PEMILU Indonesia ..kaya atribut, hanya itu?

Sudahlah. Obama sudah menjadi orang nomor satu Amrik. WASP sudah usang. Ide yang tak perlu dibawa pulang, cukup diringkus dan buang ke jurang.

Lalu bagaimana dengan kita? Pemilu yang adiluhung yang konon katanya akan dimeriahkan kontestan baru semisal Sri Sultan dan RM 09.

Kalau saya terus terang saja senang berpolitik. Tapi saya tak senang dan tak berniat mencoblos maupun mencontreng, baik Caleg apalagi Presiden.

Tapi ada baiknya kita harus tetap optimis, seperti teman saya Juned:

“Bayangin nDang, cewek Bandung oke banget euy! Dari 4 cewek yang ane liat, yang cantik ada 5…!”

Busyet!

😛

Oke lah, untuk mengakomodir pembicaraan pemilu maupun pembicaraan mengenai wanita cantik, bagaimana kalau saya posting-kan tulisan mengenai Pemilu, oleh perempuan cantik, ayu, kenes lan ngangeni berikut ini..?

PEMILU Indonesia ..kaya atribut, hanya itu?

Ditulis oleh Lolita Moorena

Lolita Moorena
Lolita Moorena

Pemilihan Umum Indonesia merupakan perayaan yang sangat monumental di mana semua pemikiran dan aktivitas politik mencuat dalam menentukan kondisi rakyat.

 

PEMILU Indonesia merupakan ajang demokrasi yang sangat unik, di mana kebhinekaan bangsa ini sangat kental terasa.  

Perbedaan suku, agama, paham, dan budaya sangat mempengaruhi pilihan partai politik ataupun pemimpin. Begitu banyak perbedaan dalam Indonesia yang membutuhkan akomodasi dalam bentuk berbagai macam partai politik.

Buku Solusi untuk Indonesia yang saya baca menyimpulkan bahwa terdapat setidaknya 4 aliran besar dalam kancah politik di Indonesia,

1) Islam Modernis (PPP, PKS, PAN),

2) Nasionalis (PDIP + Parpol Sukarnois lainnya),

3) Tradisional (PKB & PPNU),

4) Others (Golkar, Partai Demokrat,dll).

Belum lagi dengan asal daerah pemimpin yang sedang dicalonkan, juga menambah daftar alternatif parameter rakyat dalam memilih.

 

Memang tidak dapat dielakkan bahwa beliefs adalah hal-hal prinsipil yang menjadi landasan utama pilihan. Hanya saja, beberapa partai ataupun pemimpin bersembunyi pada atribut paham saja, tanpa menunjukkan pemahaman terhadap beliefs-nya yang direpresentasikan pada proposed policy yang diutarakan kepada rakyat. Undebated proposed policy inilah yang mungkin membuat arena politik dalam PEMILU hanya berupa dialektika yang saling tuding dan menyalahkan.

Sedihnya lagi, setelah pengelompokkan partai politik berdasarkan paham itu, terjadi koalisi yang menimbulkan kompromi-kompromi.

Kompromi yang dilakukan pun tidak diungkapkan kepada rakyat sehingga rakyat yang telah memilih pun hanya bisa menyerahkan sepenuhnya kepada para elite politik.

Kompromi atas kebijakan, kompromi atas pembagian kekuasaan, kompromi atas pembagian kekayaan? Saya jadi sulit untuk membedakan apakah kompromi terebut masih membawa kebaikan atau karena terlalu kompromistis malah tidak memberikan manfaat sama sekali?

Ketidakterbukaan atas kompromi dibalik kursi, hanya dapat membuat saya sebagai pemilih memandang pemilu dengan sebelah mata.

Saya percaya bahwa seorang pemimpin tidak akan bekerja dengan baik tanpa dukungan orang-orang yang hebat. Hingga kini, tidak pernah diungkapkan dalam pemilu presiden siapa saja yang akan dipilih menjadi pelaksananya. Sayang sekali, karena orang-orang tersebut sebenarnya yang lebih berpengaruh dalam menentukan kesejahteraan dan keamanan kami.  Ataukah nama-nama itu disimpan hingga lobi-lobi politik dilakukan setelah pemilu?

I had enough…how bout u?

Bagaimana jika mulai sekarang teman-teman sekalian membantu saya dalam menuliskan program-program apa saja yang diutarakan oleh calon-calon pemimpin dan partai politik unggulan kepada rakyat sehingga kita bisa mengetahui perbedaan kualitas dan memilih dengan lebih bijak..

Terima kasih  

 

keterangan: Lolita Moorena adalah guestblogger yang diundang oleh Mas Kopdang.

19 Comments

  1. kalau cewek yang di foto itu yang mencalonkan diri jadi presiden saya dukung, dan tidak golput, ??? maklum yang selama ini yang mencalonkan diri jadi presiden tampang paranormal dan mirip senndikat bujang lapuk ?????

    saya suka membaca artikel anda, layak di baca dan di renungkan ( bukan memujih karena saya bukan syaik pujih yang menikahi anak di bawah umur menurut undang-undang apalagi memujah bisa musyrik kata ustas)

    http://esaifoto.wordpress.com

  2. @ esaifoto

    maap.
    bukan “cewek” tetapi “perempuan”..
    akan jauh berbeda. “Reframing” kata itu perlu dan membuat kita “selamat”.
    terima kasih atas apresiasi Mas Esai.

  3. Saya udah ikut nyoblos 4 kali dalam pemilu sejak tahun 1992 dan nampaknya koq janji janji sebelum pemilu berbeda dengan setelah mereka kepilih, ga ada perubahan yang berarti.😦
    Dan sekarang udah bosen, ga mau memilih lagi ah, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada yang masih percaya pada politik di negara ini😀

  4. Sorry mas baru sekarang mampir lagi…
    Kalo soal Pemilu jujur saya sudah tidak percaya lagi, dari wakil yang dulu pernah aku harapkan bisa merubah bangsa lebib baik untuk kepentingan rakyat…..
    Ternyata sama aja, cari amannya sendiri dan memikirkan pengembalian dana biaya pemilu….
    Jadi tetep aja, rakyat yang sengsara….
    Sepertinya mental2 para pemimpin dan yang dipimpin perlu diperbaiki, termasuk yang nulis komentar ini……

  5. Wah, ternyata mas Rio nih punya bakat kayak Obama. Klo obama dikenal karena kemampuannya memilih orang2 yang tepat (ada isu dia juga pinter milih minuman yang tepat: jasjus), mas Rio nih punya kemampuan memilih guest blogger yang pintar dan cantik (mode: broken heart jadi guest blogger)🙂.

    To Ms. Moorena: You have a great blog out there. I think there are some people who really want to read your next article. Please keep writing.

    -Eko& Kanty

  6. saya juga dah golput sejak 2004. setiap ada pemimpin baru yg berubah cuma keluarga dan kroninya saja yang bertambah makmur….

    yg saya lihat juga politikus tuh kaya2 ya… apa untuk jadi politikus tuh harus kaya atau mereka kaya setelah jadi politikus>???

  7. To Samsiza :
    Ayo nyoblos Mas, harus terus semangat walaupun kita sering dikecewakan..Rasanya para pahlawan yang sudah berkorban nyawa untuk kemerdekaan kita sekarang akan sangat sedih jika generasi penerus yang mereka bela tidak bersemangat menghadapi pemilu…pada tahun 1955, semua orang di Indonesia sangat bersemangat menyoblos setelah penjajahan begitu lama…
    ayo ayo tetap semangat🙂

    To Ariawijaya :
    Memang selalu ada yang memanfaatkan kekuasaan, saya juga bingung bagaimana menciptakan border sosial yang bisa menghilangkan moral-moral koruptor itu..jiwa jiwa muda kaya kita gini bisa sangat berguna, KPK aja diciptakan oleh orang-orang muda..sejarah telah membuktikan pemikiran progresif datang dari kaum pemuda..ada ide?

    To Enugroho :
    It’s nice of you..Hopefully, I found another fresh topic to write..Thanks🙂

    To Reksa :
    Both ways..ada yang pengen kaya, ada juga yang pengen nambah kekayaan, tapi nga sedikit lho yang memang idealis

    Thanks everyone

  8. setuju sekali mbak lol…
    IMHO, “orang yang jadi pelaksana” ya titipan parpol-parpol pendukung si presiden atas nama kompromi itu… yah begitulah…

  9. saya kira jika kita lihat programnya tidak ada yg aneh dan baru, jadi kita lihat track recordnya,,,bbrpa kliping ada di blog saya bisa di lihat….

    so, biasanya klu aq lihat sepak terjangnya selama ini, lagian partai-partai baru yang muncul jg tokohnya lama-lama juga

  10. walau postnya udah kelamaan saya tetep mau komen.
    saya ga suka PEMILU karna saya bukan penganut democracy, bukan penganut komunis, agamis dan fasis. saya lebih kepada penganut antagonis, romantis, pesimis, semoga suatu saat negara ini menjadi sebuah kekaisaran, sebuah bangsa yang satu, tanpa sedikit pun manusia yang terzholimi. Sehingga kita bisa merasa bangga mengaku sebagai sebuah bangsa.
    pemilu adalah sebuah kegiatan mafia yang diikuti, oleh preman, bapak preman dan saudara-saudara preman, untuk memilih seorang pemimpin preman, negara preman, bangsa preman.
    Semoga kalian cendikia bangsa bukan calon preman.
    (Maaf kalo ga nyambung, ngobrol mah tong serius teuing ari euweuh duitan mah asal gandeng weh, sekali lagi maaf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s