Wim Tangkilisan Raja Media Baru..?

Wim Tangkilisan. Saya tahu baru sore ini nama tersebut.

 

Awalnya saya membaca koran perkenalan yang tergeletak di sudut mesin fotokopi, Jakarta Globe. Rupanya masih nomor perkenalan dengan bandrol harga Rp8500. Mahal! Mungkin karena koran edisi berbahasa inggris kali ya, dengan sasaran kaum intelektual berkantong lumayan.

 

Awalnya saya tertarik dengan “publisher”-nya yaitu Sigit Pramono, Ketua Perbanas sekaligus Mantan Presdir Bank BNI. Namun yang menarik bagi saya tentu saja Pemred-nya. Di sana tertera Wim Tangkilisan.

 

Siapakah Dia?

 

Tak dinyana rupanya ia bukan pemain baru. Hanya saya saja yang ndak tahu siapa dia. Yang saya tahu kan pemain media hanya sekelas Dahan Iskan, Jacob Oetama, Surya Paloh, Hary Tanoesoedibjo, dan Keluarga Soedarjo.

 

Lihatlah deretan media yang ia kelola:

 

Dan sederet jabatan lainnya.

 

Wah hebat bener ya nih orang..?

 

Desas-desus yang beredar, katanya beliau adalah “orang kepercayaan” Mochtar Riady, Bos Lippo Group, dalam berbisnis media.

 

Kita lihat saja, bagaimana perkembangan langkah bisnisnya….

 

Mungkin NdoroBedinde atau Bah Reggae paham orang ini.

12 Comments

  1. Menurut saya, koran Jakarta Globe menjadi dobrakan baru yang segar dalam dunia media cetak.

    Pertama-tama karena tutur bahasa dan tingkat kesastraannya yang sangat baik.

    Yang menjadi alasan ke-dua adalah keragaman dan kelengkapan beritanya (seperti ketersediaan pengumuman jadwal-jadwal kegiatan di dalam Jakarta dan alamat/contact numbers dubes-dubes asing yang menetap di ibukota).

    Alasan ke-tiga adalah jenis berita-beritanya di bawah tema Life & Times yang unik dan menghibur.

    Overall, Jakarta Globe adalah literatur intelektual yang patut dijadikan bahan bacaan karena kaya manfaatnya.

    Namun, saya setuju pula bahwa Bahasa Inggrisnya agak tinggi untuk pasar bidikannya. Jakarta masih berkembang pendidikan dan tingkat kecapakan bahasanya. Belum seperti penduduk New York di Amrik. Ada baiknya jika sastra dan kosa kata lebih mendarat…

    Terima kasih ruang opininya!

  2. Ya sekalian belajar bahasa Londo…:) Belajarlah sampai negeri Cina🙂 bagus..bagus…jadi kapan nih Mas Kodpang mau dijadikan koran juga….apakah ada visi kesana….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s