lulusan Universitas Indonesia.

 

Bilamana memungkinkan Sylvia akan menulis rutin satu artikel pada setiap minggunya dan berkenan menjawab pertanyaan seputar karir, pengambangan diri dan semesta kehidupan!

 

Selamat menikmati. Salam kopidangdut.

Mas Kopdang

 

 

Leadership For Beginner

Oleh Sylvia DA*

 

 

dari Suara Pembaruan dot com

dari Suara Pembaruan dot com

 

 

 

 

 

Kepemimpinan merupakan obyek yang terdengar usang dan aus akibat terlalu sering diperbincangkan. Tapi layaknya jins, semakin belel semakin enak dipakai. Dari diskusi dan teori yang berkepanjangan, satu hal yang disepakati dan tiada yang memungkiri bahwa kepemimpinan krusial bagi eksistensi dan kemajuan manusia sebagai individu, sebagai kelompok, sebagai bagian dari lingkaran masyarakat dan organisasi dan bagi kemajuan suatu peradaban.

 

Mari berkiblat pada aliran positivistik –setiap orang memiliki peluang untuk berkembang di setiap aspek kehidupan. Dengan kata lain setiap orang memiliki kualitas kepemimpinan, tinggal bagaimana setiap individu “melakukan sesuatu” untuk mengoptimalkan derajat kepemimpinan yang sudah dimiliki.

 

Siapa yang menyangka bahwa seorang la petit corporal (kopral kecil) macam Bonaparte bisa memimpin Perancis menuju kejayaannya. Atau seorang Winston Churchill yang sempat tidak naik kelas bisa mengeluarkan gagasan-gagasan brilyan demi kemaslahatan bangsa dan perdamaian dunia. Tentunya ada suatu awal bagi sesuatu yang besar.  Lompatan kecil untuk sebuah lompatan kuantum.

 

Kiat-kiat kepemimpinan yang berikut ini akan dijelaskan sebenarnya berangkat dari kualitas yang disampaikan oleh guru-guru manajemen terkemuka dunia. Hanya saja porsinya dikecilkan agar muat dicerna secara ringan namun tetap bergizi. Menurut Warren Bennis, Peter Drucker, John Kotter dan Max DePree ada beberapa inti sari pemimpin yang sukses yang coba dielaborasi dengan kiat-kiat praktis untuk mengasahnya:

 

Lanjutkan membaca “Guestblogger : Sylvia Damayanti Amril”

WASP


Apakah isu WASP (dahulu saya menyebutnya WAP) masih berlaku bagi perjalanan politik dunia barat seperti Inggris dan Amerika? Ketika pada ujungnya yang dibutuhkan adalah sekadar White, Anglo-Saxon dan Protestan…?

Bagi ane’ itu adalah sebuah momok yang menakutkan. Ketika kemungkinan berdemokrasi pada akhirnya berujung pada pilihan tertentu dan tak ada pilihan lain.

Begitu akan sangat menarik dan mendobrak mitos WASP itu, bilamana pada akhirnya tanggal 4 November bulan depan, warga Amerika mayoritas memilih Obama dibandingkan McCain. Hal ini menunjukkan Obama, dipilih oleh warga Amerika yang rasional dan berlandaskan akal sehat untuk membangun peradaban dunia yang lebih baik, mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada masyarakat kelas menengah.

Kita lihat saja bersama-sama, sejauh mana negera yang gembar-gembor meneriakkan demokrasi dapat menerapkannya sendiri.

Lha Indonesia sendiri bukannya JAMUL..?

Apaan tuh..

Jawa, Muslim, dan Lelaki..

😛

Hahaha, bukannya untuk “lelaki” sudah didobrak oleh ibu Megawati..? Dan “Jawa” sudah dibuktikan tidak berlaku oleh BJ Habibie?

Kalau “muslimnya?”

ehh…..

Emang ada yang berani..?
😆

Andaikan SBY jadi Presiden Lagi..


 

Presiden SBY

Presiden SBY

Sore tadi saat menyaksikan Seputar Indonesia, beberapa lembaga survey politik menyatakan bahwa popularitas SBY untuk memimpin negeri ini masih besar. Antara 35-39 % rakyat masih menyukai dirinya untuk menjadi Presiden RI. Di urutan kedua adalah Megawati. Popularitasnya antara 20-28%. Di urutan selanjutnya tertera Wiranto, Gus Dur dan Prabowo.

 

Oke lah, bila keadaan ini terus berlanjut di saat Pemilu, apalagi bila SBY mengambil kebijakan popular seperti menurunkan harga BBM yang memang sudah semestinya, dan ia terpilih lagi, maka tentunya SBY harus lebih banyak mendengar dan melaksanakan apa yang sudah menjadi amanat baginya.

 

Plus Minus SBY

Saya kutip dari tulisan Wimar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah orang baik. Modal aslinya bagus. Tapi begitu dia menjadi tokoh besar, malah menjadi pejabat tertinggi di Indonesia, struktur modalnya menjadi tidak jelas. Kelihatannya beliau merasa berhutang pada pihak-pihak yang mendukung beliau, lepas dari baik buruknya pihak pendukung itu. Bahkan pendukung asli SBY yang sejalan dengan pikiran asli beliau banyak yang tergeser Padahal modal SBY terbesar adalah mandat kuat dari hasil Pemilihan Presiden 2004, yang membuat SBY menjadi orang yang meraih suara langsung terbanyak dalam sejarah dunia. Dengan jumlah suara jauh diatas semua saingannya dalam Pemilihan Presiden 2004, SBY tidak perlu terpengaruh oleh orang yang mendompleng pada kekuasaannya, apakah itu politisi, pejabat kabinet atau orang bisnis, apalagi orang yang merangkap ketiganya itu.

Dinilai secara obyektif, SBY punya banyak plus dalam dirinya. Karena itu dia bisa punya karir yang cukup baik dan reputasi positif. Tapi sejak menjadi Presiden, plus beliau tidak bertambah, malah minus jadi banyak. Yang paling mengecewakan adalah kelemahan beliau dalam mengambil keputusan. Kemudian kalaupun mengambil keputusan, seringkali keputusannya salah. Lanjutkan membaca “Andaikan SBY jadi Presiden Lagi..”

TURUNKAN HARGA BBM…!


semuanya lagi meranggas...kering! termasuk juga kantong Anda..?

semuanya lagi meranggas...kering! termasuk juga kantong Anda..?

 

 

Maka, ketika iklim investasi sedang ambruk, maka semua orang berduyun-duyun kena getahnya, terpaksa atau dipaksa. Semua kena imbas. Seperti saat ini.

 

Harga saham turun. Semua jadi panik. Bursa saham dihentikan sementara. Tapi pas lihat harga minyak dunia juga turun, kok harga BBM kita gak ikut turun ya. ..?

Temen ane di email bilang begini:

 

“TURUNKAN BBM sekarang juga jangan nunggu deket Pemilu Pak SBY….minyak udah US$ 84/barel.. Asumsi APBN US$ 90/barel…Jangan moneter mulu yang dikejar-kejar…”! Lanjutkan membaca “TURUNKAN HARGA BBM…!”

Pak Menteri Itu Caleg atau Pembantu SBY?


 

Tukul aja deh yang jadi menteri...

Tukul aja deh yang jadi menteri...

 

Pak Menteri yang terhormat, ane mau tanya kalau bapak punya PRT di rumah, belum pernah mengajukan resign, makan gaji dari Bapak, lalu meminjam laptop milik anak bapak, pinjam sepeda motor milik anak bungsu Bapak, pinjam mobil milik istri bapak untuk kepentingannya buka usaha warteg di samping rumah, termasuk meminjam nama bapak untuk mencari modal, wara-wiri, bolak sana-bolak sini, dan akhirnya modal tersebut terkumpul dengan nama bapak sebagai peminjamnya, apa yang Bapak akan lakukan ?

 

Lalu Bilamana pembantu itu adalah Bapak Menteri sendiri, apa tanggapan Bapak?

Rupanya benar…Pembantu-pembantu itu adalah:

  • Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Bali nomor urut 1,
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Kalimantan Selatan nomor urut 1.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Papua nomor urut 1,
  • Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy caleg PKB daerah pemilihan Riau nomor urut 1.
  • Sedangkan Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault caleg PKS daerah pemilihan Sulawesi Tengah nomor urut 1, dan
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali caleg PPP daerah pemilihan Jawa Barat II nomor urut 1. Lanjutkan membaca “Pak Menteri Itu Caleg atau Pembantu SBY?”

Skripsi Hukum Internasional


Teman kita Diki menulis demikian dalam kolom komentar blog di sini, sebagai berikut:

 

assalamualaikum…mas…
saya mhsswa hukum internasional…maw curhat bout skripsi nih…
rencananya saya mo kasih masuk judul: Tinjauan Hukum Internasional Pengaruh deklarasi Uni Eropa dalam kasus Munir terhadap Diplomasi Indonesia.
kira2 bagaimana mas? perlu dirubah? mohon masukannya…
oya…kalau mamang relevan..apa rumusan masalahnya yah…
1. bagaimana dampak deklarasi Uni Eropa dalam kasus munir terhadap diplomasi Indonesia ?
2. bagaimana sikap diplomasi Indonesia dalam mengahdapi deklarasi Uni eropa?
skali lg mohon arahannya mas… thenx..
piss..

 

Tanggapan ane’: Lanjutkan membaca “Skripsi Hukum Internasional”