Golput Terancam Haram

 

pks

Terkadang, kita bicara lantang kepada orang lain, sejatinya adalah penegasan untuk diri sendiri belaka. Itulah yang terjadi pada PKS, Partai Keailan Sejahtera.

Partai Keadilan jaman tahun 1999 gak banyak dapet suara, sehingga karena ada aturan threshold minimum kalau gak salah 2,5 persen yang mana partai tersebut ndak boleh ikut Pemilu selanjjutnya (tahun 2004).

Mungkin karena waktu itu saya milih PUDI, Partai Uni Demokrasi Indonesia yang digagas oleh Sri Bintang Pamungkas.

😛

Lalu, karena mereka masih berniat (suci) ingin ikut memperbaiki “system” lewat dalam, maka mereka puter otak di tahun 2004 untuk ikut Pemilu dengan cara mendirikan partai baru (yang sebenernya lama), dengan menambah embel-embel “Sejahtera”.

Sehingga namanya menjadi: Partai Keadilan Sejahtera.

Biar semakin “eye catching”, diberi pulasan warna “golkar” sebagai latar beakang bendera partai. Ya. Bukankah kuning masih identik dengan Golongan Karya?

Ah, ndak tentu kok ya. Kuning pada bendera partai mereka lebih menunjukkan kemakmurannya. Kesejahteraannya. Tidak lagi sekadar adil dan tidak adil. Hitam dan putih.

Tak dinyana! Tahun 2004 adalah momentum yang sangat berarti bagi partai ini. Suara terkumpul banyak dan masuk jajaran partai yang “sangat” diperhitungkan karena “citra bersih-nya dan anti KKN..”. Padahal saya waktu itu Golput.

😛

Wakil mereka di DPR jadi banyak.hingga 45 anggota DPR-RI. Jumlah ini adalah jumlah terbesar ketujuh. Hanya satu tingkat di bawah PKB. Bahkan mantan Ketua Partai, Hidayat Nur Wahid berhasil menjadi Ketua MPR-RI.  Bung Anis pun menjadi penggerak Fraksi.

Bagi sebagian kalangan, merubah system ketatanegaraan dan kehidupan politik yang selanjutnya membangun neger, lewat “dalam”, dengan ikut dalam system adalah manjur. Hal ini berbeda dengan Hizbut Tahrir yang tetap kokoh menjadi oposan tanpa bermain. Sealalu berada di luar system.

Lalu, masyarakat mulai (makin) percaya dan yakin akan partai yang didominasi anak muda ini. Pergerakaan awal mereka dari kampus-ke kampus membuahkan hasil. Pilkada pun mereka kuasai. Buktinya? Jawa Barat dipimpin oleh Gubernur dari PKS. Juga daerah Sumatera Utara.

MULAI NYELENEH…

Tapi entah mengapa tiba-tiba PKS membuat ulah. Menarik perhatian dengan cara instant. Bikin iklan heboh dengan menyertakan Suharto, mantan Presiden RI yang masih saja menjadi “senjata politik” bagi semua kalangan, sebagai kandidat yang disebut Pahlawan.

Masyarakat kaget. Namun ada yang biasa-biasa saja menanggapinya.

Justru yang lebih seru justru reaksi dari kalangan “dalam” partai. Selain kecewa dengan anggota partai yang dianggap mulai “kurang amanah” saat menjalankan posisinya sebagai anggota dewan, yang desas-desusnya memiliki mobil impor sekelas Bentley, padahal kader partai masih banyak yang hidup dengan serba kekurangan, kemunculan strategi baru untuk menggandeng pemilih suara mengambang, dengan lebih berusaha inklusif, menjadi bias dan membingungkan.

Mereka menilai, PKS mulai nyeleneh dan hanya memikirkan kekuasaan. Bahkan gosip miringnya, PKS terbelah menjadi 2 kubu: Faksi Keadilan dengan gaya lama dan konservatif dengan tetap menjalankan prinsip Islam, dan Faksi Kesejahteraan yang mengusung gaya moderat, baru, yang berusaha merangkul massa dan merubah wajah PKS menjadi lebih modern dan “ramah”.

Bagi sebagian kader PKS yang berasal dari Faksi Keadilan, mereka mulai unjuk gigi dan protes dengan mengancam untuk GOLPUT. Mereka lebih menyukai gaya lama: solid di dalam dan menjadikan partai sebagai media dakwah, tanpa embel-embel kekuasaan yang membelenggu dan meracuni itikad baik nan tulus.

USULAN NGAWUR

Tifatul tentu saja uring-uringan. Dia juga manusia. Mau donk ngicipin jadi anggota dewan yang terhormat. Bahaya bila penggembosan partai justru muncul dari dalam. Kayak firewall, tangguh dari serangan luar, namun getas bila diserang dari dalam. Seperti telur. Sejatinya getas. Praaak..! pecah deh…

Maka usulan orang uring-uringan itu ngawur. Tifatul sedang tidak memakai topi PKS, tapi sebagai Pribadi (yang pingin sukses), maka dibuatlah usulan baru yaitu Fatwa haram bagi Golput.

😆

Aha.. Bila iya diwujudkan, berarti bagi kaum perokok, nantikan sahabat baru anda, para Golput yang bernasib sama: Warga Haram..!

😛

Emang ane’ pikirin..!

Artikel terkait:                                                           

http://www.detiknews.com/read/2008/12/13/183038/1053191/10/tifatul-cocok-dengan-hidayat

http://www.detiknews.com/read/2008/07/24/165503/977356/10/hidayat-serukan-tolak-golput

http://www.detiknews.com/read/2008/12/13/162002/1053164/10/pengharaman-golput-meninabobokan-parpol-dan-penyelenggara-pemilu

baca juga inihttp://guhpraset.wordpress.com/2008/12/13/pks-mui-gus-dur-fatwa-haram-golput/

 

19 Comments

  1. OT dikit:

    Mungkin karena waktu itu saya milih PUDI, Partai Uni Demokrasi Indonesia yang digagas oleh Sri Bintang Pamungkas.

    Saya mau tanya, mas kopdang tahu nggak gimana nasib ini orang sekarang? ^^;

  2. Desas desus bentley saya baru dengar tuh, tapi kalau desas desus ada yang terima gaji luar biasa dari negeri lain iya.
    Sayang itu semua cuma isu tanpa bukti, harusnya semua petinggi di audit keuangannya, biar kalo ada yang gajinya ganjil, bisa bagi2 *lho*

  3. rata-rata parpol punya platform bagus, tapi kan ga bisa berhenti di situ. karena pada akhirnya, praktek mereka nggak pernah berubah dengan “kebiasaan lama”. PKS adalah contoh terbaru, akhirnya orang cuma bilang: “ah ternyata sama aja.”😀

    *tetep golput*

  4. padahal ini tinggal satu2nya partai yang masih bisa saya harapkan.
    namun dengan adanya iklan soeharto wah jadi batal deh…..:(
    sorry banget kalo menyangkut satu nama itu😦
    bye bye pks………..
    sekali golput tetap golput

  5. Mas, numpang tanya…kalo warna kulit Saya coklat tua (banget) boleh tetep ikut Golput? ato kita mesti bikin Golcok?
    Tulisannya seru…makasih. Seneng bacanya.

  6. setuju,…mungkin PKS “terlihat” agak nyeleneh. tapi tetap saja, apa kita punya pilihan yang lebih baik?
    apakah dengan golput saja akan merubah keadaan jadi lebih baik?
    PKS terpecah? saya baru dengar malah…tapi bukankah berdebat di dalam untuk mencari solusi adalah jalan yang terbaik, daripada saling ancam di media tanpa ada niat mencari solusi dan hanya ingin unjuk kekuatan lebih?

    hati-hati saat beropini,…apalagi berdasarkan asumsi yang berawal dari gosip. serba g kuat alasannya
    ^^V peace…

  7. Assalamu’alaikum…
    kl pda GOLPUT,trzyg kpilih PRESIDENnya org NASRANI,antum mau jd budak MEREKA…?
    Dan kewajiban memilih pemimpin yg MUSLIM dan SHOLEH dah da dlm Al-Quran bung..?
    PKS = Partai Kita Semuuuuuuaaaaaaaaaaa….

  8. PKS memperjuangkan syari’at islam?

    jawabannya dijawab oleh mantan presiden pks Hidayat Nur Wahid pada pertemuannya dengan pengusaha tionghoa. Ketika ditanya “apakah PKS akan mendirikan negara Islam?”
    HNW menjawab mantap, “TIDAK, PKS adalah organisasi politik yang bersifat nasional, kami mengikuti hukum di Indonesiayaitu UU parpol dan UUD ‘45.
    (Republika, 4/5/2009).

    So,…
    PKS partai ISLAM (aturan hidup diatur oleh sag Kholiq Alloh SWT)
    atau
    SEKULER (aturan sang Kholiq dipisahkan dari kehirupan) ?????

    Jawabannya ada di atas…

  9. golput emang haram tp bg yg ikut nyontreng murtad,kafir,fasik,dzolim,musrik
    hayo…gmn pilih mn,mending tak gendong to..?
    enak to mantep to…mendingan PKS mati aja…!
    klu g cepet2 taubat dari pada nyusul mbah surip..
    ngeri to…ha..ha..ha!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s