WASP

Apakah isu WASP (dahulu saya menyebutnya WAP) masih berlaku bagi perjalanan politik dunia barat seperti Inggris dan Amerika? Ketika pada ujungnya yang dibutuhkan adalah sekadar White, Anglo-Saxon dan Protestan…?

Bagi ane’ itu adalah sebuah momok yang menakutkan. Ketika kemungkinan berdemokrasi pada akhirnya berujung pada pilihan tertentu dan tak ada pilihan lain.

Begitu akan sangat menarik dan mendobrak mitos WASP itu, bilamana pada akhirnya tanggal 4 November bulan depan, warga Amerika mayoritas memilih Obama dibandingkan McCain. Hal ini menunjukkan Obama, dipilih oleh warga Amerika yang rasional dan berlandaskan akal sehat untuk membangun peradaban dunia yang lebih baik, mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada masyarakat kelas menengah.

Kita lihat saja bersama-sama, sejauh mana negera yang gembar-gembor meneriakkan demokrasi dapat menerapkannya sendiri.

Lha Indonesia sendiri bukannya JAMUL..?

Apaan tuh..

Jawa, Muslim, dan Lelaki..

😛

Hahaha, bukannya untuk “lelaki” sudah didobrak oleh ibu Megawati..? Dan “Jawa” sudah dibuktikan tidak berlaku oleh BJ Habibie?

Kalau “muslimnya?”

ehh…..

Emang ada yang berani..?
😆

Iklan