Andaikan SBY jadi Presiden Lagi..

 

Presiden SBY
Presiden SBY

Sore tadi saat menyaksikan Seputar Indonesia, beberapa lembaga survey politik menyatakan bahwa popularitas SBY untuk memimpin negeri ini masih besar. Antara 35-39 % rakyat masih menyukai dirinya untuk menjadi Presiden RI. Di urutan kedua adalah Megawati. Popularitasnya antara 20-28%. Di urutan selanjutnya tertera Wiranto, Gus Dur dan Prabowo.

 

Oke lah, bila keadaan ini terus berlanjut di saat Pemilu, apalagi bila SBY mengambil kebijakan popular seperti menurunkan harga BBM yang memang sudah semestinya, dan ia terpilih lagi, maka tentunya SBY harus lebih banyak mendengar dan melaksanakan apa yang sudah menjadi amanat baginya.

 

Plus Minus SBY

Saya kutip dari tulisan Wimar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah orang baik. Modal aslinya bagus. Tapi begitu dia menjadi tokoh besar, malah menjadi pejabat tertinggi di Indonesia, struktur modalnya menjadi tidak jelas. Kelihatannya beliau merasa berhutang pada pihak-pihak yang mendukung beliau, lepas dari baik buruknya pihak pendukung itu. Bahkan pendukung asli SBY yang sejalan dengan pikiran asli beliau banyak yang tergeser Padahal modal SBY terbesar adalah mandat kuat dari hasil Pemilihan Presiden 2004, yang membuat SBY menjadi orang yang meraih suara langsung terbanyak dalam sejarah dunia. Dengan jumlah suara jauh diatas semua saingannya dalam Pemilihan Presiden 2004, SBY tidak perlu terpengaruh oleh orang yang mendompleng pada kekuasaannya, apakah itu politisi, pejabat kabinet atau orang bisnis, apalagi orang yang merangkap ketiganya itu.

Dinilai secara obyektif, SBY punya banyak plus dalam dirinya. Karena itu dia bisa punya karir yang cukup baik dan reputasi positif. Tapi sejak menjadi Presiden, plus beliau tidak bertambah, malah minus jadi banyak. Yang paling mengecewakan adalah kelemahan beliau dalam mengambil keputusan. Kemudian kalaupun mengambil keputusan, seringkali keputusannya salah.

Seorang Presiden tidak bisa dipersalahkan seratus persen untuk pengambilan keputusannya, kecuali olah orang yang secara sengaja mencari titik lemahnya. Karena Presiden tidak bekerja sendiri, tapi dibantu oleh staf. Mutu seorang Presiden tergantung stafnya, tergantung Wakil Presiden, tergantung Menteri Koordinator, tergantung kabinetnya. Semuanya pilihan Presiden sendiri, jadi ujung-ujungnya memang SBY bertanggung jawab. Tapi dalam pelaksanaan sehari-hari kita bisa melihat plus dan minus Presiden tergantung pada penasehat dan pelaksananya yang menangani berbagai bidang tanggung jawab pemerintah.

Dalam kebijaksanaan ekonomi, tidak ada kesalahan Presiden. Banyak kekurangan dalam pelaksanaan, banyak penyimpangan. Tapi policy dasar ekonomi pemerintah cukup baik, dan kebanyakan kritik emosional tidak didukung pengetahuan dan informasi yang kuat. Kalau kita lihat dua pejabat yang bertanggung jawab untuk perumusan kebijaksanaan ekonomi, maka tidak heran bahwa pengambilan keputusan di bidang ekonomi tidak terlalu jelek. Beda dengan keadaan sebelum reshuffle dimana Menteri Koordinator bidang Ekonomi bukan ahli ekonomi dan banyak keterlibatannya dalam bisnis pribadinya.

Dalam kebijaksanaan lain, kepresidenan SBY mengandung banyak plus minus. Jenis keputusan yang paling mengecewakan adalah yang dilakukannya secara kurang cermat, Aneh, SBY yang sangat hati-hati justru sangat ceroboh dalam memutuskan untuk mendukung penipuan seperti Blue Energy dan beras Supertoy. Kelihatannya kecil, tapi kedua hoax atau penipuan ini mendefisikan citra SBY di luar negeri. Pers asing yang sudah lama kurang memperhatikan Indonesia membuat telepon berdering-berdering minta pendapat tentang sikap SBY tentang skandal Blue Energy dan Supertoy.

Susah menjawab mengenai kekhilafan Presiden, kalau Presiden sendiri tidak memberikan keterangan yang jelas. Dalam hal ini SBY dan pemerintah mengambil sikap diam. Ini sangat tidak menguntungkan kepemimpinan Presiden. Kalau orang berbuat salah, paling bagus adalah mengakui kesalahan itu dan melakukan langkah koreksi. Orang akan respek terhadap orang yang khilaf selama dia menunjukkan kemampuan mengatasi kekhilafan itu. It is not how you make mistakes, but how you recover from your mistakes.

Tanpa kesadaran itu dan tanpa staf yang punya komitmen terhadap perbaikan dengan mengenyampingkan kepentingan diri, modal Plus SBY akan lebih tenggelam oleh Minus yang muncul terus menerus.

Saya secara umum sepakat dengan penuturan Wimar. Jadi, bila perlu SBY (saat terpilih lagi menjadi Presiden, andaikan!) melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Mempertahankan menteri yang berkinerja baik. Mengganti menteri yang tidak kompeten dan terlalu banyak urusan pribadi atau partai.
  2. Berpikir ulang untuk berduet kembali dengan JK.
  3. Jangan terlalu banyak mengangkat staf khusus, apalagi yang terakhir itu…siapa namanya? Denny Indrayana?!)
  4. Terus memberantas korupsi. Jangankan staf-nya, besannya pun bila memang bersalah, ya babat aja! Tau salah bener itu tentunya harus melalui mekanisme hukum yang bersih.
  5. Jangan takut pada hutang politik dan hutang materi saat kampanye. Modal terbesar adalah amanah dari Rakyat Indonesia.
  6. Berani mengambil keputusan. Dan bila keputusan itu salah segera mengakui kesalahan dan berjanjilah akan melakukan koreksi.
  7. Jangan terpengaruh komoditas politik yang ditawarkan kaum oportunis. Jalankan saja amanah rakyat dan berani mengambil kebijakan yang tidak popular di kalangan oposan, namun bermanfaat bagi rakyat banyak.
  8. Kalau pidato ndak perlu kebanyakan gesture deh…jujur, jadi risi liatnya. Yang wajar-wajar ajah, termasuk juga kepada Bu Ani.
  9. Banyak berdoa, semoga dipilih lagi. Jangan termakan isu-isu dan puja-puji berlebihan termasuk postingan ini. Lha, saya sendiri aja belum tentu milih Bapak kok…!?
  10. 😛

 

Intinya, dengarkan suara rakyat dan berpihaklah pada mereka.

 

>> Nah, ente-ente semua yang mengaku dirinya rakyat Indonesia, apakah ada masukkan lagi untuk SBY?

 

6 Comments

  1. Kalo umpama pilihannya SBY, JK, RM, MSP,SHX,PS,W … tetep pilih SBY sebagai capress-nya … untuk wapres … saya pilih FM daripada JK.

    Sedikit kritik buat pemerintahan SBY : untuk Papua, Aceh, Wilayah2 perbatasan seperti Pulau Sebatik, Maluku dan lain-lain mohon lebih diperhatikan lagi. Indonesia bukan cuma JAKARTA saja, bukan cuma PULAU JAWA saja tapi INDONESIA ADALAH DARI SABANG SAMPAI MERAUKE

  2. Meminta, menyuruh & Memaksa Grup Bakrie membayar ganti rugi Material & Immaterial Korban Lumpur Lapindo sebesar 200%.!! Segera mulai sekarang!! Ga usah nunggu tahun depan(2009)

    Hayo SBY berani ga?? pasti cemen…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s