Blogger Sahabat Museum

                       

Olim miminise iubavit – selalu menyenangkan mengenang hal-hal yang telah lewat.

 

Maka ketika kantor saya melaksanakan kenduri dan diskusi bertempat di Museum Bank Indonesia –Jakarta Kota, pribahasa latin tersebut terasa sangat tepat.

 

Unik memang, ketika diskusi dengan judul “Pemanfaatan Media Online sebagai Sarana Pembelajaran dengan Kemasan Marketing Online” dengan banyak nuansa kekinian-bahkan masa depan, dikupas dan didiskusikan dalam salah satu ruangan dalam museum. Seakan-akan menandakan kerelaan “masa lalu” untuk menyambut “masa depan”.

 

Diskusi ini dihadiri oleh Ninok Leksono, redaktur senior Kompas, Ibu Amalia E. Maulana, Senior Research & Integrated Marketing Communication Consultant, dan Enda Nasution.

 

Enda, Amalia, Ninok Leksono dan Gaw saat diskusi berlangsung
Enda, Amalia, Ninok Leksono dan Gaw saat diskusi berlangsung

 

Ada percampuran kimiawi yang tak terelakkan. Ninok dengan semangat mempelajari hal apapun, terutama pengembangan teknologi demi kehidupan peradaban manusia-berbagi sebagai kebutuhan manusia, diimbangi dengan kepentingan bisnis yang diajukan Amalia, dan sebuah pengetahuan baru dari semangat muda yang diusung Enda.

 

Beruntunglah para hadirin yang kebanyakan mewakili pengurus museum dari seluruh Jakarta. Cerita dari museum militer, kelistrikkan, taman mini, hingga museum nasional menambah kekayaan wawasan masing-masing peserta yng hadir.

 

Ya. Museum memiliki tantangan tersendiri. Ruang pamer masa lalu harus rela susah payah untuk berkerja sama dengan perkembangan jaman. Museum tidak harus berdebu, hanya dikunjungi anak SD, bau pesing, penjaga dan pemandu yang senyum sekaligus lebih banyak cemberutnya, hanya berisi batu dan diorama lapuk serta ambience yang lengang dan menakutkan. 

 

Museum harus bisa membuka diri dengan perkembangan audio visual, karcis dengan menggunakan barcode, promosi melalui website, pemandu yang ramah dan berwawasan kekinian, dan bicara dengan gamblang bagi generasi yang tak akrab dengan sejarah- namun dapat bicara banyak dengan twitter dan facebook.

 

Maka, lahirlah ide-ide bagaimana caranya mengembangkan museum agar dikunjungi banyak kalangan, dilengkapi dengan fasilitas dunia maya, dibahas terus-menerus oleh para blogger, diasambangi kaum muda dan tentunya sebagai penanda peradaban nusantara.

 

Mas Bayu Gawtama, sebagai moderator dalam acara diskusi berhasil menghidupkan suasana. Guyonannya yang segar, menjembatani antara “kaum tua” yang diwakili para penunggu museum dan “kaum muda”, sebagian besar pegawai Bank Indonesia yang diantara para blogger juga.

 

Sudah saatnya museum tidak lagi bergantung pada anggaran dan menjadi cost center. Namun, dapat dijadikan pilihan pertama para keluarga di akhir minggu untuk berpiknik ria, menjadi tempat pameran acara seni, berkerja sama dengan berbagai pihak dengan saling menguntungkan, selalu memanfaatkan dunia maya dan teknologi tepat guna, sehingga bukan hanya turis asing yang justriu banyak main bertandang, namun kita, seluruh keluarga Indonesia, dapat memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran dengan metoda yang berbeda.

Bung Ninok Leksono ane "paksa" foro bareng...
Bung Ninok Leksono dan ane'

 

 

Ketika ada pertanyaan dari salah seorang Ibu Tua: untuk apa museum perlu situs dalam dunia maya, berkerja sama dengan para blogger untuk menyebarluaskan keberadaannya, juga kepentingan para pegawai museum mengenal apa itu blog, plurk, twitter, flickr..?

 

Mas Ninok Leksono menjawab:

“Salah satunya adalah memenuhi panggilan jaman.”

 

>>> Oh iya, kapan terakhir kali ente ke museum…? Setidaknya..pasti masih lebih banyak daripada ke tempat mesum kan..?

😀

6 Comments

  1. @ Hedi
    Museum Bank Indonesia Sabtu Minggu buka dari jam 9-16 WIB..😛

    @ Alyudha
    Museum Gajah itu di Way Kambas kah..?😯

    @ Kampung Komik
    “kenangan”…wah sampeyan rupanya manusia purba kah..?😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s