Guestblogger : Sylvia Damayanti Amril

 

Maaf, ini bukan postingan mengenai Sultan. Apalagi polemik talik ulur pemilihan Gubernur Jogja. Sama sekali bukan. Berikut ini adalah tulisan dari Sylvia Damayanti Amril, psikolog lulusan Universitas Indonesia.

 

Bilamana memungkinkan Sylvia akan menulis rutin satu artikel pada setiap minggunya dan berkenan menjawab pertanyaan seputar karir, pengambangan diri dan semesta kehidupan!

 

Selamat menikmati. Salam kopidangdut.

Mas Kopdang

 

 

Leadership For Beginner

Oleh Sylvia DA*

 

 

dari Suara Pembaruan dot com
dari Suara Pembaruan dot com

 

 

 

 

 

Kepemimpinan merupakan obyek yang terdengar usang dan aus akibat terlalu sering diperbincangkan. Tapi layaknya jins, semakin belel semakin enak dipakai. Dari diskusi dan teori yang berkepanjangan, satu hal yang disepakati dan tiada yang memungkiri bahwa kepemimpinan krusial bagi eksistensi dan kemajuan manusia sebagai individu, sebagai kelompok, sebagai bagian dari lingkaran masyarakat dan organisasi dan bagi kemajuan suatu peradaban.

 

Mari berkiblat pada aliran positivistik –setiap orang memiliki peluang untuk berkembang di setiap aspek kehidupan. Dengan kata lain setiap orang memiliki kualitas kepemimpinan, tinggal bagaimana setiap individu “melakukan sesuatu” untuk mengoptimalkan derajat kepemimpinan yang sudah dimiliki.

 

Siapa yang menyangka bahwa seorang la petit corporal (kopral kecil) macam Bonaparte bisa memimpin Perancis menuju kejayaannya. Atau seorang Winston Churchill yang sempat tidak naik kelas bisa mengeluarkan gagasan-gagasan brilyan demi kemaslahatan bangsa dan perdamaian dunia. Tentunya ada suatu awal bagi sesuatu yang besar.  Lompatan kecil untuk sebuah lompatan kuantum.

 

Kiat-kiat kepemimpinan yang berikut ini akan dijelaskan sebenarnya berangkat dari kualitas yang disampaikan oleh guru-guru manajemen terkemuka dunia. Hanya saja porsinya dikecilkan agar muat dicerna secara ringan namun tetap bergizi. Menurut Warren Bennis, Peter Drucker, John Kotter dan Max DePree ada beberapa inti sari pemimpin yang sukses yang coba dielaborasi dengan kiat-kiat praktis untuk mengasahnya:

 

1.          Visi yang jelas mengenai apa yang ingin dicapai

Visi ibarat kompas yang menjaga arah perjalanan hidup dan benar kata salah satu kata bijak dari Arthur Schlesinger Jr. bahwa  Pemimpin besar adalah orang yang memiliki visi. Dia memiliki insting untuk melihat ke masa depan . . . kemampuan untuk memberi arah . . . dalam mencari tempat berlabuh.  Visi jelas krusial bagi seorang pemimpin.

 

Tips untuk memiliki visi: buatlah satu baris pernyataan visi anda. Ia merupakan cerminan singkat apa yang dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Tulis dan perindah kata-katanya.Berlatih hingga kata-kata tersebut mengalir begitu saja dari ujung lidah dengan penuh kepercayaan diri.

 

2.          Kesediaan mengambil risiko

 

Risiko adalah keputusan untuk merasakan ketidaknyamanan dan ketidakpastian dengah harapan memperoleh ganjaran yang diidamkan. Jika Anda sudah berani mengganti bidang pekerjaan atau karier, berinvestasi di pasar modal, pernah mengekspresikan pendapat yang bertentangan dengan kebanyakan orang lain di dalam suatu rapat/pertemuan maka Anda sudah mulai menerapkan keterampilan ini.

 

Tips melatihnya: (1) perbanyaklah mengamati dan mendengar dibanding berbicara, untuk mengumpulkan informasi yang mengurangi dampak resiko(2) Dapat memaafkan diri/ tidak menyalahkan lingkungan ketika terjadi kegagalan.  Banyak orang yang tidak mau mengambil resiko karena terbayang kegagalan di depan mata. Tanamkan anggapan bahwa tidak mengambil resiko sebenarnya adalah potensi resiko. Tetap tinggal dalam zona kenyamanan tidak baik bagi strategi karir seorang pemimpin.

 

3.          Kemampuan menginspirasi, memotivasi dan mempengaruhi orang lain

Ada sebuah kutukan tiongkok yang menggelitik “semoga anda mempunyai ide yang cemerlang, tetapi tidak mampu meyakinkan siapapun”. Artinya,Gagasan yang anda punyai perlu disampaikan sehingga antusiasme dan pesannya dapat menular kepada orang lain.

 

Tips: (1)Berlatih melakukan presentasi baik di kelompok yang lebih kecil maupun yang lebih besar(2) Kenali pendengar Anda, cari tahu kebutuhan dan apa yang penting bagi mereka dan jadikan hal tersebut sebagai jualan Anda.

 

4.          Kecerdasan emosi yang tinggi

Seorang pemimpin mampu memahami diri dan orang-orang disekelilingnya. Ia perlu peka dan mampu berempati terhadap kebutuhan orang disekitarnya. Anda sudah menunjukkan kecerdasan emosional jika dapat membangun persahabatan yang bertahan lama, menyelesaikan konflik dengan teman atau pasangan, menahan emosi saat situasi sedang “panas”, atau ketika Anda dibutuhkan sebagai teman, orang kepercayaan atau penasihat.

 

Tips: (1) hafalkan nama-nama orang di perusahaan anda atau lantai anda bahkan jika anda tidak berinteraksi langsung dengan mereka, (2) saat orang berbicara dengan anda, hentikan apa yang sedang anda kerjakan, ubah fokus dan dengarkan mereka, (3) menghindari humor atau pernyataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain, (4) berani mengakui kesalahan anda.

 

Dari sekian tips untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, yang paling penting adalah kesadaran diri Anda untuk berubah– Mentransformasikan diri menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu hal yang gampang, tapi ia juga bukanlah suatu hal yang sulit. So, sukses berlatih keterampilan kepemimpinan Anda. Akhir kata saya jadi teringat pesan bijak seorang filsuf :“mari berfikir besar, hidup terlalu singkat untuk menjadi kecil”.

 

*Penulis adalah psikolog pada Tim Psikologi Bank Sentral Republik Indonesia dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili lembaga.

10 Comments

  1. Kalaupun Sultan maju sebagai Capres, saya masih dukung, asal jangan “ibu” itu tuh yang waktu mimpin negeri ini senengannya jual aset negara……😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s