Pak Menteri Itu Caleg atau Pembantu SBY?

 

Tukul aja deh yang jadi menteri...
Tukul aja deh yang jadi menteri...

 

Pak Menteri yang terhormat, ane mau tanya kalau bapak punya PRT di rumah, belum pernah mengajukan resign, makan gaji dari Bapak, lalu meminjam laptop milik anak bapak, pinjam sepeda motor milik anak bungsu Bapak, pinjam mobil milik istri bapak untuk kepentingannya buka usaha warteg di samping rumah, termasuk meminjam nama bapak untuk mencari modal, wara-wiri, bolak sana-bolak sini, dan akhirnya modal tersebut terkumpul dengan nama bapak sebagai peminjamnya, apa yang Bapak akan lakukan ?

 

Lalu Bilamana pembantu itu adalah Bapak Menteri sendiri, apa tanggapan Bapak?

Rupanya benar…Pembantu-pembantu itu adalah:

  • Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Bali nomor urut 1,
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Kalimantan Selatan nomor urut 1.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Papua nomor urut 1,
  • Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy caleg PKB daerah pemilihan Riau nomor urut 1.
  • Sedangkan Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault caleg PKS daerah pemilihan Sulawesi Tengah nomor urut 1, dan
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali caleg PPP daerah pemilihan Jawa Barat II nomor urut 1.

Dari Media Indonesia disebutkan oleh pakar HTN, Saldi Isra: Menteri yang ramai-ramai menjadi caleg bisa berdampak kelumpuhan dan mati suri pemerintahan pada saat kampanye. Menteri yang mencaleg tersebut akan lebih mementingkan daerah pemilihan mereka untuk mendapat perolehan suara daripada menjalankan tugas untuk pelayanan publik.

Ente-ente semua jadi pade tahu kan siapa aja PRT-nya SBY yang banyak mengamankan posisi takut gak kepilih jadi menteri karena kurang kompeten, atau kuatir juragannya ganti? Mereka malah pada mau jadi Caleg…

“Pemerintahan harus diatur sedemikian rupa agar ketika memasuki periode kampanye gara-gara para menteri mencaleg, pemerintahan menjadi mati suri atau lumpuh. Tidak hanya masalah kelumpuhan, tapi juga fasilitas negara yang digunakan para menteri datang ke daerah untuk berkampanye juga menjadi persoalan. Penggunaan fasilitas negara untuk kampanye kan jelas melanggar UU No 10/2008 tentang Pemilu,” kata Pakar Tata Negara Universitas Andalas Saldi Isra kepada Media Indonesia ketika dihubungi dari Jakarta, Minggu (5/10). 


Om Saldi kemudian menambahkan dan menilai menteri yang mencaleg itu aji mumpung. Mereka bisa saja membuat agenda seolah memberi kepedulian kepada masyarakat, tapi kenyatannya untuk kepentingan Pemilu. “Ini sangat rumit mengontrolnya. Bawaslu dan Panwaslu harus mengawasi ketat kegiatan-kegiatan para menteri itu,” katanya.

Menurut Saldi menteri mencaleg kemungkinan didasari posisi tawar politik untuk mempertahankan menteri di pascapemilu nanti. “Kalau mereka terpilih jadi DPR, posisi tawar mereka untuk jadi menteri makin tinggi lagi,” katanya.

Hal senada diungkapkan Pengamat Politik UI Arbi Sanit. Menurut Arbi banyaknya menteri yang mencaleg karena sistem pemerintahan yang kacau balau. “Pada praktiknya sistem pemerintahan kita parlementer. Risikonya akan banyak penyalahgunaan kekuasaan dan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik. Rangkap jabatan sebagai menteri dan pengurus parpol ini akan memungkinkan merugikan keuangan negara dan hak-hak masyarakat,” katanya.

(sumber Media Indonesia)

 

Lha, kerjaan belum beres kok ya malah pingin jabatan lanjutan. Inginnya bersambung. Persis kaya film sinetron kejar tayang.

 

😛

Mas apa ya Menteri gak boleh jadi Caleg? Itu kan hak kita semua sebagai warga negara Republik ini…?

Ya…memang boleh..tapi mbok yao lekas mengundurkan diri, sehingga ndak menggunakan fasilitas menterinya itu.

OOOOH…”

😛

 

 

 

 

3 Comments

  1. nimbrung donk….
    Saya CALEG DPR RI – DARI PARTAI MATAHARI BANGSA NO. Urut 4….HE HE HE Dapil GRESIK LAMONGAN.
    Motto : HIDUP ADALAH KEPEDULIAN ” OJO DUMEH ”
    Maka dari itu mari kita sama-sama introspeksi dan tetap semangat membangun negeri ini dari keterpurukan ekonomi, sosial, budaya dan mental.
    Percayalah pasti ada orang yang masih mempunyai nurani untuk memperjuangkan kebaikan dan kebenaran.
    Rakyat butuh pada pemimpin yang peduli jeritan hati rakyat bukan pemimpin yang PINTER tapi MINTERI…. yuk…bersama saya : Insya Alloh ada jalan kalau memang Alloh SWT memberi jalan kemenangan pada kebenaran walau harus menghadapi sejuta manusia tuli mata dan tuli telinga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s